WELLCOME TO RUTHKT'S BLOG : PLEASE LEAVE YOUR COMMENT,THANK YOU. HAVE A NICE DAY

Drinking party

Drinking party
3 months ago
IndoGlobal Adventure - Toraja, Sulawesi - Indonesia We organize Adventures : Trekking, Birding, Rafting, Diving, Sailing, Fishing and more...

Insurance

Financing

Rabu, 28 Januari 2009

Mulai dari yang Kecil untuk Peroleh yang Besar


by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Dalam meningkatkan pemasaran, kita juga bisa menggunakan hukum psikologis "ya kecil" untuk menjadi "ya besar". Maksudnya adalah aktivitas pemasaran yang kita lakukan sebaiknya difokuskan supaya calon konsumen membuat keputusan "ya" terhadap apa yang kita tawarkan meski dari yang kecil terlebih dulu.

Sebab, jika mereka sudah membuat keputusan "ya kecil" akan lebih mudah bagi kita untuk membuat konsumen tersebut akhirnya bisa melakukan "ya besar" atau membeli apa yang kita tawarkan dengan tingkatan yang lebih besar atau lebih tinggi lagi. Saya akan memberikan cerita untuk sedikit menjelaskan "ya kecil" menjadi "ya besar". Alkisah seorang tentara Amerika yang ditangkap tentara China.

Tanpa dipukuli, tanpa disiksa, ternyata tentara ini bisa berbalik arah menjadi prokomunis/sosialis. Apa yang sebenarnya terjadi? Ketika tentara Amerika tersebut ditahan, dia sering bertemu tentara China yang baik, diberi rokok, diberi makanan, dan diajak ngobrol santai.

Suatu waktu, tentara Amerika ini ditanya tentang ketidaksempurnaan Amerika.Tapi kalau dia tidak mau menjawab akan ditinggal pergi dan dalam waktu lama tidak ditemui .Namun ketika bertemu lagi, tentara China ini menjelaskan dengan baik setiap negara pasti ada ketidaksempurnaannya dan meminta tentara Amerika menyebutkan ketidaksempurnaan Amerika.

Akhirnya, tentara Amerika menyebutkan beberapa ketidaksempurnaan negaranya. Selain itu, sang tawanan juga diminta menjawab dan menulis apa keuntungan sosial sistem komunis. Tanpa disadari, sang tentara Amerika bukan saja telah menulis dokumen yang menyerang negaranya sendiri, melainkan juga tulisan yang mempromosikan paham komunisme yang ditulis oleh tentara Amerika.

Bagaimana menggunakan hukum "ya kecil" ini? Funnelling merupakan penggunaan hukum "ya kecil" menciptakan "ya besar". Contohnya, untuk meningkatkan penjualan mobil, kita bisa mendatangkan orang ke pameran mobil terlebih dahulu, mengajak test drive secara gratis.

Kemudian, meminta calon pembeli menyebutkan kelebihan mobil yang dipakai dan kalau perlu memintanya dalam bentuk tulisan yang kemudian menandatanganinya. Setelah itu, jika memintanya untuk membeli mobil tersebut, kemungkinan akan terjadi transaksi akan jauh lebih besar ketimbang langsung diminta untuk membeli.

Jadi yang paling penting adalah berikan calon konsumen kesempatan untuk merasakan terlebih dahulu apa yang ingin Anda tawarkan- tentu berikan kualitas yang terbaik yang Anda miliki. Dengan demikian, calon konsumen itu akan semakin mantap dalam membuat keputusannya. Terus dampingi dan berikan informasi yang mereka butuhkan dan buat mereka merasa puas dengan apa yang Anda tawarkan sejak awal.

Read More......
by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Dalam meningkatkan pemasaran, kita juga bisa menggunakan hukum psikologis "ya kecil" untuk menjadi "ya besar". Maksudnya adalah aktivitas pemasaran yang kita lakukan sebaiknya difokuskan supaya calon konsumen membuat keputusan "ya" terhadap apa yang kita tawarkan meski dari yang kecil terlebih dulu.

Sebab, jika mereka sudah membuat keputusan "ya kecil" akan lebih mudah bagi kita untuk membuat konsumen tersebut akhirnya bisa melakukan "ya besar" atau membeli apa yang kita tawarkan dengan tingkatan yang lebih besar atau lebih tinggi lagi. Saya akan memberikan cerita untuk sedikit menjelaskan "ya kecil" menjadi "ya besar". Alkisah seorang tentara Amerika yang ditangkap tentara China.

Tanpa dipukuli, tanpa disiksa, ternyata tentara ini bisa berbalik arah menjadi prokomunis/sosialis. Apa yang sebenarnya terjadi? Ketika tentara Amerika tersebut ditahan, dia sering bertemu tentara China yang baik, diberi rokok, diberi makanan, dan diajak ngobrol santai.

Suatu waktu, tentara Amerika ini ditanya tentang ketidaksempurnaan Amerika.Tapi kalau dia tidak mau menjawab akan ditinggal pergi dan dalam waktu lama tidak ditemui .Namun ketika bertemu lagi, tentara China ini menjelaskan dengan baik setiap negara pasti ada ketidaksempurnaannya dan meminta tentara Amerika menyebutkan ketidaksempurnaan Amerika.

Akhirnya, tentara Amerika menyebutkan beberapa ketidaksempurnaan negaranya. Selain itu, sang tawanan juga diminta menjawab dan menulis apa keuntungan sosial sistem komunis. Tanpa disadari, sang tentara Amerika bukan saja telah menulis dokumen yang menyerang negaranya sendiri, melainkan juga tulisan yang mempromosikan paham komunisme yang ditulis oleh tentara Amerika.

Bagaimana menggunakan hukum "ya kecil" ini? Funnelling merupakan penggunaan hukum "ya kecil" menciptakan "ya besar". Contohnya, untuk meningkatkan penjualan mobil, kita bisa mendatangkan orang ke pameran mobil terlebih dahulu, mengajak test drive secara gratis.

Kemudian, meminta calon pembeli menyebutkan kelebihan mobil yang dipakai dan kalau perlu memintanya dalam bentuk tulisan yang kemudian menandatanganinya. Setelah itu, jika memintanya untuk membeli mobil tersebut, kemungkinan akan terjadi transaksi akan jauh lebih besar ketimbang langsung diminta untuk membeli.

Jadi yang paling penting adalah berikan calon konsumen kesempatan untuk merasakan terlebih dahulu apa yang ingin Anda tawarkan- tentu berikan kualitas yang terbaik yang Anda miliki. Dengan demikian, calon konsumen itu akan semakin mantap dalam membuat keputusannya. Terus dampingi dan berikan informasi yang mereka butuhkan dan buat mereka merasa puas dengan apa yang Anda tawarkan sejak awal.

Strategi Memanfaatkan Fluktuasi Pasar


by tim bei//mbs

Harga minyak terus mengalami kenaikan. Bersamaan dengan itu hampir seluruh bursa di dunia mengalami penurunan, pasar dilanda bearish yang belum juga berakhir. Kenaikan harga komoditas turut juga memicu kekhawatiran dalam jangka pendek yang dapat mengganggu operasional perusahaan-perusahaan go public. Dan tak pelak lagi, pelaku pasar modal di seantero dunia sepakat bahwa kenaikan harga minyak itu dapat mengganggu kinerja perusahaan, mulai dari kenaikan biaya produksi, hingga ketidakmampuan konsumen menyerap jasa dan produk yang ditawarkan. Ekspektasi investor saham benar-benar negatif.

Di Indonesia, kecemasan serupa juga tampak terjadi. Indeks harga saham gabungan BEI terus turun. Sepekan lalu harga minyak kembali mengalami kenaikan hingga USD140 per barrel. Naiknya harga minyak itu kembali menjadi sentimen negatif bagi kinerja bursa. Pasar saham dunia kembali mengalami koreksi harga, tak terkecuali dengan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kendati dengan penurunan tidak setajam di Wall Street dan bursa regional lainnya.

Meski pasar dilanda kecemasan harga minyak, namun investor tampak tetap melanjutkan investasinya di pasar saham. Kendati pasar terus turun, namun nilai dan volume transaksi tak ada yang berubah. Kalau pun berubah tidak begitu signifikan. Nilai transaksi berada pada angka Rp5 hingga Rp7 triliunan, dengan volume saham yang berpindahtangan tetap pada angka yang tak jauh berbeda ketika kondisi pasar normal.

Heran? Tentu tidak. Sebab berinvestasi di pasar saham memang berbeda dengan investasi di sektor lainnya. Kalau pada sektor lain, atau sektor riil, investasi dipastikan akan bisa mencetak untung apabila pasar tersebut tengah bullish. Contoh sederhananya adalah pasar properti, begitu pasar tengah booming (bullish istilah pasar modalnya) maka para pemodal yang menginvestasikan dananya di bidang properti; rumah, tanah, gedung dan sebagainya akan bisa mendapatkan keuntungan. Namun begitu pasar tengah turun, jangan harap properti itu bisa dengan cepat laku terjual.

Di bursa saham kondisinya tidak begitu. Ketika pasar bullish (pasar mengalami kenaikan) maupun pasar dalam kondisi bearish (mengalami penurunan/atau crash sekalipun) pemodal saham tetap berpeluang memperoleh keuntungan. Investor di pasar modal selalu memiliki strategi-strategi khusus dalam mengoptimalkan investasinya di bursa saham ini. Ibaratnya ada seribu satu strategi dan kiat yang bisa diterapkan guna membukukan keuntungan di pasar saham.

Strategi yang diterapkan tentunya tidak sama pada masing-masing investor dan manajer investasi ketika pasar tengah berlangsung. Yang membedakan pola dari masing-masing investor dalam menentukan strategi investasinya di pasar modal akan sangat tergantung pada maksud dan tujuan masing-masing investor saham tersebut. Ada investor yang melakukan investasi saham dengan cara setelah membeli kemudian ia menyimpannya hingga waktu yang lama, tapi ada pula yang berinvestasi saham untuk kepentingan transaksi. Jadi dengan aktivitas transaksi tersebut ia berharap membukukan pendapatan. Tentunya bagi investor yang membeli saham kemudian menyimpannya untuk waktu yang panjang, sudah barang tentu kondisi pasar yang turun pada akhir-akhir ini, karena masalah global sama sekali tidak ada masalah, tidak merasa khawatir dan tak perlu merasa cemas. Terlebih bagi mereka yang meyakini bahwa kondisi harga minyak, resesi ekonomi dan sebagainya sifatnya tidak permanen (hanya sementara saja). Tapi bagi investor yang berinvestasi saham dengan tujuan aktif melakukan transaksi, tentunya penurunan dan kenaikan pasar akan diikuti dengan aktivitas transaksinya. Dengan kata lain apabila terus melakukan transaksi ia merasa yakin bisa membukukan pundi-pundi uang guna meningkatkan investasi dan keuntungan.

Proses Average down

Average down merupakan salah satu istilah teknis dalam investasi di pasar modal. Average down ini secara sederhana dapat diartikan sebagai rata-rata penurunan, atau menurunkan rata-rata. Dalam konteks pasar modal average down ini merupakan sebuah proses investasi (pembelian) saham yang dilakukan investor terhadap saham ketika harga saham yang akan dibeli mengalami penurunan. Tujuan melakukan average down ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan memaksimalkan nilai dari portofolio yang dibuat investor. Diasumsikan suatu saat investor ingin menempatkan 1000 lembar saham xyz pada portofolionya. Lalu ia membeli saham tersebut dengan harga Rp1.000 per lembar sehingga dana yang dikeluarkan sebanyak Rp1 juta.

Beberapa hari berselang, saham tersebut mengalami penurunan menjadi Rp 500 per lembar. Berarti nilai portofolio investor tersebut atas saham xyz telah mengalami penurunan menjadi Rp 500 ribu saja. Karenanya agar nilai saham xyz tetap sama (nilainya bertahan dalam portofolio) investor tersebut kemudian membeli kembali sebanyak 1000 lembar lagi pada harga Rp 500 yang berarti ia mengeluarkan dana Rp 500 ribu lagi. Dari sisi nilai dana yang telah ditanamkan berarti ada untuk mempertahankan agar nilai saham xyz tetap pada posisi Rp 1 juta, investor telah mengeluarkan dana sebanyak Rp 1,5 juta, namun dengan jumlah saham yang porsinya kini menjadi 2000 lembar. Kalau dikemudian hari harga saham xyz mengalami kenaikan kembali menjadi Rp 1.000 per lembar, berarti investor tersebut berhasil mendapatkan keuntungan yang baik. Yakni 2000 lembar saham dikalikan Rp 1000 menjadi Rp 2 juta. Nilai Rp 2 juta ini dikurangi oleh modal yang dikeluarkan yakni Rp 1,5 juta sehingga terdapat keuntungan sebesar Rp 500 ribu.

Terkait dengan average down ini, investor juga bisa melakukan transaksi baik terhadap satu saham saja maupun terhadap beberapa saham dalam portofolio. Yang patut diperhatikan dalam membeli saham secara rata-rata penurunan (average down) ini adalah adanya keyakinan bahwa harga saham atau pasar tersebut memang tengah benar-benar mengalami trend turun. Untuk itu investor yang akan menerapkan strategi average down ini perlu memantau dan memiliki pengetahuan yang tinggi atas saham-saham yang strategi investasinya dilakukan secara average down ini. Ada beberapa faktor yang perlu diketahui sebelum mengambil strategi average down ini, pertama adalah perlu diketahuinya kinerja saham. Apakah saham tersebut sudah undervalue atau overvalue. Untuk mengetahuinya tidak ada jalan lain yang dilakukan investor selain mempelajari perusahaan tersebut melalui laporan keuangan, serta seluruh past performa dari kinerja harga saham emiten itu (historical data).

Kedua, yang juga harus diketahui adalah tentang karakteristik saham tersebut masuk kategori saham pertumbuhan, saham cyclical atau bersiklus (saham yang mengikuti perkembangan ekonomi dan kondisi pasar), saham recovery (saham pertumbuhan) atau saham spekulasi (speculative stock). Faktor-faktor tersebut merupakan aturan dasar yang harus diketahui investor sebelum melakukan transaksi atau investasi di pasar modal. Dan ketiga, yang juga tidak kalah penting yang harus diketahui investor agar penerapan average down ini bisa berhasil adalah sikap optimis dan sabar dalam berinvestasi. Sebab dalam investasi pasar modal sebuah strategi tidak akan menjamin keberhasilan investasi secara terus menerus. Sebab kalau satu strategi bisa berhasil secara terus menerus sudah barang tentu seluruh orang akan mengadopsinya. Itu artinya orang lain juga akan menggunakan, sehingga strategi yang asli akan tergerogoti. Kalau hal itu terjadi maka bersiaplah atas strategi yang lain, misalnya menerapkan startegi saham berpindah, atau menggunakan strategi membeli saham kemudian menyimpan, serta banyak lagi strategi yang bisa dilakukan. Karena itu guna menghindari kerugian dan kesalahan dalam memprediksi harga saham, maupun pasar secara umum, investor perlu melakukan konsultasi dengan broker atau para analis saham.

Read More......
by tim bei//mbs

Harga minyak terus mengalami kenaikan. Bersamaan dengan itu hampir seluruh bursa di dunia mengalami penurunan, pasar dilanda bearish yang belum juga berakhir. Kenaikan harga komoditas turut juga memicu kekhawatiran dalam jangka pendek yang dapat mengganggu operasional perusahaan-perusahaan go public. Dan tak pelak lagi, pelaku pasar modal di seantero dunia sepakat bahwa kenaikan harga minyak itu dapat mengganggu kinerja perusahaan, mulai dari kenaikan biaya produksi, hingga ketidakmampuan konsumen menyerap jasa dan produk yang ditawarkan. Ekspektasi investor saham benar-benar negatif.

Di Indonesia, kecemasan serupa juga tampak terjadi. Indeks harga saham gabungan BEI terus turun. Sepekan lalu harga minyak kembali mengalami kenaikan hingga USD140 per barrel. Naiknya harga minyak itu kembali menjadi sentimen negatif bagi kinerja bursa. Pasar saham dunia kembali mengalami koreksi harga, tak terkecuali dengan aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kendati dengan penurunan tidak setajam di Wall Street dan bursa regional lainnya.

Meski pasar dilanda kecemasan harga minyak, namun investor tampak tetap melanjutkan investasinya di pasar saham. Kendati pasar terus turun, namun nilai dan volume transaksi tak ada yang berubah. Kalau pun berubah tidak begitu signifikan. Nilai transaksi berada pada angka Rp5 hingga Rp7 triliunan, dengan volume saham yang berpindahtangan tetap pada angka yang tak jauh berbeda ketika kondisi pasar normal.

Heran? Tentu tidak. Sebab berinvestasi di pasar saham memang berbeda dengan investasi di sektor lainnya. Kalau pada sektor lain, atau sektor riil, investasi dipastikan akan bisa mencetak untung apabila pasar tersebut tengah bullish. Contoh sederhananya adalah pasar properti, begitu pasar tengah booming (bullish istilah pasar modalnya) maka para pemodal yang menginvestasikan dananya di bidang properti; rumah, tanah, gedung dan sebagainya akan bisa mendapatkan keuntungan. Namun begitu pasar tengah turun, jangan harap properti itu bisa dengan cepat laku terjual.

Di bursa saham kondisinya tidak begitu. Ketika pasar bullish (pasar mengalami kenaikan) maupun pasar dalam kondisi bearish (mengalami penurunan/atau crash sekalipun) pemodal saham tetap berpeluang memperoleh keuntungan. Investor di pasar modal selalu memiliki strategi-strategi khusus dalam mengoptimalkan investasinya di bursa saham ini. Ibaratnya ada seribu satu strategi dan kiat yang bisa diterapkan guna membukukan keuntungan di pasar saham.

Strategi yang diterapkan tentunya tidak sama pada masing-masing investor dan manajer investasi ketika pasar tengah berlangsung. Yang membedakan pola dari masing-masing investor dalam menentukan strategi investasinya di pasar modal akan sangat tergantung pada maksud dan tujuan masing-masing investor saham tersebut. Ada investor yang melakukan investasi saham dengan cara setelah membeli kemudian ia menyimpannya hingga waktu yang lama, tapi ada pula yang berinvestasi saham untuk kepentingan transaksi. Jadi dengan aktivitas transaksi tersebut ia berharap membukukan pendapatan. Tentunya bagi investor yang membeli saham kemudian menyimpannya untuk waktu yang panjang, sudah barang tentu kondisi pasar yang turun pada akhir-akhir ini, karena masalah global sama sekali tidak ada masalah, tidak merasa khawatir dan tak perlu merasa cemas. Terlebih bagi mereka yang meyakini bahwa kondisi harga minyak, resesi ekonomi dan sebagainya sifatnya tidak permanen (hanya sementara saja). Tapi bagi investor yang berinvestasi saham dengan tujuan aktif melakukan transaksi, tentunya penurunan dan kenaikan pasar akan diikuti dengan aktivitas transaksinya. Dengan kata lain apabila terus melakukan transaksi ia merasa yakin bisa membukukan pundi-pundi uang guna meningkatkan investasi dan keuntungan.

Proses Average down

Average down merupakan salah satu istilah teknis dalam investasi di pasar modal. Average down ini secara sederhana dapat diartikan sebagai rata-rata penurunan, atau menurunkan rata-rata. Dalam konteks pasar modal average down ini merupakan sebuah proses investasi (pembelian) saham yang dilakukan investor terhadap saham ketika harga saham yang akan dibeli mengalami penurunan. Tujuan melakukan average down ini tidak lain adalah untuk mempertahankan dan memaksimalkan nilai dari portofolio yang dibuat investor. Diasumsikan suatu saat investor ingin menempatkan 1000 lembar saham xyz pada portofolionya. Lalu ia membeli saham tersebut dengan harga Rp1.000 per lembar sehingga dana yang dikeluarkan sebanyak Rp1 juta.

Beberapa hari berselang, saham tersebut mengalami penurunan menjadi Rp 500 per lembar. Berarti nilai portofolio investor tersebut atas saham xyz telah mengalami penurunan menjadi Rp 500 ribu saja. Karenanya agar nilai saham xyz tetap sama (nilainya bertahan dalam portofolio) investor tersebut kemudian membeli kembali sebanyak 1000 lembar lagi pada harga Rp 500 yang berarti ia mengeluarkan dana Rp 500 ribu lagi. Dari sisi nilai dana yang telah ditanamkan berarti ada untuk mempertahankan agar nilai saham xyz tetap pada posisi Rp 1 juta, investor telah mengeluarkan dana sebanyak Rp 1,5 juta, namun dengan jumlah saham yang porsinya kini menjadi 2000 lembar. Kalau dikemudian hari harga saham xyz mengalami kenaikan kembali menjadi Rp 1.000 per lembar, berarti investor tersebut berhasil mendapatkan keuntungan yang baik. Yakni 2000 lembar saham dikalikan Rp 1000 menjadi Rp 2 juta. Nilai Rp 2 juta ini dikurangi oleh modal yang dikeluarkan yakni Rp 1,5 juta sehingga terdapat keuntungan sebesar Rp 500 ribu.

Terkait dengan average down ini, investor juga bisa melakukan transaksi baik terhadap satu saham saja maupun terhadap beberapa saham dalam portofolio. Yang patut diperhatikan dalam membeli saham secara rata-rata penurunan (average down) ini adalah adanya keyakinan bahwa harga saham atau pasar tersebut memang tengah benar-benar mengalami trend turun. Untuk itu investor yang akan menerapkan strategi average down ini perlu memantau dan memiliki pengetahuan yang tinggi atas saham-saham yang strategi investasinya dilakukan secara average down ini. Ada beberapa faktor yang perlu diketahui sebelum mengambil strategi average down ini, pertama adalah perlu diketahuinya kinerja saham. Apakah saham tersebut sudah undervalue atau overvalue. Untuk mengetahuinya tidak ada jalan lain yang dilakukan investor selain mempelajari perusahaan tersebut melalui laporan keuangan, serta seluruh past performa dari kinerja harga saham emiten itu (historical data).

Kedua, yang juga harus diketahui adalah tentang karakteristik saham tersebut masuk kategori saham pertumbuhan, saham cyclical atau bersiklus (saham yang mengikuti perkembangan ekonomi dan kondisi pasar), saham recovery (saham pertumbuhan) atau saham spekulasi (speculative stock). Faktor-faktor tersebut merupakan aturan dasar yang harus diketahui investor sebelum melakukan transaksi atau investasi di pasar modal. Dan ketiga, yang juga tidak kalah penting yang harus diketahui investor agar penerapan average down ini bisa berhasil adalah sikap optimis dan sabar dalam berinvestasi. Sebab dalam investasi pasar modal sebuah strategi tidak akan menjamin keberhasilan investasi secara terus menerus. Sebab kalau satu strategi bisa berhasil secara terus menerus sudah barang tentu seluruh orang akan mengadopsinya. Itu artinya orang lain juga akan menggunakan, sehingga strategi yang asli akan tergerogoti. Kalau hal itu terjadi maka bersiaplah atas strategi yang lain, misalnya menerapkan startegi saham berpindah, atau menggunakan strategi membeli saham kemudian menyimpan, serta banyak lagi strategi yang bisa dilakukan. Karena itu guna menghindari kerugian dan kesalahan dalam memprediksi harga saham, maupun pasar secara umum, investor perlu melakukan konsultasi dengan broker atau para analis saham.

Bikin Penasaran, Kiat Sukses Berbisnis


by Mochammad Wahyudi

JAKARTA - Mulailah dengan rasa penasaran, niscaya Anda selangkah lebih dekat menuju "singgasana" kesuksesan.

Begitulah kira-kira provokasi yang diajarkan oleh markerter sekaligus penulis buku "Biang Penasaran" Kafi Kurnia. Menurutnya, penasaran adalah biang dari segala kehidupan. Artinya tanpa ada penasaran, kehidupan ini seakan-akan berhenti seketika.

"The Greatest virtue of man perhaps is curiosity," ucap Kafi saat menularkan virus penasarannya di seminar nasional jurus marketing, yang digelar oleh Radio Trijaya, Jakarta 17 Juli, kemarin.

Penasaran memang adalah kata-kata sihir yang maha sakti. Itu diakui Kafi setelah ia melihat sendiri bukti-buktinya
dalam dunia bisnis yang sudah 20 tahun digelutinya. Tidak hanya dia yang tersadar akan kedahsyatan virus "penasaran".
Tetapi juga para pemasar dan ahli komunikasi juga sering mengandalkan penasaran sebagai umpan yang gurih untuk
memancing perhatian publik.

Dia mencontohkan, bagaimana pada 1980-an celana jeans Calvin Klein (CK)� laris manis bak kacang goreng. Bahkan, konon,
konsumen rela antre berjam-jam didepan sebuah department store hanya demi mendapatkan sepotong celana jeans CK
keluaran terbaru.

Itu karena kejelian CK memakai Aktris Brooke Shield yang saat itu baru 15 tahun sebagai model iklan produknya. Pemilihan Shield, bukan tanpa maksud. Saat itu, mantan istri petenis flamboyan Andre Agassi itu adalah biang penasaran. Karena sebelumnya, Shield menjadi pemeran utama dalam film "The Blue Lagoon".

Dimana ia tampil full naked alias telanjang. Momentum penasaran itu yang ingin terus dijaga CK dengan memotret Shield yang memakai celana jeans super ketat dan dipanggul seorang pria.

Bagi para pengusaha kecil, "penasaran" juga seringkali menjadi cara termurah untuk mempromosikan produk atau jasa
yang mereka jual. Tidak perlu strategi yang rumit. Cukup sedikit imajinasi dan kreatifitas untuk membuat orang
penasaran. Kadang cara-cara mereka sukar dijelaskan secara akademis. Adakalanya mereka juga menabrak aturan dan pakem
yang lazim.

Tidak jarang, cara-cara mereka cukup gila, nyeleneh, ngawur, tetapi sesungguhnya kalau kita pikir-pikir terkadang justru sangat sederhana dan masuk akal.

Di Ubud, Bali, juga ada warung kecil yang menjual nasi campur ala Bali. Warung ini dikenal dengan Warung Ibu Oka. Setiap hari
warung ini buka sekitar pukul 11.00 WITA. Tapi, biasanya jam 30 menit sebelumnya, konsumen telah banyak berdatangan. Uniknya mereka dengan sabar menunggu hingga warung buka. Lalu antara pukul 14.30 WITA hingga jam 15.00 WITA, warung ibu Oka biasanya sudah ludes dan kemudian tutup. Anehnya, ia tidak pernah tergoda untuk membuka lebih pagi atau paling tidak menutup warungnya lebih sore atau bahkan membuka cabang. Padahal jualannya laris luar biasa.

Sikap ibu Oka, yang membatasi kegiatan bisnisnya ini boleh dibilang merupakan sebuah manajemen pemasaran yang unik.
Buktinya setiap hari, selalu saja ada konsumen yang datang, tetapi tidak kebagian, sehingga menjadi penasaran. Kebanyakan konsumen yang tidak kebagian itu akan datang lebih pagi lagi agar kebagian.

Untuk menambah keyakinan Anda agar memiliki rasa penasaran yang tidak terbatas. Kafi kemudian mengutip kalimat Carl
Sagan dan Ann Druyan dalam buku mereka yang berjudul "Shadows of Forgotten Ancestors: A Search for Who We Are".

"Rasa penasaran adalah motivasi yang ampuh untuk memacu manusia untuk melakukan sebuah eksplorasi dan berusaha
menemukan sesuatu. Proses penemuan ini, merupakan bagian dari naluri kita untuk tetap bertahan," pungkasnya.

Read More......
by Mochammad Wahyudi

JAKARTA - Mulailah dengan rasa penasaran, niscaya Anda selangkah lebih dekat menuju "singgasana" kesuksesan.

Begitulah kira-kira provokasi yang diajarkan oleh markerter sekaligus penulis buku "Biang Penasaran" Kafi Kurnia. Menurutnya, penasaran adalah biang dari segala kehidupan. Artinya tanpa ada penasaran, kehidupan ini seakan-akan berhenti seketika.

"The Greatest virtue of man perhaps is curiosity," ucap Kafi saat menularkan virus penasarannya di seminar nasional jurus marketing, yang digelar oleh Radio Trijaya, Jakarta 17 Juli, kemarin.

Penasaran memang adalah kata-kata sihir yang maha sakti. Itu diakui Kafi setelah ia melihat sendiri bukti-buktinya
dalam dunia bisnis yang sudah 20 tahun digelutinya. Tidak hanya dia yang tersadar akan kedahsyatan virus "penasaran".
Tetapi juga para pemasar dan ahli komunikasi juga sering mengandalkan penasaran sebagai umpan yang gurih untuk
memancing perhatian publik.

Dia mencontohkan, bagaimana pada 1980-an celana jeans Calvin Klein (CK)� laris manis bak kacang goreng. Bahkan, konon,
konsumen rela antre berjam-jam didepan sebuah department store hanya demi mendapatkan sepotong celana jeans CK
keluaran terbaru.

Itu karena kejelian CK memakai Aktris Brooke Shield yang saat itu baru 15 tahun sebagai model iklan produknya. Pemilihan Shield, bukan tanpa maksud. Saat itu, mantan istri petenis flamboyan Andre Agassi itu adalah biang penasaran. Karena sebelumnya, Shield menjadi pemeran utama dalam film "The Blue Lagoon".

Dimana ia tampil full naked alias telanjang. Momentum penasaran itu yang ingin terus dijaga CK dengan memotret Shield yang memakai celana jeans super ketat dan dipanggul seorang pria.

Bagi para pengusaha kecil, "penasaran" juga seringkali menjadi cara termurah untuk mempromosikan produk atau jasa
yang mereka jual. Tidak perlu strategi yang rumit. Cukup sedikit imajinasi dan kreatifitas untuk membuat orang
penasaran. Kadang cara-cara mereka sukar dijelaskan secara akademis. Adakalanya mereka juga menabrak aturan dan pakem
yang lazim.

Tidak jarang, cara-cara mereka cukup gila, nyeleneh, ngawur, tetapi sesungguhnya kalau kita pikir-pikir terkadang justru sangat sederhana dan masuk akal.

Di Ubud, Bali, juga ada warung kecil yang menjual nasi campur ala Bali. Warung ini dikenal dengan Warung Ibu Oka. Setiap hari
warung ini buka sekitar pukul 11.00 WITA. Tapi, biasanya jam 30 menit sebelumnya, konsumen telah banyak berdatangan. Uniknya mereka dengan sabar menunggu hingga warung buka. Lalu antara pukul 14.30 WITA hingga jam 15.00 WITA, warung ibu Oka biasanya sudah ludes dan kemudian tutup. Anehnya, ia tidak pernah tergoda untuk membuka lebih pagi atau paling tidak menutup warungnya lebih sore atau bahkan membuka cabang. Padahal jualannya laris luar biasa.

Sikap ibu Oka, yang membatasi kegiatan bisnisnya ini boleh dibilang merupakan sebuah manajemen pemasaran yang unik.
Buktinya setiap hari, selalu saja ada konsumen yang datang, tetapi tidak kebagian, sehingga menjadi penasaran. Kebanyakan konsumen yang tidak kebagian itu akan datang lebih pagi lagi agar kebagian.

Untuk menambah keyakinan Anda agar memiliki rasa penasaran yang tidak terbatas. Kafi kemudian mengutip kalimat Carl
Sagan dan Ann Druyan dalam buku mereka yang berjudul "Shadows of Forgotten Ancestors: A Search for Who We Are".

"Rasa penasaran adalah motivasi yang ampuh untuk memacu manusia untuk melakukan sebuah eksplorasi dan berusaha
menemukan sesuatu. Proses penemuan ini, merupakan bagian dari naluri kita untuk tetap bertahan," pungkasnya.

Kiat Menyiasati Kendala Regulasi


by Trust//rhs

JAKARTA - Kendati dokter asing dilarang berpraktik di sini, tapi hal itu tak menghalangi para sinse dari China berkiprah di negeri ini. Nyatanya, keberadaan klinik tradisional asal "Negeri Leluhur" makin menjamur saja. Bagaimana kiatnya?

Tren pengobatan China di negeri ini cenderung makin marak. Selain populasi kliniknya terus meningkat, kita juga mulai akrab dengan sejumlah brand nan khas, seperti Tong Ren Tang, Chang Yen Chen, JiSheng Cancer Centre, Fu Shaw Tang, dan Matahari Traditional Chinese Medical Center. Semua itu, adalah nama-nama kondang rumah pengobatan tradisional asal "Negeri Leluhur" yang mulai meramaikan pasar di sini.

Menariknya pula, kalangan peminatnya makin meluas. Selain masyarakat Tionghoa, juga banyak kalangan eksekutif (non-keturunan) yang mulai meminati kehadiran mereka. Lihat saja sebarannya. Dulu, toko-toko obat China dan rumah sinse hanya ada di kawasan peChinan. Tapi kini, juga mulai jamak terlihat di kawasan bisnis modern. Di Jakarta misalnya, selain di kawasan Kota, klinik China juga bisa ditemui di Kelapa Gading, Kuningan, dan Menteng.

Klinik-klinik di kawasan elite itu, bisa dipastikan, menyasar segmen dari kalangan atas berduit. Terobosan tergolong berani. Maklum, berada di sana, juga berarti harus menghadapi kekuatan rumah sakit modern yang sudah lebih dulu mengakar dengan pasar di sini. Belum lagi harus bertempur dengan sesama klinik China lainnya.

Oleh sebab itu, sebagai pendatang baru, seyogianya mereka harus memiliki strategi tersendiri agar bisa diterima pasar. Di antaranya, gencar beriklan di berbagai media massa. Selain itu, kiat yang tengah dikembangkan oleh JiSheng Cancer Centre of Traditional Chinese Medicine Indonesia, patut disimak. Agar tak serta-merta tergusur oleh kekuatan rumah sakit modern, klinik yang bercokol di pusat bisnis Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini memosisikan dirinya sebagai rumah pengobatan alternatif.

Upayanya itu, tampaknya berhasil. Sejak mulai beroperasi empat tahun lalu, menurut Hermanto Wijaya, Presiden Direktur JiSheng Cancer Centre, pihaknya memang banyak menangani pasien yang putus asa karena mengidap kanker dan tumor kritis. Uniknya, "Mereka datang ke klinik kami karena dirujuk oleh tim dokter yang pernah menanganinya," kata Hermanto. Kendati hanya sebagai "rumah" rujukan, setidaknya mereka bisa membuktikan bahwa metodenya tergolong manjur.

Sebenarnya pula, bila menilik "isi perutnya", semisal klinik tradisional sekaliber JiSheng, ternyata tak kuno-kuno amat. Lihat saja peralatan pengobatan yang ada di sana, bahkan tak kalah modern ketimbang peralatan medis yang dimiliki rumah sakit swasta paling mutakhir. Selain laboratorium dengan peralatan nan lengkap, klinik ini juga dilengkapi sejumlah peranti lain berteknologi canggih. Mulai dari unit USG, CT Scan, Sinar X, electronic chemistry therapy, hingga alat terapi yang memanfaatkan gelombang mikro dan sinar gamma.

Modalnya Relatif Tak Mahal
Untuk semua itu, menurut Hermanto, modalnya minimal Rp300 juta. Relatif tak mahal, lantaran sebagian besar peralatan diimpor dari China. Keuntungan lainnya, berkat bantuan berbagai teknologi itu, memungkinkan klinik ini seminimal mungkin melakukan tindakan pembedahan (operasi), metode yang sebenarnya paling didambakan banyak pasien.

Untuk menjalankan semua peralatan canggih itu, sudah barang tentu perlu dukungan tenaga ahli yang memadai. Tentunya pula, tim medik yang sudah teruji kepiawaiannya. "Di setiap klinik JiSheng, setidaknya ada tiga-empat dokter ahli pengobatan China, yang lazim disebut sinse," ujar Hermanto. Kebanyakan dari mereka memang tergolong sinse berpengalaman yang didatangkan langsung dari China. Agar pengobatannya optimal, "Setiap sinse dibatasi menangani paling banyak 15 pasien per hari," imbuhnya.

Membatasi kunjungan pasien bukan berarti menekan pendapatan. Sebagai penyeimbang, pengelola JiSheng menyiasatinya lewat kebijakan tarif. Nyatanya, ongkos berobat di klinik ini cukup tinggi, yakni hanya untuk sekali berkonsultasi atau terapi setiap pasiennya akan dikenakan minimal Rp500 ribu. Harga obat yang ditawarkannya pun terbilang mahal, sebutirnya ada yang dibanderol Rp50 ribu.

Dengan begitu, klinik ini tak membuka peluang bagi kalangan tak mampu? Tidak juga. Buat mereka, pengelola JiSheng memberlakukan kebijakan tersendiri, di antaranya tarif khusus yang bisa dijangkau.
Berkat berbagai kiat yang dijalankannya, bisa dibilang, perjalanan JiSheng di ranah Nusantara tergolong sukses. Malah mampu berkembang. Awalnya hanya di Surabaya, kini bertambah hingga 13 cabang yang berserak di sejumlah kota besar, antara lain, Makassar, Jakarta, Medan, Banten, Surakarta, Pontianak, dan Semarang. Pada Agustus nanti, rencananya klinik ke-15 yang di Bandung mulai dioperasikan.

Sebenarnya pula, memulai usaha klinik tradisional China di negeri ini, tidak semudah dibayangkan banyak kalangan. Kendala utamanya bermuara pada regulasinya. Salah satunya menyangkut izin bagi dokter asing, sampai saat ini pemerintah masih melarang mereka membuka praktik di sini. Kalaupun ada sejumlah dokter asing yang membuka praktik di sini, menurut Fachmi Idris, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jelas itu ilegal. Karena itu, "Sudah seharusnya pemerintah menindak mereka dengan tegas," katanya.

Lalu, bagaimana pula halnya dengan para sinse dari China--notabene juga bisa digolongkan sebagai ahli medik alias dokter? Untuk menyiasati masalah ini, para pengelola JiSheng punya cara unik. Kiatnya, di antaranya, dengan menggandeng mitra dokter ahli dari Indonesia. Seperti klinik yang di Kelapa Gading, sebenarnya izin praktiknya atas nama dr Bertha Herlina, MD, tak lain pemilik Klinik ProVitalitas. Akan halnya para sinse yang ada di sana, sesungguhnya bukan dokter, melainkan konsultan kesehatan.

Strategi yang agak berbeda diterapkan oleh Tong Ren Tang. Untuk memudahkan penetrasi pasarnya, klinik pengobatan China yang berdomisili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ini cenderung lebih mengandalkan nama besar brand-nya. Menurut Zhu Yu, Business Development Manager Tong Ren Tang, metode pengobatan yang berhasil dikembangkan di klinik ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Di negara asalnya, Tong Ren Tang yang telah berdiri sejak 1669, kesohor sebagai rumah obat kepercayaan Kaisar Yongzheng (Dinasti Qing). Sampai saat ini, Tong Ren Tang telah merebak di 20 negara, di antaranya di Indonesia (sejak Juni 2004).

Metode pengobatannya, sebenarnya, tak ubahnya dengan model ala Barat. Setiap pasiennya akan didiagnosis terlebih dahulu. Setelah itu, terapi baru dilakukan, di antaranya dengan cara akupunktur atau tuina (pijat untuk pengobatan) serta pengobatan berdasarkan resep.
Kalangan peminatnya tergolong beragam, alias tak hanya dari warga keturunan. Mereka, kata Zhu, umumnya para pengidap stroke, infertility (mandul), kista, tumor, gangguan pada ginjal, dan diabetes. Dalam sehari, klinik ini melayani rata-rata 30 pasien. Bila mereka berminat, lantaran tarif berobatnya cukup bersaing. Untuk sekali datang, setiap pasiennya dikenakan biaya sekitar Rp360 ribu.

Read More......
by Trust//rhs

JAKARTA - Kendati dokter asing dilarang berpraktik di sini, tapi hal itu tak menghalangi para sinse dari China berkiprah di negeri ini. Nyatanya, keberadaan klinik tradisional asal "Negeri Leluhur" makin menjamur saja. Bagaimana kiatnya?

Tren pengobatan China di negeri ini cenderung makin marak. Selain populasi kliniknya terus meningkat, kita juga mulai akrab dengan sejumlah brand nan khas, seperti Tong Ren Tang, Chang Yen Chen, JiSheng Cancer Centre, Fu Shaw Tang, dan Matahari Traditional Chinese Medical Center. Semua itu, adalah nama-nama kondang rumah pengobatan tradisional asal "Negeri Leluhur" yang mulai meramaikan pasar di sini.

Menariknya pula, kalangan peminatnya makin meluas. Selain masyarakat Tionghoa, juga banyak kalangan eksekutif (non-keturunan) yang mulai meminati kehadiran mereka. Lihat saja sebarannya. Dulu, toko-toko obat China dan rumah sinse hanya ada di kawasan peChinan. Tapi kini, juga mulai jamak terlihat di kawasan bisnis modern. Di Jakarta misalnya, selain di kawasan Kota, klinik China juga bisa ditemui di Kelapa Gading, Kuningan, dan Menteng.

Klinik-klinik di kawasan elite itu, bisa dipastikan, menyasar segmen dari kalangan atas berduit. Terobosan tergolong berani. Maklum, berada di sana, juga berarti harus menghadapi kekuatan rumah sakit modern yang sudah lebih dulu mengakar dengan pasar di sini. Belum lagi harus bertempur dengan sesama klinik China lainnya.

Oleh sebab itu, sebagai pendatang baru, seyogianya mereka harus memiliki strategi tersendiri agar bisa diterima pasar. Di antaranya, gencar beriklan di berbagai media massa. Selain itu, kiat yang tengah dikembangkan oleh JiSheng Cancer Centre of Traditional Chinese Medicine Indonesia, patut disimak. Agar tak serta-merta tergusur oleh kekuatan rumah sakit modern, klinik yang bercokol di pusat bisnis Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini memosisikan dirinya sebagai rumah pengobatan alternatif.

Upayanya itu, tampaknya berhasil. Sejak mulai beroperasi empat tahun lalu, menurut Hermanto Wijaya, Presiden Direktur JiSheng Cancer Centre, pihaknya memang banyak menangani pasien yang putus asa karena mengidap kanker dan tumor kritis. Uniknya, "Mereka datang ke klinik kami karena dirujuk oleh tim dokter yang pernah menanganinya," kata Hermanto. Kendati hanya sebagai "rumah" rujukan, setidaknya mereka bisa membuktikan bahwa metodenya tergolong manjur.

Sebenarnya pula, bila menilik "isi perutnya", semisal klinik tradisional sekaliber JiSheng, ternyata tak kuno-kuno amat. Lihat saja peralatan pengobatan yang ada di sana, bahkan tak kalah modern ketimbang peralatan medis yang dimiliki rumah sakit swasta paling mutakhir. Selain laboratorium dengan peralatan nan lengkap, klinik ini juga dilengkapi sejumlah peranti lain berteknologi canggih. Mulai dari unit USG, CT Scan, Sinar X, electronic chemistry therapy, hingga alat terapi yang memanfaatkan gelombang mikro dan sinar gamma.

Modalnya Relatif Tak Mahal
Untuk semua itu, menurut Hermanto, modalnya minimal Rp300 juta. Relatif tak mahal, lantaran sebagian besar peralatan diimpor dari China. Keuntungan lainnya, berkat bantuan berbagai teknologi itu, memungkinkan klinik ini seminimal mungkin melakukan tindakan pembedahan (operasi), metode yang sebenarnya paling didambakan banyak pasien.

Untuk menjalankan semua peralatan canggih itu, sudah barang tentu perlu dukungan tenaga ahli yang memadai. Tentunya pula, tim medik yang sudah teruji kepiawaiannya. "Di setiap klinik JiSheng, setidaknya ada tiga-empat dokter ahli pengobatan China, yang lazim disebut sinse," ujar Hermanto. Kebanyakan dari mereka memang tergolong sinse berpengalaman yang didatangkan langsung dari China. Agar pengobatannya optimal, "Setiap sinse dibatasi menangani paling banyak 15 pasien per hari," imbuhnya.

Membatasi kunjungan pasien bukan berarti menekan pendapatan. Sebagai penyeimbang, pengelola JiSheng menyiasatinya lewat kebijakan tarif. Nyatanya, ongkos berobat di klinik ini cukup tinggi, yakni hanya untuk sekali berkonsultasi atau terapi setiap pasiennya akan dikenakan minimal Rp500 ribu. Harga obat yang ditawarkannya pun terbilang mahal, sebutirnya ada yang dibanderol Rp50 ribu.

Dengan begitu, klinik ini tak membuka peluang bagi kalangan tak mampu? Tidak juga. Buat mereka, pengelola JiSheng memberlakukan kebijakan tersendiri, di antaranya tarif khusus yang bisa dijangkau.
Berkat berbagai kiat yang dijalankannya, bisa dibilang, perjalanan JiSheng di ranah Nusantara tergolong sukses. Malah mampu berkembang. Awalnya hanya di Surabaya, kini bertambah hingga 13 cabang yang berserak di sejumlah kota besar, antara lain, Makassar, Jakarta, Medan, Banten, Surakarta, Pontianak, dan Semarang. Pada Agustus nanti, rencananya klinik ke-15 yang di Bandung mulai dioperasikan.

Sebenarnya pula, memulai usaha klinik tradisional China di negeri ini, tidak semudah dibayangkan banyak kalangan. Kendala utamanya bermuara pada regulasinya. Salah satunya menyangkut izin bagi dokter asing, sampai saat ini pemerintah masih melarang mereka membuka praktik di sini. Kalaupun ada sejumlah dokter asing yang membuka praktik di sini, menurut Fachmi Idris, Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jelas itu ilegal. Karena itu, "Sudah seharusnya pemerintah menindak mereka dengan tegas," katanya.

Lalu, bagaimana pula halnya dengan para sinse dari China--notabene juga bisa digolongkan sebagai ahli medik alias dokter? Untuk menyiasati masalah ini, para pengelola JiSheng punya cara unik. Kiatnya, di antaranya, dengan menggandeng mitra dokter ahli dari Indonesia. Seperti klinik yang di Kelapa Gading, sebenarnya izin praktiknya atas nama dr Bertha Herlina, MD, tak lain pemilik Klinik ProVitalitas. Akan halnya para sinse yang ada di sana, sesungguhnya bukan dokter, melainkan konsultan kesehatan.

Strategi yang agak berbeda diterapkan oleh Tong Ren Tang. Untuk memudahkan penetrasi pasarnya, klinik pengobatan China yang berdomisili di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, ini cenderung lebih mengandalkan nama besar brand-nya. Menurut Zhu Yu, Business Development Manager Tong Ren Tang, metode pengobatan yang berhasil dikembangkan di klinik ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Di negara asalnya, Tong Ren Tang yang telah berdiri sejak 1669, kesohor sebagai rumah obat kepercayaan Kaisar Yongzheng (Dinasti Qing). Sampai saat ini, Tong Ren Tang telah merebak di 20 negara, di antaranya di Indonesia (sejak Juni 2004).

Metode pengobatannya, sebenarnya, tak ubahnya dengan model ala Barat. Setiap pasiennya akan didiagnosis terlebih dahulu. Setelah itu, terapi baru dilakukan, di antaranya dengan cara akupunktur atau tuina (pijat untuk pengobatan) serta pengobatan berdasarkan resep.
Kalangan peminatnya tergolong beragam, alias tak hanya dari warga keturunan. Mereka, kata Zhu, umumnya para pengidap stroke, infertility (mandul), kista, tumor, gangguan pada ginjal, dan diabetes. Dalam sehari, klinik ini melayani rata-rata 30 pasien. Bila mereka berminat, lantaran tarif berobatnya cukup bersaing. Untuk sekali datang, setiap pasiennya dikenakan biaya sekitar Rp360 ribu.

Bagaimana Menjadi Murah dan Berkualitas (2)


by Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta

Konsep lean manufacturing sebenarnya adalah konsep yang sederhana, yaitu menerapkan filosofi penjadwalan yang ketat dan produksi dalam batch yang lebih kecil daripada sebelumnya yang memungkinkan biaya produksi lebih murah daripada sebelumnya. Elemen-elemen dalam lean manufacturing ini juga bukan konsep yang revolusioner seperti konsep just in time pada penyimpanan inventory dan pengapalan produk.

Tetapi dalam industri automotif, konsep ini merupakan suatu terobosan setelah konsep Fordism yang telah dianut hampir seabad oleh pabrikan-pabrikan automotif di seluruh dunia, terutama tentu saja pabrikan mobil di Detroit Amerika Serikat. Perbedaan yang menonjol adalah jalur perakitan yang menyusut dari sebelumnya menggunakan 7 jalur (Fordism) menjadi hanya 5 jalur (lean manufacturing). Ternyata dengan efisiensi jalur perakitan seperti ini, selain memangkas ongkos produksi, aktivitas quality control juga dapat dilakukan secara lebih akurat. Produksi dalam batch-batch yang lebih kecil sangat efektif untuk mereduksi lag dalam jalur produksi, karena kekurangan atau over supply dari proses sebelumnya.

Namun lebih daripada itu, menurut Hajime Oba, Chief Executive Organization dari Toyota Amerika di era 2001, jiwa dari lean production yang diterapkan oleh pabrikan-pabrikan Jepang adalah semangat heijunka yang dapat diterjemahkan bebas sebagai semangat standardisasi. Semangat ini memungkinkan para pekerja untuk bekerja dalam suasana yang stabil dan tenang, tidak terpengaruh oleh kondisi psikologis ataupun faktor eksternal lainnya (dalam beberapa hal, mungkin hal ini yang juga menyebabkan orang lain melihat orang Jepang bekerja seperti robot). Bekerja dalam kondisi ini tentu juga memudahkan untuk mengendalikan kualitas pekerjaan.

Hal-hal tersebut yang membuat lean manufacturing ala Toyota dan pabrikan Jepang lainnya seperti Honda ataupun Yamaha menjadi unik. Metode operasi yang diterapkan mereka 'hanya' membutuhkan orang-orang biasa untuk menjalankannya, tetapi melalui metode tersebut mereka melakukannya dengan luar biasa. Hal penting lain yang dilakukan oleh mereka adalah menjaga kualitas dan kontinuitas dari supply inbound dan outbound dari produksi perakitan kendaraan mereka.

Bukan rahasia lagi bahwa pabrik-pabrikan automotif dari Jepang sangat� memperhatikan dan menjaga hubungan mereka dengan suplier. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap mendapat pasokan komponen dalam kualitas dan kuantitas yang tetap terjaga.

Pertanyaan selanjutnya, berkaitan dengan terbantahkannya anggapan "ada harga ada rupa", selain industri automotif, industri apalagi yang dapat mengadopsi model efisiensi produksi seperti ini? apakah model ini hanya dapat diterapkan pada satu jenis industri saja? pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya dapat dikembangkan dalam kajian-kajian yang lebih mendalam dan menarik, karena model ini sangat potensial untuk menciptakan aksesibilitas yang lebih luas dari konsumen terhadap produk, terutama untuk produk-produk yang dibutuhkan oleh orang banyak tetapi masih memiliki tingkat harga yang relatif tinggi bagi kebanyakan konsumen.

Read More......
by Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta

Konsep lean manufacturing sebenarnya adalah konsep yang sederhana, yaitu menerapkan filosofi penjadwalan yang ketat dan produksi dalam batch yang lebih kecil daripada sebelumnya yang memungkinkan biaya produksi lebih murah daripada sebelumnya. Elemen-elemen dalam lean manufacturing ini juga bukan konsep yang revolusioner seperti konsep just in time pada penyimpanan inventory dan pengapalan produk.

Tetapi dalam industri automotif, konsep ini merupakan suatu terobosan setelah konsep Fordism yang telah dianut hampir seabad oleh pabrikan-pabrikan automotif di seluruh dunia, terutama tentu saja pabrikan mobil di Detroit Amerika Serikat. Perbedaan yang menonjol adalah jalur perakitan yang menyusut dari sebelumnya menggunakan 7 jalur (Fordism) menjadi hanya 5 jalur (lean manufacturing). Ternyata dengan efisiensi jalur perakitan seperti ini, selain memangkas ongkos produksi, aktivitas quality control juga dapat dilakukan secara lebih akurat. Produksi dalam batch-batch yang lebih kecil sangat efektif untuk mereduksi lag dalam jalur produksi, karena kekurangan atau over supply dari proses sebelumnya.

Namun lebih daripada itu, menurut Hajime Oba, Chief Executive Organization dari Toyota Amerika di era 2001, jiwa dari lean production yang diterapkan oleh pabrikan-pabrikan Jepang adalah semangat heijunka yang dapat diterjemahkan bebas sebagai semangat standardisasi. Semangat ini memungkinkan para pekerja untuk bekerja dalam suasana yang stabil dan tenang, tidak terpengaruh oleh kondisi psikologis ataupun faktor eksternal lainnya (dalam beberapa hal, mungkin hal ini yang juga menyebabkan orang lain melihat orang Jepang bekerja seperti robot). Bekerja dalam kondisi ini tentu juga memudahkan untuk mengendalikan kualitas pekerjaan.

Hal-hal tersebut yang membuat lean manufacturing ala Toyota dan pabrikan Jepang lainnya seperti Honda ataupun Yamaha menjadi unik. Metode operasi yang diterapkan mereka 'hanya' membutuhkan orang-orang biasa untuk menjalankannya, tetapi melalui metode tersebut mereka melakukannya dengan luar biasa. Hal penting lain yang dilakukan oleh mereka adalah menjaga kualitas dan kontinuitas dari supply inbound dan outbound dari produksi perakitan kendaraan mereka.

Bukan rahasia lagi bahwa pabrik-pabrikan automotif dari Jepang sangat� memperhatikan dan menjaga hubungan mereka dengan suplier. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap mendapat pasokan komponen dalam kualitas dan kuantitas yang tetap terjaga.

Pertanyaan selanjutnya, berkaitan dengan terbantahkannya anggapan "ada harga ada rupa", selain industri automotif, industri apalagi yang dapat mengadopsi model efisiensi produksi seperti ini? apakah model ini hanya dapat diterapkan pada satu jenis industri saja? pertanyaan-pertanyaan tersebut nantinya dapat dikembangkan dalam kajian-kajian yang lebih mendalam dan menarik, karena model ini sangat potensial untuk menciptakan aksesibilitas yang lebih luas dari konsumen terhadap produk, terutama untuk produk-produk yang dibutuhkan oleh orang banyak tetapi masih memiliki tingkat harga yang relatif tinggi bagi kebanyakan konsumen.

Bagaimana Menjadi Murah dan Berkualitas (1)


by Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta


Pepatah lama mengatakan: "ada harga ada rupa". Apabila mendengar pepatah maka pikiran kita akan merujuk kepada hubungan transaksi antara produsen dan konsumen, dimana untuk setiap barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen pasti terdapat strata kualitas yang pembedanya biasanya ditentukan oleh harga.

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita telah mahfum dan menerima hal ini sebagai kondisi yang wajar, istilahnya sudah taken for granted, bahwa untuk setiap jasa atau produk yang lebih memuaskan atau lebih sophisticated pasti diperlukan biaya produksi yang lebih tinggi pula bila dibandingkan dengan jasa atau produk yang sifatnya biasa-biasa saja.

Namun dalam beberapa tahun belakangan anggapan ini tampaknya sudah mulai dapat dipatahkan. Apa pasal? tidak lain dan tidak bukan dalam 5 tahun terakhir ini konsumen kita dihadapkan pada sebuah fenomena besar: yaitu kendaraan murah (mobil dan sepeda motor). Fenomena tersebut seakan membalik kesadaran konsumen akan pakem "ada harga ada rupa". Bahwa produk yang murah pasti kualitasnya lebih rendah daripada produk yang lebih mahal.

Produk kendaraan atau otomotif menjadi fenomena karena sebelum era "murah", kendaraan merupakan salah satu ikon produk yang harus ditebus dengan harga yang cukup tinggi. Alih-alih untuk mendapatkan kualitas. Kondisi ini diperkuat pada era masuknya sepeda motor China pada awal tahun 2000, di mana harga produk yang murah harus diiringi dengan konsekuensi kekecewaan konsumen karena mutunya sangat buruk.

Namun lihatlah apa yang terjadi saat ini,� pabrikan sepeda motor Jepang menjawab 'tantangan' kebutuhan konsumen akan produk yang murah dan berkualitas dengan meluncurkan produk-produk sepeda motor 'paket hemat' yang pada tahun 2002-2003 dimulai dengan meluncurkan sepeda motor tipe bebek dengan harga antara Rp9 juta s/d Rp10 juta, dibandingkan dengan harga motor bebek yang full spec Rp12,5 juta. Kemudian pabrikan Suzuki meluncurkan tipe sport 125cc (Thunder 125) dengan harga setara sepeda motor bebek full spec. Dan pada tahun 2006-2007 pabrikan Yamaha meluncurkan sepeda motor tipe bebek dan sport yang lengkapi dengan teknologi terbaru dengan harga yang sangat kompetitif.

Fenomena serupa juga terjadi pada produk mobil. Fenomena terbesar yaitu pada saat Toyota dan Daihatsu meluncurkan produk kembar yang diproduksi di pabrik Daihatsu Indonesia: Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Produk tersebut pada awal kemunculannya di tahun 2004 dibanderol antara Rp75 juta s/d Rp95 juta (tergantung tipe dan spesifikasi). Cukup jauh berselisih harga dengan merek lain yang memang didesain khusus untuk mobil penumpang dan menawarkan sejumlah akomodasi kenyamanan kepada penumpangnya.

Dengan berjalannya waktu, terbukti pada produk-produk tersebut ternyata cukup reliable dan memuaskan para penggunanya. Salah satu indikatornya adalah harga jual kembali (resale value) dari kendaraan-kendaraan tersebut yang tetap terjaga. Pertanyaannya kemudian, apakah yang memungkinkan terjadinya fenomena ini? sebenarnya memang banyak faktor yang berpengaruh, seperti kebijakan-kebijakan yang berlaku dalam industri yang bersangkutan seperti tarif bea masuk, pajak dan lainnya. Namun satu hal yang krusial dan diterapkan secara konsisten oleh pabrikan-pabrikan Jepang, khususnya Toyota (yang saat ini juga memiliki saham mayoritas di pabrikan sepeda motor Yamaha) adalah efisiensi dalam operasional di pabrik-pabrik perakitan mereka, yang dikenal dengan konsep lean manufacturing.

Read More......
by Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta


Pepatah lama mengatakan: "ada harga ada rupa". Apabila mendengar pepatah maka pikiran kita akan merujuk kepada hubungan transaksi antara produsen dan konsumen, dimana untuk setiap barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen pasti terdapat strata kualitas yang pembedanya biasanya ditentukan oleh harga.

Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita telah mahfum dan menerima hal ini sebagai kondisi yang wajar, istilahnya sudah taken for granted, bahwa untuk setiap jasa atau produk yang lebih memuaskan atau lebih sophisticated pasti diperlukan biaya produksi yang lebih tinggi pula bila dibandingkan dengan jasa atau produk yang sifatnya biasa-biasa saja.

Namun dalam beberapa tahun belakangan anggapan ini tampaknya sudah mulai dapat dipatahkan. Apa pasal? tidak lain dan tidak bukan dalam 5 tahun terakhir ini konsumen kita dihadapkan pada sebuah fenomena besar: yaitu kendaraan murah (mobil dan sepeda motor). Fenomena tersebut seakan membalik kesadaran konsumen akan pakem "ada harga ada rupa". Bahwa produk yang murah pasti kualitasnya lebih rendah daripada produk yang lebih mahal.

Produk kendaraan atau otomotif menjadi fenomena karena sebelum era "murah", kendaraan merupakan salah satu ikon produk yang harus ditebus dengan harga yang cukup tinggi. Alih-alih untuk mendapatkan kualitas. Kondisi ini diperkuat pada era masuknya sepeda motor China pada awal tahun 2000, di mana harga produk yang murah harus diiringi dengan konsekuensi kekecewaan konsumen karena mutunya sangat buruk.

Namun lihatlah apa yang terjadi saat ini,� pabrikan sepeda motor Jepang menjawab 'tantangan' kebutuhan konsumen akan produk yang murah dan berkualitas dengan meluncurkan produk-produk sepeda motor 'paket hemat' yang pada tahun 2002-2003 dimulai dengan meluncurkan sepeda motor tipe bebek dengan harga antara Rp9 juta s/d Rp10 juta, dibandingkan dengan harga motor bebek yang full spec Rp12,5 juta. Kemudian pabrikan Suzuki meluncurkan tipe sport 125cc (Thunder 125) dengan harga setara sepeda motor bebek full spec. Dan pada tahun 2006-2007 pabrikan Yamaha meluncurkan sepeda motor tipe bebek dan sport yang lengkapi dengan teknologi terbaru dengan harga yang sangat kompetitif.

Fenomena serupa juga terjadi pada produk mobil. Fenomena terbesar yaitu pada saat Toyota dan Daihatsu meluncurkan produk kembar yang diproduksi di pabrik Daihatsu Indonesia: Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Produk tersebut pada awal kemunculannya di tahun 2004 dibanderol antara Rp75 juta s/d Rp95 juta (tergantung tipe dan spesifikasi). Cukup jauh berselisih harga dengan merek lain yang memang didesain khusus untuk mobil penumpang dan menawarkan sejumlah akomodasi kenyamanan kepada penumpangnya.

Dengan berjalannya waktu, terbukti pada produk-produk tersebut ternyata cukup reliable dan memuaskan para penggunanya. Salah satu indikatornya adalah harga jual kembali (resale value) dari kendaraan-kendaraan tersebut yang tetap terjaga. Pertanyaannya kemudian, apakah yang memungkinkan terjadinya fenomena ini? sebenarnya memang banyak faktor yang berpengaruh, seperti kebijakan-kebijakan yang berlaku dalam industri yang bersangkutan seperti tarif bea masuk, pajak dan lainnya. Namun satu hal yang krusial dan diterapkan secara konsisten oleh pabrikan-pabrikan Jepang, khususnya Toyota (yang saat ini juga memiliki saham mayoritas di pabrikan sepeda motor Yamaha) adalah efisiensi dalam operasional di pabrik-pabrik perakitan mereka, yang dikenal dengan konsep lean manufacturing.

Memberi Hadiah, tapi Mendapat Untung dari Penjualan Hadiah


by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005 (//rhs)

DULU cukup banyak orang yang bertanya kepada saya seperti ini, "Pak, saya ingin meningkatkan pemasaran dengan memberikan hadiah kepada konsumen. Namun saya takut bagaimana kalau saya malah rugi nantinya?"

Mereka bertanya seperti itu karena belum tahu caranya. Jika Anda belum mengetahui cara yang efektif, memberikan hadiah bisa jadi akan merugikan usaha Anda.

Karena itu belajarlah dengan apa yang telah saya praktikkan sendiri dan saya tulis dalam buku Marketing Revolution saya. Karena dengan belajar cara yang tepat, kita bisa tetap memberi hadiah tanpa mengurangi margin, malah mendapat untung dari penjualan hadiah.

Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut. Carilah hadiah yang mahal/kesannya mahal. Kalau bisa eksklusif dan orang lain tidak mempunyainya. Kemudian diberi syarat, untuk pembelian dalam jumlah tertentu, pembeli boleh membeli hadiah dengan harga murah. (Harga ini lebih murah dari harga normal,tetapi tetap lebih tinggi dari harga beli). Diberi batas waktu.

Contoh:
Kita memberi hadiah malah bisa lebih untung karena hadiah dijual. Contoh: Dulu adik saya waktu SMA jual kaus untuk promosi ke toko-toko emas, banyak yang menolak. Karena margin emas tipis.

Kemudian cara pemasarannya diperbaiki sehingga, kalau beli 10 gram,dapat kaus gratis, tapi bila lima gram bisa dapat kaus gratis cukup bayar Rp2.000 (karena harga kaus jenis tersebut di pasaran saat itu Rp4.000). Saat itu harga kausnya, karena beli di grosir dari pabriknya bisa dapat @ Rp1.700. Satu toko menyambut ide ini.

Akhirnya toko-toko lain ikut pesan kaus dan ramai-ramai dapat untung triple: (1) dari emasnya, (2) dari hadiah kausnya, dan (3) dari pemakaian kaus tersebut karena ketika dipakai, kaus tersebut mempromosikan tokonya. (Jadi, apa yang terjadi ketika orang beli lima gram emas dan menambah Rp2.000 untuk mendapatkan kaosnya? Karena kausnya @ Rp1.700, yang memberi hadiah malah untung Rp300.

Contoh lain:
Pompa bensin Shell pernah memberi program berikut ini. "Bagi setiap pembelian 20 liter boleh membeli mobil-mobilan Ferrari yang terdiri atas 6 varian @ Rp29.500." Tahukah Anda,walaupun mainan mobil Ferrari ini resmi berlogo Ferrari, ternyata made in China.

Apakah berdasarkan ongkos produksi mobil-mobilan ini yang ternyata dari plastik, tapi tetap menarik. Buktinya saya koleksi banyak, berharga lebih dari Rp29.500? Saya yakin tidak. Karena waktu saya di China, mereka bisa menjual bolpoin Mount Blanc aspal (asli tapi palsu) dengan harga setelah dikurskan ke rupiah Rp8.000.

Lantas, karena ada pembatasan sampai tanggal tertentu hadiah mobil-mobilan Ferrari tidak boleh dibeli lagi, berbondongbondong orang membelinya. Sudah bensin semakin laris, untung dobel lagi. Isi bensin untung, jual hadiah juga untung. Anda juga bisa mempraktikkannya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. Namun, harus terus diukur dan dimonitor serta dikembangkan agar lebih efektif.

Read More......
by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia The most Powerful People and Ideas in Business 2005 (//rhs)

DULU cukup banyak orang yang bertanya kepada saya seperti ini, "Pak, saya ingin meningkatkan pemasaran dengan memberikan hadiah kepada konsumen. Namun saya takut bagaimana kalau saya malah rugi nantinya?"

Mereka bertanya seperti itu karena belum tahu caranya. Jika Anda belum mengetahui cara yang efektif, memberikan hadiah bisa jadi akan merugikan usaha Anda.

Karena itu belajarlah dengan apa yang telah saya praktikkan sendiri dan saya tulis dalam buku Marketing Revolution saya. Karena dengan belajar cara yang tepat, kita bisa tetap memberi hadiah tanpa mengurangi margin, malah mendapat untung dari penjualan hadiah.

Adapun cara yang bisa dilakukan di antaranya sebagai berikut. Carilah hadiah yang mahal/kesannya mahal. Kalau bisa eksklusif dan orang lain tidak mempunyainya. Kemudian diberi syarat, untuk pembelian dalam jumlah tertentu, pembeli boleh membeli hadiah dengan harga murah. (Harga ini lebih murah dari harga normal,tetapi tetap lebih tinggi dari harga beli). Diberi batas waktu.

Contoh:
Kita memberi hadiah malah bisa lebih untung karena hadiah dijual. Contoh: Dulu adik saya waktu SMA jual kaus untuk promosi ke toko-toko emas, banyak yang menolak. Karena margin emas tipis.

Kemudian cara pemasarannya diperbaiki sehingga, kalau beli 10 gram,dapat kaus gratis, tapi bila lima gram bisa dapat kaus gratis cukup bayar Rp2.000 (karena harga kaus jenis tersebut di pasaran saat itu Rp4.000). Saat itu harga kausnya, karena beli di grosir dari pabriknya bisa dapat @ Rp1.700. Satu toko menyambut ide ini.

Akhirnya toko-toko lain ikut pesan kaus dan ramai-ramai dapat untung triple: (1) dari emasnya, (2) dari hadiah kausnya, dan (3) dari pemakaian kaus tersebut karena ketika dipakai, kaus tersebut mempromosikan tokonya. (Jadi, apa yang terjadi ketika orang beli lima gram emas dan menambah Rp2.000 untuk mendapatkan kaosnya? Karena kausnya @ Rp1.700, yang memberi hadiah malah untung Rp300.

Contoh lain:
Pompa bensin Shell pernah memberi program berikut ini. "Bagi setiap pembelian 20 liter boleh membeli mobil-mobilan Ferrari yang terdiri atas 6 varian @ Rp29.500." Tahukah Anda,walaupun mainan mobil Ferrari ini resmi berlogo Ferrari, ternyata made in China.

Apakah berdasarkan ongkos produksi mobil-mobilan ini yang ternyata dari plastik, tapi tetap menarik. Buktinya saya koleksi banyak, berharga lebih dari Rp29.500? Saya yakin tidak. Karena waktu saya di China, mereka bisa menjual bolpoin Mount Blanc aspal (asli tapi palsu) dengan harga setelah dikurskan ke rupiah Rp8.000.

Lantas, karena ada pembatasan sampai tanggal tertentu hadiah mobil-mobilan Ferrari tidak boleh dibeli lagi, berbondongbondong orang membelinya. Sudah bensin semakin laris, untung dobel lagi. Isi bensin untung, jual hadiah juga untung. Anda juga bisa mempraktikkannya sesuai dengan bisnis yang Anda jalankan. Namun, harus terus diukur dan dimonitor serta dikembangkan agar lebih efektif.

Cara Dahsyat Memasarkan Produk


by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Bagaimana cara memasarkan lukisan yang bagus secara teknis, tapi pelukisnya belum terkenal? Saya telah menyinggung bagaimana seorang Pablo Picasso bisa menjual lukisannya dengan harga yang tinggi.

Bahkan sangat tinggi, meski ada orang-orang yang mengatakan bahwa sebenarnya ada lukisan-lukisan dari pelukis lain yang lebih bagus dalam teknis ataupun hasilnya. Namun, Picasso tetap bisa menjual lukisannya dengan harga yang tinggi.

Karena sangat penting, sedikit saya akan uraikan kembali secara singkat tentang teknik marketing yang dilakukan Picasso, yang tentu saja bisa Anda aplikasikan dalam pemasaran Anda (bukan hanya dalam menjual lukisan, namun juga untuk produk yang lainnya). Pablo Picasso awalnya juga belum cukup terkenal dalam dunia seni lukis dunia.

Namun, dia bisa mengadakan pameran di hotel dengan biaya minim, bahkan gratis. Tamu undangannya adalah gubernur, artis-artis, dan tokoh-tokoh ternama. Bagaimana Picasso yang belum terkenal bisa mengundang orang-orang yang terkenal untuk mendatangi pameran lukisannya?

Caranya adalah dengan membuat orang lain "win" terlebih dahulu, baru kemudian Anda juga akan bisa mendapatkan "win". Seorang pelukis yang belum begitu terkenal sebenarnya bisa menawarkan kepada hotel yang mungkin agak sepi (yang belum pernah atau jarang mengadakan pameran), atau hotel yang baru dan kemudian meyakinkan pihak hotel bahwa dengan pameran yang diadakan, dia bisa mendatangkan gubernur, artis-artis ternama, ataupun orang penting lainnya di hotel tersebut.

Menurut Anda, apakah hotelnya mau diajak bekerja sama seperti itu? Dan selanjutnya, mungkin pelukis tersebut bisa mengatakan, "Biasanya untuk mendatangkan saya dengan lukisan-lukisan saya, pihak pengundang harus mengeluarkan biaya cukup besar, tapi akan saya berikan gratis untuk hotel ini. Dan untuk imbal baliknya, boleh saya menggunakan ruangan hotel Anda juga secara gratis?"

Dengan kalimat itu, ada kemungkinan pihak hotel mau menerima tawaran tersebut. Agar kemungkinan tawarannya menjadi lebih besar untuk diterima, pelukis tersebut bisa mengajukan proposal dalam jumlah yang lebih banyak ke hotel yang lain.

Tentu saja, dengan selalu membuat pihak lain merasa "win" terlebih dahulu Kemudian, bagaimana cara mendatangkan artis atau tokoh-tokoh ternama, di acara pameran pelukis yang belum begitu ternama tersebut? Caranya antara lain dengan mencantumkan dan menyebutkan daftar nama tokoh yang akan diundang, pada kartu undangan yang akan diberikan.

Misalnya, "Yang diundang dalam acara pameran lukisan ini yaitu para gubernur, artis, pengusaha, politikus, sutradara ternama, ahli bedah ternama". (Meskipun belum tentu mereka datang semua) Dengan cara tersebut, ada kemungkinan artis akan datang dalam acara pameran lukisan itu, karena bisa saja mereka ingin bertemu dengan sutradara top yang mungkin ikut hadir.

Kemudian sutradara ternama datang, mungkin karena ingin bertemu dengan pengusaha ternama (yang mungkin bisa menjadi sponsor dalam film yang akan dibuatnya). Mungkin juga pengusaha ternama datang karena ingin bertemu dengan pejabat yang hadir. Atau, pejabat ingin datang karena ingin terpilih lagi, sehingga mencari dukungan dari artisartis ternama yang mungkin datang, dan seterusnya.

Dengan demikian, tetap ada kemungkinan akan banyak orang yang mendatangi acara pameran lukisan tersebut. Sementara supaya harga lukisan yang dijual bisa tinggi, bisa dibuat acara lelang yang ditujukan, misalnya 100% untuk penggalangan dana amal (charity), sehingga calon pembeli/peserta lelang kemungkinan mau mengangkat harga menjadi lebih tinggi.

Dan biasanya, dengan acara tersebut, banyak wartawan yang akan datang meliput. Tidak jarang dengan situasi dan kondisi yang demikian, harga sebuah lukisan terangkat, katakanlah menjadi Rp100 juta atau bahkan Rp1 miliar.

Jadi, dengan cara-cara tersebut, bisa saja harga sebuah lukisan dari seorang pelukis yang belum terkenal mencapai ratusan juta. Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan harga lukisannya yang lain juga ikut naik harganya di kemudian hari.

Read More......
by Tung Desem Waringin
Pelatih Sukses No 1 di Indonesia
The most Powerful People and Ideas in Business 2005

Bagaimana cara memasarkan lukisan yang bagus secara teknis, tapi pelukisnya belum terkenal? Saya telah menyinggung bagaimana seorang Pablo Picasso bisa menjual lukisannya dengan harga yang tinggi.

Bahkan sangat tinggi, meski ada orang-orang yang mengatakan bahwa sebenarnya ada lukisan-lukisan dari pelukis lain yang lebih bagus dalam teknis ataupun hasilnya. Namun, Picasso tetap bisa menjual lukisannya dengan harga yang tinggi.

Karena sangat penting, sedikit saya akan uraikan kembali secara singkat tentang teknik marketing yang dilakukan Picasso, yang tentu saja bisa Anda aplikasikan dalam pemasaran Anda (bukan hanya dalam menjual lukisan, namun juga untuk produk yang lainnya). Pablo Picasso awalnya juga belum cukup terkenal dalam dunia seni lukis dunia.

Namun, dia bisa mengadakan pameran di hotel dengan biaya minim, bahkan gratis. Tamu undangannya adalah gubernur, artis-artis, dan tokoh-tokoh ternama. Bagaimana Picasso yang belum terkenal bisa mengundang orang-orang yang terkenal untuk mendatangi pameran lukisannya?

Caranya adalah dengan membuat orang lain "win" terlebih dahulu, baru kemudian Anda juga akan bisa mendapatkan "win". Seorang pelukis yang belum begitu terkenal sebenarnya bisa menawarkan kepada hotel yang mungkin agak sepi (yang belum pernah atau jarang mengadakan pameran), atau hotel yang baru dan kemudian meyakinkan pihak hotel bahwa dengan pameran yang diadakan, dia bisa mendatangkan gubernur, artis-artis ternama, ataupun orang penting lainnya di hotel tersebut.

Menurut Anda, apakah hotelnya mau diajak bekerja sama seperti itu? Dan selanjutnya, mungkin pelukis tersebut bisa mengatakan, "Biasanya untuk mendatangkan saya dengan lukisan-lukisan saya, pihak pengundang harus mengeluarkan biaya cukup besar, tapi akan saya berikan gratis untuk hotel ini. Dan untuk imbal baliknya, boleh saya menggunakan ruangan hotel Anda juga secara gratis?"

Dengan kalimat itu, ada kemungkinan pihak hotel mau menerima tawaran tersebut. Agar kemungkinan tawarannya menjadi lebih besar untuk diterima, pelukis tersebut bisa mengajukan proposal dalam jumlah yang lebih banyak ke hotel yang lain.

Tentu saja, dengan selalu membuat pihak lain merasa "win" terlebih dahulu Kemudian, bagaimana cara mendatangkan artis atau tokoh-tokoh ternama, di acara pameran pelukis yang belum begitu ternama tersebut? Caranya antara lain dengan mencantumkan dan menyebutkan daftar nama tokoh yang akan diundang, pada kartu undangan yang akan diberikan.

Misalnya, "Yang diundang dalam acara pameran lukisan ini yaitu para gubernur, artis, pengusaha, politikus, sutradara ternama, ahli bedah ternama". (Meskipun belum tentu mereka datang semua) Dengan cara tersebut, ada kemungkinan artis akan datang dalam acara pameran lukisan itu, karena bisa saja mereka ingin bertemu dengan sutradara top yang mungkin ikut hadir.

Kemudian sutradara ternama datang, mungkin karena ingin bertemu dengan pengusaha ternama (yang mungkin bisa menjadi sponsor dalam film yang akan dibuatnya). Mungkin juga pengusaha ternama datang karena ingin bertemu dengan pejabat yang hadir. Atau, pejabat ingin datang karena ingin terpilih lagi, sehingga mencari dukungan dari artisartis ternama yang mungkin datang, dan seterusnya.

Dengan demikian, tetap ada kemungkinan akan banyak orang yang mendatangi acara pameran lukisan tersebut. Sementara supaya harga lukisan yang dijual bisa tinggi, bisa dibuat acara lelang yang ditujukan, misalnya 100% untuk penggalangan dana amal (charity), sehingga calon pembeli/peserta lelang kemungkinan mau mengangkat harga menjadi lebih tinggi.

Dan biasanya, dengan acara tersebut, banyak wartawan yang akan datang meliput. Tidak jarang dengan situasi dan kondisi yang demikian, harga sebuah lukisan terangkat, katakanlah menjadi Rp100 juta atau bahkan Rp1 miliar.

Jadi, dengan cara-cara tersebut, bisa saja harga sebuah lukisan dari seorang pelukis yang belum terkenal mencapai ratusan juta. Selanjutnya, tidak menutup kemungkinan harga lukisannya yang lain juga ikut naik harganya di kemudian hari.

Hilangnya Kepercayaan Investor


by Hendri Effendi
Analis Citi Pacific Securities� (//rhs)

Menganalisis kembali transaksi broker asing dalam daftar enam besar perusahaan sekuritas di Indonesia terhadap saham TP Bumi Resources Tbk (BUMI) selama September 2008 hingga 30 Desember 2008, terlihat adanya penjualan bersih (net selling) sebesar Rp3,87 triliun, dengan harga jual rata-rata Rp1.826- 2.618.

Dibandingkan dengan transaksi broker asing di saham BUMI sepanjang 5-15 Januari 2009 yang mengalami net selling sebanyak Rp1,142 triliun dengan harga jual rata-rata Rp591-766, bisa dibilang tekanan jual pada periode ini sangat besar, yaitu hampir 30 persendari net selling selama kuartal IV/2008.

Aksi jual yang dilakukan investor asing tidak lagi memedulikan harga saham yang sudah relatif murah. Ini menunjukkan hilangnya kepercayaan pelaku pasar terhadap BUMI. Faktor yang memicu terjadinya tekanan jual yang signifikan pada saham BUMI selama Januari 2009 adalah reaksi negatif investor terhadap rencana BUMI mengakuisisi tiga perusahaan dengan total nilai Rp6,19 triliun melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Investment.

Diawali penandatanganan sale and purchase agreement (SPA), dengan Goodrich Management Corp untuk pembelian 80 persensaham pada Zurich Asset Investment Ltd senilai Rp2,41 triliun. Zurich merupakan pemegang 55 persen saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA).Dengan penandatanganan SPA pada 23 Desember 2008 tersebut, secara tidak langsung BUMI menguasai 44 persensaham DEWA.

Selanjutnya pada 26 Desember 2008, Bumi Resources Investment menandatangani SPA dengan Ancara Properties Limited untuk mengambil alih 76,9 persensaham Ancara yang dikeluarkan pada Leap Forward Finance Limi-ted senilai Rp2,48 triliun. Leap Forward secara tidak langsung memiliki 98,5 persensaham PT Fajar Bumi Sakti.

Artinya, kesepakatan tersebut membuat BUMI menguasai 75,74 persensaham Fajar Bumi Sakti,yang memiliki area penambangan seluas 988 hektare (ha) dan cadangan batu bara 14 juta ton. Terakhir pada 5 Januari 2009,BUMI membeli 89 persen saham Pendopo Coal Ltd senilai Rp1,3 triliun. Pendopo secara tidak langsung memiliki 94,9 persensaham PT Pendopo Energi Batubara.

Dalam pengumumannya, manajemen BUMI mengatakan bahwa ketiga akuisisi tersebut dibayar secara mencicil. Sebenarnya, akuisisi saham DEWA dan Fajar Bumi Sakti telah mendapat reaksi negatif dari investor karena kontroversi, tetapi manajemen bersikeras melanjutkannya.

Seolah tidak menganggap respons negatif tersebut, BUMI justru melanjutkan aki korporasinya dengan membeli Pendopo Coal. Respons negatif investor terhadap akuisisi tiga perusahaan tersebut bukan karena alasan fundamental, mengingat kinerja BUMI masih baik dan permintaan terhadap batu bara diperkirakan masih tinggi.

Perseroan menargetkan produksi batu bara akan mencapai 100 juta ton per tahun pada 2011 melalui pertumbuhan organik dan diversifikasi tambang lain. Respons negatif itu disebabkan putusan akuisisi oleh BUMI yang tidak melalui rapat umum pemegang saham. Ini meningkatkan kekhawatiran investor, yang menilai akuisisi tersebut relatif mahal dan membawa kepentingan pihakpihak tertentu tanpa memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas.

Namun, manajemen BUMI menjadikan alasan skema pembayaran akuisisi dengan mencicil merupakan transaksi yang tidak material. Dengan begitu, BUMI tidak perlu meminta persetujuan dan memberikan penjelasan kepada pemegang saham.

Selain itu,minimnya informasi mengenai pemegang saham perusahaan-perusahaan yang di akuisisi dan respons manajemen BUMI terhadap isu-isu negatif di pasar menyebabkan timbulnya banyak spekulasi. Ini semakin memudarkan kepercayaan pelaku pasar terhadap tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) di perseroan.

Begitu pula, seberapa besar pengaruh akuisisi tersebut terhadap kinerja BUMI belum dapat dijelaskan karena minimnya informasi mengenai tambang-tambang yang baru diakuisisi tersebut. Aksi korporasi yang dilakukan BUMI tersebut telah menimbulkan ketidakpastian terhadap kinerja perseroan dan telah memudarkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kinerja saham BUMI ke depannya.

Sejak akuisisi tersebut diumumkan, harga saham BUMI telah menurun signifikan dari level Rp970 hingga sempat menyentuh level Rp385. Tercatat, delapan kali berturutturut saham BUMI terkena auto rejection batas bawah (turun 10 persen). Saat ini harapan pelaku pasar berada di tangan Bapepam-LK, yang sedang meneliti dan mengkaji apakah aksi korporasi BUMI tersebut termasuk transaksi material atau tidak?

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memutuskan transaksi tersebut adalah material dan perlu meminta persetujuan pemegang saham. Hal tersebut merupakan angin segar.Namun untuk memulihkan kepercayaan investor, dibutuhkan waktu dan kesungguhan manajemen menerapkan prinsip GCG secara konsisten di masa mendatang.

Secara teknikal, saham BUMI diperkirakan bergerak di kisaran Rp370-920 dalam jangka menengah. Konfirmasi arah pergerakan BUMI untuk jangka pendek adalah penutupan di atas level psikologis bullish untuk pergerakan harian dan merupakan strong resistance pada level 520. Jika mampu melalui level 520, BUMI berpeluang menuju level resistansi pada R 650- 920. Namun sebaliknya, selama pergerakannya di bawah level Rp520, BUMI masih rentan terhadap aksi jual.

Read More......
by Hendri Effendi
Analis Citi Pacific Securities� (//rhs)

Menganalisis kembali transaksi broker asing dalam daftar enam besar perusahaan sekuritas di Indonesia terhadap saham TP Bumi Resources Tbk (BUMI) selama September 2008 hingga 30 Desember 2008, terlihat adanya penjualan bersih (net selling) sebesar Rp3,87 triliun, dengan harga jual rata-rata Rp1.826- 2.618.

Dibandingkan dengan transaksi broker asing di saham BUMI sepanjang 5-15 Januari 2009 yang mengalami net selling sebanyak Rp1,142 triliun dengan harga jual rata-rata Rp591-766, bisa dibilang tekanan jual pada periode ini sangat besar, yaitu hampir 30 persendari net selling selama kuartal IV/2008.

Aksi jual yang dilakukan investor asing tidak lagi memedulikan harga saham yang sudah relatif murah. Ini menunjukkan hilangnya kepercayaan pelaku pasar terhadap BUMI. Faktor yang memicu terjadinya tekanan jual yang signifikan pada saham BUMI selama Januari 2009 adalah reaksi negatif investor terhadap rencana BUMI mengakuisisi tiga perusahaan dengan total nilai Rp6,19 triliun melalui anak usahanya, PT Bumi Resources Investment.

Diawali penandatanganan sale and purchase agreement (SPA), dengan Goodrich Management Corp untuk pembelian 80 persensaham pada Zurich Asset Investment Ltd senilai Rp2,41 triliun. Zurich merupakan pemegang 55 persen saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA).Dengan penandatanganan SPA pada 23 Desember 2008 tersebut, secara tidak langsung BUMI menguasai 44 persensaham DEWA.

Selanjutnya pada 26 Desember 2008, Bumi Resources Investment menandatangani SPA dengan Ancara Properties Limited untuk mengambil alih 76,9 persensaham Ancara yang dikeluarkan pada Leap Forward Finance Limi-ted senilai Rp2,48 triliun. Leap Forward secara tidak langsung memiliki 98,5 persensaham PT Fajar Bumi Sakti.

Artinya, kesepakatan tersebut membuat BUMI menguasai 75,74 persensaham Fajar Bumi Sakti,yang memiliki area penambangan seluas 988 hektare (ha) dan cadangan batu bara 14 juta ton. Terakhir pada 5 Januari 2009,BUMI membeli 89 persen saham Pendopo Coal Ltd senilai Rp1,3 triliun. Pendopo secara tidak langsung memiliki 94,9 persensaham PT Pendopo Energi Batubara.

Dalam pengumumannya, manajemen BUMI mengatakan bahwa ketiga akuisisi tersebut dibayar secara mencicil. Sebenarnya, akuisisi saham DEWA dan Fajar Bumi Sakti telah mendapat reaksi negatif dari investor karena kontroversi, tetapi manajemen bersikeras melanjutkannya.

Seolah tidak menganggap respons negatif tersebut, BUMI justru melanjutkan aki korporasinya dengan membeli Pendopo Coal. Respons negatif investor terhadap akuisisi tiga perusahaan tersebut bukan karena alasan fundamental, mengingat kinerja BUMI masih baik dan permintaan terhadap batu bara diperkirakan masih tinggi.

Perseroan menargetkan produksi batu bara akan mencapai 100 juta ton per tahun pada 2011 melalui pertumbuhan organik dan diversifikasi tambang lain. Respons negatif itu disebabkan putusan akuisisi oleh BUMI yang tidak melalui rapat umum pemegang saham. Ini meningkatkan kekhawatiran investor, yang menilai akuisisi tersebut relatif mahal dan membawa kepentingan pihakpihak tertentu tanpa memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas.

Namun, manajemen BUMI menjadikan alasan skema pembayaran akuisisi dengan mencicil merupakan transaksi yang tidak material. Dengan begitu, BUMI tidak perlu meminta persetujuan dan memberikan penjelasan kepada pemegang saham.

Selain itu,minimnya informasi mengenai pemegang saham perusahaan-perusahaan yang di akuisisi dan respons manajemen BUMI terhadap isu-isu negatif di pasar menyebabkan timbulnya banyak spekulasi. Ini semakin memudarkan kepercayaan pelaku pasar terhadap tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG) di perseroan.

Begitu pula, seberapa besar pengaruh akuisisi tersebut terhadap kinerja BUMI belum dapat dijelaskan karena minimnya informasi mengenai tambang-tambang yang baru diakuisisi tersebut. Aksi korporasi yang dilakukan BUMI tersebut telah menimbulkan ketidakpastian terhadap kinerja perseroan dan telah memudarkan kepercayaan pelaku pasar terhadap kinerja saham BUMI ke depannya.

Sejak akuisisi tersebut diumumkan, harga saham BUMI telah menurun signifikan dari level Rp970 hingga sempat menyentuh level Rp385. Tercatat, delapan kali berturutturut saham BUMI terkena auto rejection batas bawah (turun 10 persen). Saat ini harapan pelaku pasar berada di tangan Bapepam-LK, yang sedang meneliti dan mengkaji apakah aksi korporasi BUMI tersebut termasuk transaksi material atau tidak?

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memutuskan transaksi tersebut adalah material dan perlu meminta persetujuan pemegang saham. Hal tersebut merupakan angin segar.Namun untuk memulihkan kepercayaan investor, dibutuhkan waktu dan kesungguhan manajemen menerapkan prinsip GCG secara konsisten di masa mendatang.

Secara teknikal, saham BUMI diperkirakan bergerak di kisaran Rp370-920 dalam jangka menengah. Konfirmasi arah pergerakan BUMI untuk jangka pendek adalah penutupan di atas level psikologis bullish untuk pergerakan harian dan merupakan strong resistance pada level 520. Jika mampu melalui level 520, BUMI berpeluang menuju level resistansi pada R 650- 920. Namun sebaliknya, selama pergerakannya di bawah level Rp520, BUMI masih rentan terhadap aksi jual.

Mengukir Prestasi, Meredam Frustrasi


by Prof Hendrawan Supratikno PhD
Penulis, Guru Besar FE UKSW, Salatiga.
Dosen pascasarjana di sejumlah universitas.(//rhs)

Recession is when your neighbor loses his job. Depression is when you lose your job(Ronald Reagan,1980).

Krisis ekonomi selalu disertai depresi psikologis yang hebat. Bukti paling nyata adalah kasus bunuh diri yang dilakukan manajer investasi asal Prancis (Thierry de la Villehuchet), konglomerat asal Jerman (Adolf Merckle), dan juru lelang properti di Chicago (Steven Good).

Hal serupa juga terjadi saat terjadi Depresi Besar 1929-1933. Banyak orang frustrasi karena standar hidup pada 1933 lebih rendah dari apa yang sudah mereka nikmati pada 1922. Pada situasi yang sangat gawat bagi kelangsungan sistem ekonomi kapitalisme itu, sejarah mencatat surat yang dikirim John Maynard Keynes kepada Presiden Roosevelt, yang isinya meminta agar pemerintah Amerika Serikat segera mencairkan anggaran belanja secara besarbesaran untuk proyek-proyek yang banyak menyerap tenaga kerja.

Bagi Keynes, mempertahankan anggaran berimbang dalam kondisi resesi adalah kebodohan. Solusi untuk mengatasi resesi adalah menaikkan permintaan agregat. Pengeluaran rumah tangga merupakan komponen kunci dari permintaan agregat tersebut. Itu sebabnya pengeluaran rumah tangga harus didorong naik.

Jika pendapatan meningkat, belanja rumah tangga juga akan meningkat. Kecenderungan untuk konsumsi (marginal propensity to consume) ini akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect). Diktumnya yangterkenal,"the higher the degree of consumption, the higher the multiplier".

Resep Keynes yang amat manjur pada saat itu mampu menjauhkan ilmu ekonomi dari tudingan Thomas Carlyle (1849) yang menyebut ilmu ekonomi sebagai "the dismal science" (?ilmu yang murung'). Bagi para pengikut Keynes, ekonomi mirip sebuah mobil yang memiliki pedal gas dan pedal rem.

Pedal gas adalah pengeluaran pemerintah yang lebih besar dan pajak yang lebih rendah. Pedal ini yang harus ditekan pada masa resesi. Bagi para pemikir moneteris yang sering dianggap lawan dari kubu Keynesian, ekonomi memang memiliki pedal gas dan pedal rem, tetapi dalam pandangan mereka yang disebut pedal rem adalah jumlah uang beredar yang lebih besar (higher money supply).

Penelitian Milton Friedman, tokoh besar kubu moneteris, menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat cen-derung stabil, dan hanya berubah apabila ada harapan terhadap perubahan pendapatan secara permanen (permanent income hypothesis). Depresi 1929-1933 menjadi parah karena jumlah uang beredar turun sepertiganya.

Dengan demikian, bila Keynesian melihat kebijakan fiskal lebih efektif untuk menjinakkan ancaman resesi, kaum moneteris melihat tingkat suku bunga dan laju kredit lebih memberi harapan. Jadi,pernyataan Presiden Nixon (1971) bahwa "We are all Keynesians now", atau pengakuan Franco Modigliani (1977) bahwa "We are all monetarists now", tidak bisa kita terima begitu saja.

Keduanya harus digunakan secara cerdas dan tepat. Ilustrasi ini mungkin tepat untuk menggambarkan pilihan kebijakan pada masa ekonomi sulit. Seorang pebisnis yang sukses suatu hari mengunjungi mantan dosennya. Pada saat masuk ruang kerja sang dosen, dia terkejut karena membaca soal tes yang persis sama dengan soal yang diajukan kepadanya sekitar lima belas tahun lalu.

Tak bisa menahan keheranannya, pebisnis tersebut bertanya,apakah sang dosen tidak takut apabila para murid mencari jawaban dari pekerjaan para murid di masa lalu? Dengan tenang sang dosen menjawab," No, that's okay. I do keep the same questions.It's the answers I change each year".

Keynes sendiri pernah dikritik karena sering dinilai tidak konsisten mempertahankan argumen teoretisnya. Terhadap kritik yang demikian, Keynes hanya menjawab, "When my information changes, I alter my conclusions. What do you do,Sir?"

Sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi resesi tampak merupakan upaya untuk menggabungkan potensi pendekatan Keynesian dan moneteris. Ini terlihat dari keberanian pemerintah untuk mengusulkan defisit anggaran yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, bersamaan dengan upaya Bank Indonesia untuk terus menekan suku bunga primer.

Meski demikian, efektivitas stimulus fiskal masih menjadi persoalan besar mengingat pola pengeluaran anggaran yang masih cenderung menumpuk di akhir tahun. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menarik, karena di tengah upaya pemerintah pusat menggerakkan ekonomi nasional, ternyata banyak dana pembangunan yang diendapkan oleh pemerintah daerah, yang jumlahnya per Juni 2008 mencapai Rp94,4 triliun, atau meningkat empat kali lipat dibanding tahun 2003.

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak memiliki dampak berarti terhadap penurunan harga-harga kebutuhan pokok juga harus segera dicermati. Apakah penurunan tersebut jauh dari ekspektasi masyarakat yang sudah berhitung harga seharusnya turun lebih besar, sehingga upaya tidak menurunkan harga merupakan strategi tepat untuk menekan pemerintah agar harga BBM kembali diturunkan?

Apakah potensi penurunan biaya produksi akibat penurunan harga BBM termakan oleh kenaikan biaya akibat penurunan kurs rupiah? Dalam beberapa bulan ke depan, akurasi, efisiensi, dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam meredam dampak krisis ekonomi akan diuji. Kita mengharapkan indeks prestasi yang lebih baik, bukan indeks frustrasi yang semakin meluas.

Read More......
by Prof Hendrawan Supratikno PhD
Penulis, Guru Besar FE UKSW, Salatiga.
Dosen pascasarjana di sejumlah universitas.(//rhs)

Recession is when your neighbor loses his job. Depression is when you lose your job(Ronald Reagan,1980).

Krisis ekonomi selalu disertai depresi psikologis yang hebat. Bukti paling nyata adalah kasus bunuh diri yang dilakukan manajer investasi asal Prancis (Thierry de la Villehuchet), konglomerat asal Jerman (Adolf Merckle), dan juru lelang properti di Chicago (Steven Good).

Hal serupa juga terjadi saat terjadi Depresi Besar 1929-1933. Banyak orang frustrasi karena standar hidup pada 1933 lebih rendah dari apa yang sudah mereka nikmati pada 1922. Pada situasi yang sangat gawat bagi kelangsungan sistem ekonomi kapitalisme itu, sejarah mencatat surat yang dikirim John Maynard Keynes kepada Presiden Roosevelt, yang isinya meminta agar pemerintah Amerika Serikat segera mencairkan anggaran belanja secara besarbesaran untuk proyek-proyek yang banyak menyerap tenaga kerja.

Bagi Keynes, mempertahankan anggaran berimbang dalam kondisi resesi adalah kebodohan. Solusi untuk mengatasi resesi adalah menaikkan permintaan agregat. Pengeluaran rumah tangga merupakan komponen kunci dari permintaan agregat tersebut. Itu sebabnya pengeluaran rumah tangga harus didorong naik.

Jika pendapatan meningkat, belanja rumah tangga juga akan meningkat. Kecenderungan untuk konsumsi (marginal propensity to consume) ini akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect). Diktumnya yangterkenal,"the higher the degree of consumption, the higher the multiplier".

Resep Keynes yang amat manjur pada saat itu mampu menjauhkan ilmu ekonomi dari tudingan Thomas Carlyle (1849) yang menyebut ilmu ekonomi sebagai "the dismal science" (?ilmu yang murung'). Bagi para pengikut Keynes, ekonomi mirip sebuah mobil yang memiliki pedal gas dan pedal rem.

Pedal gas adalah pengeluaran pemerintah yang lebih besar dan pajak yang lebih rendah. Pedal ini yang harus ditekan pada masa resesi. Bagi para pemikir moneteris yang sering dianggap lawan dari kubu Keynesian, ekonomi memang memiliki pedal gas dan pedal rem, tetapi dalam pandangan mereka yang disebut pedal rem adalah jumlah uang beredar yang lebih besar (higher money supply).

Penelitian Milton Friedman, tokoh besar kubu moneteris, menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat cen-derung stabil, dan hanya berubah apabila ada harapan terhadap perubahan pendapatan secara permanen (permanent income hypothesis). Depresi 1929-1933 menjadi parah karena jumlah uang beredar turun sepertiganya.

Dengan demikian, bila Keynesian melihat kebijakan fiskal lebih efektif untuk menjinakkan ancaman resesi, kaum moneteris melihat tingkat suku bunga dan laju kredit lebih memberi harapan. Jadi,pernyataan Presiden Nixon (1971) bahwa "We are all Keynesians now", atau pengakuan Franco Modigliani (1977) bahwa "We are all monetarists now", tidak bisa kita terima begitu saja.

Keduanya harus digunakan secara cerdas dan tepat. Ilustrasi ini mungkin tepat untuk menggambarkan pilihan kebijakan pada masa ekonomi sulit. Seorang pebisnis yang sukses suatu hari mengunjungi mantan dosennya. Pada saat masuk ruang kerja sang dosen, dia terkejut karena membaca soal tes yang persis sama dengan soal yang diajukan kepadanya sekitar lima belas tahun lalu.

Tak bisa menahan keheranannya, pebisnis tersebut bertanya,apakah sang dosen tidak takut apabila para murid mencari jawaban dari pekerjaan para murid di masa lalu? Dengan tenang sang dosen menjawab," No, that's okay. I do keep the same questions.It's the answers I change each year".

Keynes sendiri pernah dikritik karena sering dinilai tidak konsisten mempertahankan argumen teoretisnya. Terhadap kritik yang demikian, Keynes hanya menjawab, "When my information changes, I alter my conclusions. What do you do,Sir?"

Sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah dalam menghadapi resesi tampak merupakan upaya untuk menggabungkan potensi pendekatan Keynesian dan moneteris. Ini terlihat dari keberanian pemerintah untuk mengusulkan defisit anggaran yang lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya, bersamaan dengan upaya Bank Indonesia untuk terus menekan suku bunga primer.

Meski demikian, efektivitas stimulus fiskal masih menjadi persoalan besar mengingat pola pengeluaran anggaran yang masih cenderung menumpuk di akhir tahun. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga menarik, karena di tengah upaya pemerintah pusat menggerakkan ekonomi nasional, ternyata banyak dana pembangunan yang diendapkan oleh pemerintah daerah, yang jumlahnya per Juni 2008 mencapai Rp94,4 triliun, atau meningkat empat kali lipat dibanding tahun 2003.

Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) yang tidak memiliki dampak berarti terhadap penurunan harga-harga kebutuhan pokok juga harus segera dicermati. Apakah penurunan tersebut jauh dari ekspektasi masyarakat yang sudah berhitung harga seharusnya turun lebih besar, sehingga upaya tidak menurunkan harga merupakan strategi tepat untuk menekan pemerintah agar harga BBM kembali diturunkan?

Apakah potensi penurunan biaya produksi akibat penurunan harga BBM termakan oleh kenaikan biaya akibat penurunan kurs rupiah? Dalam beberapa bulan ke depan, akurasi, efisiensi, dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam meredam dampak krisis ekonomi akan diuji. Kita mengharapkan indeks prestasi yang lebih baik, bukan indeks frustrasi yang semakin meluas.

Broker, Tak Sekadar Penerus Order


by Tim BEI

Keberhasilan investasi di Pasar Modal ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang ternyata ikut menentukan keberhasilan investasi di Pasar Modal adalah peran perusahaan efek selaku perantara. Bagaimana hubungan yang terbentuk antara perusahaan broker dengan investor atau nasabahnya, bagaimana intensitas komunikasi antara keduanya, seberapa besar perusahaan broker mengenal dan memahami karakter nasabahnya dan yang terpenting seberapa jauh bentuk pelayanan yang diberikan perusahaan broker terhadap nasabahnya. Apakah pelayanan yang diberikan sekadar sebagai broker dealer dan hanya menyampaikan order transaksi semata, ataukah pelayanan yang diberikan menyangkut banyak hal termasuk hasil riset, rekomendasi dan bahkan komunikasi untuk membina hubungan emosional?

Pengalaman seorang investor patut disimak. Santo, sebut saja begitu, ia mulai mengenal saham sejak 1996, atau 12 tahun silam. Selain berinvestasi saham, ia juga bekerja sebagai karyawan. Setiap rupiah yang dihasilkan dari kerja sebagai karyawan disisihkan untuk membeli saham. Di waktu luang ia juga belajar tentang strategi investasi di Pasar Modal. Ia belajar tentang analisa laporan keuangan, analisa fundamental dan juga analisa tehnikal. Pendek kata, berbagai hal yang bisa menambah pengetahuan tentang investasi di Pasar Modal dilakukannya.

Sampai 10 tahun dilewatinya. Toh, tanda-tanda keberhasilan belum juga tampak. Ia pun telah berpindah-pindah perusahaan broker, hingga pada 2007 ia merasa mendapatkan perusahaan broker yang pas. Dinilai pas, karena perusahaan broker tersebut tidak berprilaku seperti metromini yang ''lebih mementingkan mengejar setoran daripada keselamatan penumpang''. Si perusahaan broker memberikan bimbingan, nasehat, pendapat dan juga riset. Kalaupun ada fasilitas margin, maka fasilitas itu diberikan secara hati-hati dan terukur. Jika nasabah ada masalah selalu dibantu untuk dicarikan jalan keluarnya. Dan ternyata dengan perlakukan broker seperti itu, investasi Santo pada 2007 tumbuh luar biasa. Kendati pada 2008 lalu terjadi penurunan indeks yang tajam sebagai dampak krisis keuangan global, Santo mengaku masih selamat berkat nasehat investasi yang diberikan oleh perusahaan broker tempat ia bertransaksi.

Ini baru satu contoh. Mungkin masih ada banyak contoh lain yang menunjukkan betapa peran perusahaan broker berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan investasi seorang investor.

Begitulah, hubungan antara investor dengan perusahaan broker memang sudah semestinya berlangsung harmonis, saling isi dan saling membutuhkan. Perusahaan broker membutuhkan investor agar bisa memperoleh pendapatan dari fee transaksi, sebaliknya investor membutuhkan perusahaan broker lebih dari sekedar penerus order. Apalagi jika diingat, bisnis di Pasar Modal pada dasarnya bisnis yang mengandalkan kepercayaan. Investor dan broker harus terbentuk sikap saling percaya dan menjaga kepercayaan.

Di saat pasar sedang lesu (bearish) misalnya, perusahaan broker selayaknya memberikan motivasi, penjelasan dan nasehat investasi yang dibutuhkan investor. Dan di saat pasar sedang bullish,� broker juga arus bisa mengendalikan dan memberikan nasehat investasi agar investor tidak terlalu bernafsu belanja saham tanpa perhitungan. Dan jika ada peluang meraih untung di pasar, sudah selayaknya perusahaan broker memprioritaskan kepentingan nasabah. Dengan begitu, investor akan betah dan loyal yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan broker itu sendiri.

Read More......
by Tim BEI

Keberhasilan investasi di Pasar Modal ditentukan oleh banyak faktor. Salah satu faktor yang ternyata ikut menentukan keberhasilan investasi di Pasar Modal adalah peran perusahaan efek selaku perantara. Bagaimana hubungan yang terbentuk antara perusahaan broker dengan investor atau nasabahnya, bagaimana intensitas komunikasi antara keduanya, seberapa besar perusahaan broker mengenal dan memahami karakter nasabahnya dan yang terpenting seberapa jauh bentuk pelayanan yang diberikan perusahaan broker terhadap nasabahnya. Apakah pelayanan yang diberikan sekadar sebagai broker dealer dan hanya menyampaikan order transaksi semata, ataukah pelayanan yang diberikan menyangkut banyak hal termasuk hasil riset, rekomendasi dan bahkan komunikasi untuk membina hubungan emosional?

Pengalaman seorang investor patut disimak. Santo, sebut saja begitu, ia mulai mengenal saham sejak 1996, atau 12 tahun silam. Selain berinvestasi saham, ia juga bekerja sebagai karyawan. Setiap rupiah yang dihasilkan dari kerja sebagai karyawan disisihkan untuk membeli saham. Di waktu luang ia juga belajar tentang strategi investasi di Pasar Modal. Ia belajar tentang analisa laporan keuangan, analisa fundamental dan juga analisa tehnikal. Pendek kata, berbagai hal yang bisa menambah pengetahuan tentang investasi di Pasar Modal dilakukannya.

Sampai 10 tahun dilewatinya. Toh, tanda-tanda keberhasilan belum juga tampak. Ia pun telah berpindah-pindah perusahaan broker, hingga pada 2007 ia merasa mendapatkan perusahaan broker yang pas. Dinilai pas, karena perusahaan broker tersebut tidak berprilaku seperti metromini yang ''lebih mementingkan mengejar setoran daripada keselamatan penumpang''. Si perusahaan broker memberikan bimbingan, nasehat, pendapat dan juga riset. Kalaupun ada fasilitas margin, maka fasilitas itu diberikan secara hati-hati dan terukur. Jika nasabah ada masalah selalu dibantu untuk dicarikan jalan keluarnya. Dan ternyata dengan perlakukan broker seperti itu, investasi Santo pada 2007 tumbuh luar biasa. Kendati pada 2008 lalu terjadi penurunan indeks yang tajam sebagai dampak krisis keuangan global, Santo mengaku masih selamat berkat nasehat investasi yang diberikan oleh perusahaan broker tempat ia bertransaksi.

Ini baru satu contoh. Mungkin masih ada banyak contoh lain yang menunjukkan betapa peran perusahaan broker berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan investasi seorang investor.

Begitulah, hubungan antara investor dengan perusahaan broker memang sudah semestinya berlangsung harmonis, saling isi dan saling membutuhkan. Perusahaan broker membutuhkan investor agar bisa memperoleh pendapatan dari fee transaksi, sebaliknya investor membutuhkan perusahaan broker lebih dari sekedar penerus order. Apalagi jika diingat, bisnis di Pasar Modal pada dasarnya bisnis yang mengandalkan kepercayaan. Investor dan broker harus terbentuk sikap saling percaya dan menjaga kepercayaan.

Di saat pasar sedang lesu (bearish) misalnya, perusahaan broker selayaknya memberikan motivasi, penjelasan dan nasehat investasi yang dibutuhkan investor. Dan di saat pasar sedang bullish,� broker juga arus bisa mengendalikan dan memberikan nasehat investasi agar investor tidak terlalu bernafsu belanja saham tanpa perhitungan. Dan jika ada peluang meraih untung di pasar, sudah selayaknya perusahaan broker memprioritaskan kepentingan nasabah. Dengan begitu, investor akan betah dan loyal yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi peningkatan pendapatan broker itu sendiri.

Mungkinkah Harga BBM Turun Lagi?


by DR KURTUBI
Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES)� (//rhs)

Harga minyak dunia, demikian juga harga minyak mentah Indonesia (ICP), selama tahun 2009 diperkirakan berfluktuasi pada kisaran relatif rendah.

Jauh lebih rendah dibandingkan fluktuasi harga selama 2008. Kondisi pasar minyak dunia sepanjang 2009 akan berada pada posisi yang sangat lemah sebagai dampak dari dua krisis sekaligus, yakni krisis finansial dan krisis ekonomi/resesi global.

Akibat krisis finansial, para investor yang selama ini memainkan uangnya di pasar komoditas, terutama di pasar minyak, secara sangat signifikan menarik dananya sehingga posisi jual jauh lebih besar dibandingkan posisi beli.Ini berakibat harga minyak turun.

Penurunan harga minyak menjadi semakin liar lantaran ekspektasi pelaku pasar terhadap permintaan minyak dunia yang sangat lemah akibat penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Negara-negara konsumen utama minyak dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif.

Perekonomian China yang selama lebih dari dua dekade tumbuh sangat tinggi, dalam beberapa tahun sempat menembus pertumbuhan dua digit, kini turun cukup tajam. Resesi ekonomi dunia yang sangat berpengaruh terhadap laju konsumsi minyak juga diindikasikan secara jelas oleh anjloknya penjualan mobil oleh hampir semua pabrikan automotif.

Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) seperti General Motors (GM) dan Chrysler nyaris berada di ambang kebangkrutan jika tidak di-bail out Pemerintah AS. Demikian juga raksasa automotif seperti Toyota, Nissan, Honda, BMW yang penjualannya juga turun.

Penurunan harga minyak yang diakibatkan oleh kombinasi krisis finansial dan krisis ekonomi dunia tidak mampu dibendung pengurangan kuota produksi oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang telah mencapai 4,2 juta barel per hari. Meskipun sejak November 2009 negara-negara industri maju sudah memasuki musim dingin di mana biasanya konsumsi minyak melonjak, tetap saja harga minyak tidak menguat.

Juga sekalipun terjadi serangan Israel kepada Jalur Gaza yang biasanya mempunyai pengaruh signifikan terhadap kenaikan harga minyak dunia. Kali ini, faktor geopolitik dan peperangan di Timur Tengah ternyata tidak berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Harga minyak baru akan kembali naik signifikan hingga bisa mencapai di atas USD70 per barel apabila ekonomi dunia pulih dan investor berspekulasi memainkan dananya di pasar minyak.

Kondisi seperti ini diperkirakan baru terjadi pada 2010. Pada saat harga minyak relatif sangat rendah di tengah resesi ekonomi global seperti saat ini, penurunan harga bahan bakar minyak dalam negeri dapat menjadi salah satu instrumen kebijakan untuk mendorong perekonomian dalam negeri. Penurunan harga BBM secara signifikan akan memberi dua manfaat sekaligus.

Pertama, tentu akan berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat lantaran mereka dapat berhemat seiring penurunan harga BBM. Daya beli sekitar 20 jutaan pengguna sepeda motor dan 10 jutaan keluarga nelayan akan secara automatis meningkat, begitu harga BBM diturunkan.

Kedua, kalau ongkos angkutan umum dapat diturunkan (ini masih dalam proses pelaksanaan),pengeluaran masyarakat juga lebih hemat.Terlebih kalau harga barang dan jasa dapat ikut turun, yang disebabkan oleh menurunnya biaya produksi dan distribusi. Hal ini akan mendorong penurunan tingkat harga secara umum atau penurunan tingkat inflasi sehingga mendorong otoritas moneter untuk menurunkan tingkat suku bunga.

Di tengah masih tingginya angka pengangguran,yang dibarengi dengan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemulangan sejumlah besar tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, penciptaan lapangan kerja di dalam negeri adalah suatu keharusan. Kalau tidak, justru kerawanan sosial akan muncul, yang dapat merugikan semua pihak.

Dengan tingkat suku bunga yang akan terus turun, secara pasti hal itu akan berdampak positif pada upaya penciptaan lapangan kerja. Dari sisi rumah tangga, secara otomatis terjadi peningkatan daya beli seiring penurunan harga BBM. Keluarga dengan satu anak yang biasa menggunakan sepeda motor misalnya, yang dulu biasa membeli dua kaleng susu dan dua kilogram telor ayam setiap bulan kini setelah daya beli meningkat, bisa membeli lebih banyak susu dan telor untuk perbaikan gizi keluarga.

Ini juga sekaligus meningkatkan omzet penjualan usaha ritel/ warung yang ada di sekiling tempat tinggal mereka. Dari sisi perusahaan, peningkatan omzet usaha ritel akan memicu peningkatan produksi. Kapasitas terpasang akan bisa dioptimalkan. Selanjutnya bahkan, ekspansi bukan hal yang mustahil. Suku bunga yang rendah juga akan mendorong perkembangan sektor perumahan dan automotif.

Penurunan harga BBM secara signifikan bisa menjadi instrumen kebijakan yang sangat tepat di tengah resesi ekonomi global. Ini bisa dijalankan tanpa harus membebani APBN secara berlebihan seperti pada 2008 ketika harga minyak dunia sangat mahal. Dengan menggunakan asumsi harga minyak dunia sekitar USD45 per barel dan kurs Rp11.000 per dolar AS, harga BBM masih bisa diturunkan ke level Rp4.000 per liter tanpa harus ada subsidi.

Kalaupun misalnya harga minyak dunia suatu saat di tahun ini akan menyentuh USD70 per barel, kemungkinan ini kecil sekali, maka besaran biaya instrumen kebijakan penurunan harga (subsidi BBM), yang akan muncul tidak akan melebihi angka Rp30 triliun. Angka ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan subsidi BBM tahun 2008. Sekali lagi, biaya ini pun baru muncul kalau harga minyak tahun 2009 sempat menyentuh USD70 per barel.

Di sisi lain, manfaat penurunan harga BBM bagi ekonomi masyarakat sangatlah besar, baik berupa peningkatan daya beli, penurunan inflasi maupun penciptaan lapangan kerja. Lalu mau tunggu apa lagi?

Read More......
by DR KURTUBI
Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES)� (//rhs)

Harga minyak dunia, demikian juga harga minyak mentah Indonesia (ICP), selama tahun 2009 diperkirakan berfluktuasi pada kisaran relatif rendah.

Jauh lebih rendah dibandingkan fluktuasi harga selama 2008. Kondisi pasar minyak dunia sepanjang 2009 akan berada pada posisi yang sangat lemah sebagai dampak dari dua krisis sekaligus, yakni krisis finansial dan krisis ekonomi/resesi global.

Akibat krisis finansial, para investor yang selama ini memainkan uangnya di pasar komoditas, terutama di pasar minyak, secara sangat signifikan menarik dananya sehingga posisi jual jauh lebih besar dibandingkan posisi beli.Ini berakibat harga minyak turun.

Penurunan harga minyak menjadi semakin liar lantaran ekspektasi pelaku pasar terhadap permintaan minyak dunia yang sangat lemah akibat penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. Negara-negara konsumen utama minyak dunia seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Inggris, Prancis, Italia diperkirakan mengalami pertumbuhan negatif.

Perekonomian China yang selama lebih dari dua dekade tumbuh sangat tinggi, dalam beberapa tahun sempat menembus pertumbuhan dua digit, kini turun cukup tajam. Resesi ekonomi dunia yang sangat berpengaruh terhadap laju konsumsi minyak juga diindikasikan secara jelas oleh anjloknya penjualan mobil oleh hampir semua pabrikan automotif.

Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) seperti General Motors (GM) dan Chrysler nyaris berada di ambang kebangkrutan jika tidak di-bail out Pemerintah AS. Demikian juga raksasa automotif seperti Toyota, Nissan, Honda, BMW yang penjualannya juga turun.

Penurunan harga minyak yang diakibatkan oleh kombinasi krisis finansial dan krisis ekonomi dunia tidak mampu dibendung pengurangan kuota produksi oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang telah mencapai 4,2 juta barel per hari. Meskipun sejak November 2009 negara-negara industri maju sudah memasuki musim dingin di mana biasanya konsumsi minyak melonjak, tetap saja harga minyak tidak menguat.

Juga sekalipun terjadi serangan Israel kepada Jalur Gaza yang biasanya mempunyai pengaruh signifikan terhadap kenaikan harga minyak dunia. Kali ini, faktor geopolitik dan peperangan di Timur Tengah ternyata tidak berpengaruh terhadap harga minyak dunia. Harga minyak baru akan kembali naik signifikan hingga bisa mencapai di atas USD70 per barel apabila ekonomi dunia pulih dan investor berspekulasi memainkan dananya di pasar minyak.

Kondisi seperti ini diperkirakan baru terjadi pada 2010. Pada saat harga minyak relatif sangat rendah di tengah resesi ekonomi global seperti saat ini, penurunan harga bahan bakar minyak dalam negeri dapat menjadi salah satu instrumen kebijakan untuk mendorong perekonomian dalam negeri. Penurunan harga BBM secara signifikan akan memberi dua manfaat sekaligus.

Pertama, tentu akan berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat lantaran mereka dapat berhemat seiring penurunan harga BBM. Daya beli sekitar 20 jutaan pengguna sepeda motor dan 10 jutaan keluarga nelayan akan secara automatis meningkat, begitu harga BBM diturunkan.

Kedua, kalau ongkos angkutan umum dapat diturunkan (ini masih dalam proses pelaksanaan),pengeluaran masyarakat juga lebih hemat.Terlebih kalau harga barang dan jasa dapat ikut turun, yang disebabkan oleh menurunnya biaya produksi dan distribusi. Hal ini akan mendorong penurunan tingkat harga secara umum atau penurunan tingkat inflasi sehingga mendorong otoritas moneter untuk menurunkan tingkat suku bunga.

Di tengah masih tingginya angka pengangguran,yang dibarengi dengan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemulangan sejumlah besar tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, penciptaan lapangan kerja di dalam negeri adalah suatu keharusan. Kalau tidak, justru kerawanan sosial akan muncul, yang dapat merugikan semua pihak.

Dengan tingkat suku bunga yang akan terus turun, secara pasti hal itu akan berdampak positif pada upaya penciptaan lapangan kerja. Dari sisi rumah tangga, secara otomatis terjadi peningkatan daya beli seiring penurunan harga BBM. Keluarga dengan satu anak yang biasa menggunakan sepeda motor misalnya, yang dulu biasa membeli dua kaleng susu dan dua kilogram telor ayam setiap bulan kini setelah daya beli meningkat, bisa membeli lebih banyak susu dan telor untuk perbaikan gizi keluarga.

Ini juga sekaligus meningkatkan omzet penjualan usaha ritel/ warung yang ada di sekiling tempat tinggal mereka. Dari sisi perusahaan, peningkatan omzet usaha ritel akan memicu peningkatan produksi. Kapasitas terpasang akan bisa dioptimalkan. Selanjutnya bahkan, ekspansi bukan hal yang mustahil. Suku bunga yang rendah juga akan mendorong perkembangan sektor perumahan dan automotif.

Penurunan harga BBM secara signifikan bisa menjadi instrumen kebijakan yang sangat tepat di tengah resesi ekonomi global. Ini bisa dijalankan tanpa harus membebani APBN secara berlebihan seperti pada 2008 ketika harga minyak dunia sangat mahal. Dengan menggunakan asumsi harga minyak dunia sekitar USD45 per barel dan kurs Rp11.000 per dolar AS, harga BBM masih bisa diturunkan ke level Rp4.000 per liter tanpa harus ada subsidi.

Kalaupun misalnya harga minyak dunia suatu saat di tahun ini akan menyentuh USD70 per barel, kemungkinan ini kecil sekali, maka besaran biaya instrumen kebijakan penurunan harga (subsidi BBM), yang akan muncul tidak akan melebihi angka Rp30 triliun. Angka ini jauh lebih kecil bila dibandingkan dengan subsidi BBM tahun 2008. Sekali lagi, biaya ini pun baru muncul kalau harga minyak tahun 2009 sempat menyentuh USD70 per barel.

Di sisi lain, manfaat penurunan harga BBM bagi ekonomi masyarakat sangatlah besar, baik berupa peningkatan daya beli, penurunan inflasi maupun penciptaan lapangan kerja. Lalu mau tunggu apa lagi?

Rupiah Masih Rawan Tertekan Dolar Amerika


by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Memasuki akhir Januari, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika semakin akan liar. Pasalnya, beberapa hari terakhir rupiah cenderung melemah akibat tingginya permintaan dolar dan juga aksi penerbitan surat utang oleh negara Amerika.

"Menutup bulan ini rupiah cenderung tertekan dan trend-nya sudah berada di atas Rp 11.000 per USD," kata pengamat pasar uang Currency Management Group Farial Anwar saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (28/1/2009).

Tingginya permintaan dolar beberapa hari terakhir dan juga melemahnya nilai mata uang global terhadap dolar menjadi faktor rupiah terus tertekan. Bahkan, saat ini intervensi Bank Indonesia (BI) dinilai sudah tidak bisa mengendalikan rupiah. Maka tak ayal, aksi spekulan mulai kembali beredar.

Fahrial bilang, tingginya kebutuhan dolar menjelang penutupan akhir bulan disebabkan banyaknya perusahaan yang membayar utang dan rendahnya transaksi yang ada serta suplai dolar yang terbatas.

Melihat kondisi rupiah yang terus tertekan dan lebarnya pergerakan (swing), dia memprediksikan rupiah akan berada di kisaran Rp11.175 per USD hingga Rp 11.350 per USD.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pada perdagangan Selasa 27 Januari 2009 harus puas di level Rp11.285-11.335 per USD.

Read More......
by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Memasuki akhir Januari, pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika semakin akan liar. Pasalnya, beberapa hari terakhir rupiah cenderung melemah akibat tingginya permintaan dolar dan juga aksi penerbitan surat utang oleh negara Amerika.

"Menutup bulan ini rupiah cenderung tertekan dan trend-nya sudah berada di atas Rp 11.000 per USD," kata pengamat pasar uang Currency Management Group Farial Anwar saat dihubungi okezone, di Jakarta, Rabu (28/1/2009).

Tingginya permintaan dolar beberapa hari terakhir dan juga melemahnya nilai mata uang global terhadap dolar menjadi faktor rupiah terus tertekan. Bahkan, saat ini intervensi Bank Indonesia (BI) dinilai sudah tidak bisa mengendalikan rupiah. Maka tak ayal, aksi spekulan mulai kembali beredar.

Fahrial bilang, tingginya kebutuhan dolar menjelang penutupan akhir bulan disebabkan banyaknya perusahaan yang membayar utang dan rendahnya transaksi yang ada serta suplai dolar yang terbatas.

Melihat kondisi rupiah yang terus tertekan dan lebarnya pergerakan (swing), dia memprediksikan rupiah akan berada di kisaran Rp11.175 per USD hingga Rp 11.350 per USD.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta pada perdagangan Selasa 27 Januari 2009 harus puas di level Rp11.285-11.335 per USD.

Pasar Modal Belum Bisa Lepas dari Dana Asing


by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Rencana Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) melepaskan pasar modal dari ketergantungan dana asing dengan fokus mengembangkan investasi dana pensiun dan asuransi, dinilai belum memberikan perubahan yang signifikan selama tidak ada pengaturan yang ketat untuk lalu lintas devisa.

"Solusi yang diberikan Bappepam tidak akan banyak perubahan, karena ini berada di level kebijakan makro," kata pengamat ekonomi dari Komite Indonesia Bangkit Ichsanudin Noorsy, saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (2/1/2008).

Apa yang akan dilakukan Bappepam tidak ada korelasinya dengan upaya melepaskan pasar modal dalam negeri terhadap dana asing yang masuk. Pasalnya portofolio asing yang masuk tidak hanya dari produk saham, tetapi juga dari Surat Berharga Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN).

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan menghindari ketergantungan dana asing dengan mengatur lebih ketat lalu lintas devisa, nilai tukarnya, suku bunga dan inflasi.

Sebelumnya, Kepala Bappepam LK Fuad Rahmany menyampaikan fokus agendanya meningkatkan likuiditas pasar modal dalam negeri dan melepaskan ketergantungan pada dana asing, di antaranya mengembangkan investor dalam negeri melalui investasi jangka panjang pada sektor dana pensiun dan asuransi.

Sementara pengamat pasar modal Ketut Tri Bayuna, memberikan apresiasi yang besar terhadap upaya Bappepam meningkatkan likuiditas pasar dalam negeri.

Menurutnya, adalah langkah yang tepat bila Bappepam fokus mengembangkan dana pensiun dan asuransi sebagai investasi untuk menopang pasar dari dana asing. "Investasi di sektor ini semakin mantap dan oke saja, terlebih bila mereka memilih produk obligasi," paparnya.

Read More......
by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Rencana Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bappepam-LK) melepaskan pasar modal dari ketergantungan dana asing dengan fokus mengembangkan investasi dana pensiun dan asuransi, dinilai belum memberikan perubahan yang signifikan selama tidak ada pengaturan yang ketat untuk lalu lintas devisa.

"Solusi yang diberikan Bappepam tidak akan banyak perubahan, karena ini berada di level kebijakan makro," kata pengamat ekonomi dari Komite Indonesia Bangkit Ichsanudin Noorsy, saat dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (2/1/2008).

Apa yang akan dilakukan Bappepam tidak ada korelasinya dengan upaya melepaskan pasar modal dalam negeri terhadap dana asing yang masuk. Pasalnya portofolio asing yang masuk tidak hanya dari produk saham, tetapi juga dari Surat Berharga Indonesia (SBI) dan Surat Utang Negara (SUN).

Menurutnya, hal yang perlu diperhatikan menghindari ketergantungan dana asing dengan mengatur lebih ketat lalu lintas devisa, nilai tukarnya, suku bunga dan inflasi.

Sebelumnya, Kepala Bappepam LK Fuad Rahmany menyampaikan fokus agendanya meningkatkan likuiditas pasar modal dalam negeri dan melepaskan ketergantungan pada dana asing, di antaranya mengembangkan investor dalam negeri melalui investasi jangka panjang pada sektor dana pensiun dan asuransi.

Sementara pengamat pasar modal Ketut Tri Bayuna, memberikan apresiasi yang besar terhadap upaya Bappepam meningkatkan likuiditas pasar dalam negeri.

Menurutnya, adalah langkah yang tepat bila Bappepam fokus mengembangkan dana pensiun dan asuransi sebagai investasi untuk menopang pasar dari dana asing. "Investasi di sektor ini semakin mantap dan oke saja, terlebih bila mereka memilih produk obligasi," paparnya.

Perlu Selektif Beri Fasilitas Margin


by Tim BEI
Perusahaan sekuritas atau pialang dalam kegiatan transaksi di pasar modal bisa dibilang sebagai ujung tombak investor. Broker menjadi mata investor dalam mengamati dan menyimak setiap perkembangan yang terjadi di pasar. Dalam tataran tertentu, broker juga kerap menjadi mastermind bagi investor dalam membuat keputusan investasi jual atau beli. Perusahaan sekuritas seringkali memberikan masukan, nasehat investasi yang obyektif bagi investor. Banyak juga perusahaan sekuritas yang melakukan riset dan membagikan hasil riset kepada investornya. Bahkan, sebagai bentuk pelayanan Perusahaan sekuritas juga kerap memberikan rekomendasi saham apa yang bagus dibeli, dijual atau ditahan untuk jangka waktu lebih panjang.

Dalam arti, sering kali perusahaan sekuritas ikut menentukan keberhasilan investasi seorang investor. Sinyalemen seperti ini tidak berlebihan. Idealnya, hubungan broker dengan investor memang harus terbina dengan baik, saling mengenal satu dengan yang lain sesuai prinsip know your costumers. Broker mengetahui latar belakang nasabahnya, kemampuan ekonominya, dan karakter dalam berinvestasi. Ini sangat penting bagi broker agar tidak salah dalam memberikan pelayanan investasi kepada nasabahnya.

Seringkali kedekatan yang sudah terbina antara broker dengan investornya menjelma menjadi hubungan yang lebih bersifat emosional. Namun begitu, sudah semestinya hubungan emosional jangan sampai mengalahkan hubungan profesional, antara pihak yang menyediakan jasa dan pihak yang menggunakan jasa. Profesional seorang broker yang didukung oleh perusahaannya harus tetap dibina. Ini penting untuk ditekankan. Sebab, hubungan kedekatan antara broker atau dealer dengan nasabahnya kerap memunculkan godaan yang berisiko.

Godaan sering muncul, terutama ketika pasar sedang semarak (bullish). Karena hubungan yang dekat merasa sudah kenal betul nasabahnya, broker kadangkala menyodorkan tawaran yang membuat investor tergiur, yakni: transaksi dengan fasilitas margin. Tawaran diberikan tanpa memberikan gambaran bagaimana dan seberapa besar risiko yang dihadapi investor jika melakukan transaksi margin.

Ada sebagian investor yang tidak termakan dengan iming-iming margin dari broker. Tapi jangan salah, sangat banyak investor yang justru mengharapkan ada fasilitas margin dari perusahaan efek.

Andai saja investor yang mendapat fasilitas margin adalah investor yang prudent, mempunyai kemampuan dana yang cukup, selalu berhati-hati dalam membuat keputusan beli dan tahu betul risiko yang terkandung di balik itu, maka fasilitas margin bukanlah persoalan. Fasilitas margin, bagi investor seperti ini adalah salah satu bentuk pelayanan dari broker.

Namun jika fasilitas margin diberikan kepada investor yang tidak layak. Tidak layak dari sisi kemampuan modal atau jaminan, ketrampilan investasi, pemahaman terhadap risiko dan karakter spekulatif. Nasabah seperti ini sangat berisiko jika mendapatkan fasilitas margin.

Namun, fakta yang seringkali muncul ke permukaan menunjukkan fasilitas margin diberikan dengan kriteria yang tidak ketat. Fasilitas margin diberikan dengan tidak mempertimbangkan batas kemampuan nasabah. Misalnya, nasabah yang memiliki kekayaan aset Rp1 miliar diberi fasilitas margin Rp4 miliar sehingga ia bisa investasi hingga Rp5 miliar. Ini baru dari satu sisi. Dari sisi mental, skill investasi, karakter dan lainnya, sama sekali tidak dipertimbangkan. Karena hubungan kedekatan tadi, nasabah bisa mendapatkan fasilitas margin yang tidak semestinya.

Ketika pasar booming, broker seperti itu tidak akan menimbulkan masalah. Nasabah diuntungkan, dan broker bisa menikmati pendapatan bunga dari margin yang diberikan. Persoalan baru muncul, ketika terjadi krisis, tiba-tiba pasar anjlok dan investor yang menerima fasilitas margin tidak berani melakukan stop loss. Di sisi lain, investor tidak memiliki dana cukup untuk menambah jaminan.

Dalam kondisi pasar dilanda krisis, harga saham anjlok, maka fasilitas margin yang tidak disalurkan secara hati-hati pasti akan menimbulkan masalah besar. Bobot masalahnya bisa lebih besar dari sekadar kredit macet. Semua pihak, baik broker maupun investor terjepit. Hubungan emosional yang begitu kental antara broker dengan investor bisa berubah menjadi hubungan pihak yang saling berlawanan. Karenanya fasilitas margin, sudah seharusnya diberikan dengan kriteria yang ketat.

Read More......
by Tim BEI
Perusahaan sekuritas atau pialang dalam kegiatan transaksi di pasar modal bisa dibilang sebagai ujung tombak investor. Broker menjadi mata investor dalam mengamati dan menyimak setiap perkembangan yang terjadi di pasar. Dalam tataran tertentu, broker juga kerap menjadi mastermind bagi investor dalam membuat keputusan investasi jual atau beli. Perusahaan sekuritas seringkali memberikan masukan, nasehat investasi yang obyektif bagi investor. Banyak juga perusahaan sekuritas yang melakukan riset dan membagikan hasil riset kepada investornya. Bahkan, sebagai bentuk pelayanan Perusahaan sekuritas juga kerap memberikan rekomendasi saham apa yang bagus dibeli, dijual atau ditahan untuk jangka waktu lebih panjang.

Dalam arti, sering kali perusahaan sekuritas ikut menentukan keberhasilan investasi seorang investor. Sinyalemen seperti ini tidak berlebihan. Idealnya, hubungan broker dengan investor memang harus terbina dengan baik, saling mengenal satu dengan yang lain sesuai prinsip know your costumers. Broker mengetahui latar belakang nasabahnya, kemampuan ekonominya, dan karakter dalam berinvestasi. Ini sangat penting bagi broker agar tidak salah dalam memberikan pelayanan investasi kepada nasabahnya.

Seringkali kedekatan yang sudah terbina antara broker dengan investornya menjelma menjadi hubungan yang lebih bersifat emosional. Namun begitu, sudah semestinya hubungan emosional jangan sampai mengalahkan hubungan profesional, antara pihak yang menyediakan jasa dan pihak yang menggunakan jasa. Profesional seorang broker yang didukung oleh perusahaannya harus tetap dibina. Ini penting untuk ditekankan. Sebab, hubungan kedekatan antara broker atau dealer dengan nasabahnya kerap memunculkan godaan yang berisiko.

Godaan sering muncul, terutama ketika pasar sedang semarak (bullish). Karena hubungan yang dekat merasa sudah kenal betul nasabahnya, broker kadangkala menyodorkan tawaran yang membuat investor tergiur, yakni: transaksi dengan fasilitas margin. Tawaran diberikan tanpa memberikan gambaran bagaimana dan seberapa besar risiko yang dihadapi investor jika melakukan transaksi margin.

Ada sebagian investor yang tidak termakan dengan iming-iming margin dari broker. Tapi jangan salah, sangat banyak investor yang justru mengharapkan ada fasilitas margin dari perusahaan efek.

Andai saja investor yang mendapat fasilitas margin adalah investor yang prudent, mempunyai kemampuan dana yang cukup, selalu berhati-hati dalam membuat keputusan beli dan tahu betul risiko yang terkandung di balik itu, maka fasilitas margin bukanlah persoalan. Fasilitas margin, bagi investor seperti ini adalah salah satu bentuk pelayanan dari broker.

Namun jika fasilitas margin diberikan kepada investor yang tidak layak. Tidak layak dari sisi kemampuan modal atau jaminan, ketrampilan investasi, pemahaman terhadap risiko dan karakter spekulatif. Nasabah seperti ini sangat berisiko jika mendapatkan fasilitas margin.

Namun, fakta yang seringkali muncul ke permukaan menunjukkan fasilitas margin diberikan dengan kriteria yang tidak ketat. Fasilitas margin diberikan dengan tidak mempertimbangkan batas kemampuan nasabah. Misalnya, nasabah yang memiliki kekayaan aset Rp1 miliar diberi fasilitas margin Rp4 miliar sehingga ia bisa investasi hingga Rp5 miliar. Ini baru dari satu sisi. Dari sisi mental, skill investasi, karakter dan lainnya, sama sekali tidak dipertimbangkan. Karena hubungan kedekatan tadi, nasabah bisa mendapatkan fasilitas margin yang tidak semestinya.

Ketika pasar booming, broker seperti itu tidak akan menimbulkan masalah. Nasabah diuntungkan, dan broker bisa menikmati pendapatan bunga dari margin yang diberikan. Persoalan baru muncul, ketika terjadi krisis, tiba-tiba pasar anjlok dan investor yang menerima fasilitas margin tidak berani melakukan stop loss. Di sisi lain, investor tidak memiliki dana cukup untuk menambah jaminan.

Dalam kondisi pasar dilanda krisis, harga saham anjlok, maka fasilitas margin yang tidak disalurkan secara hati-hati pasti akan menimbulkan masalah besar. Bobot masalahnya bisa lebih besar dari sekadar kredit macet. Semua pihak, baik broker maupun investor terjepit. Hubungan emosional yang begitu kental antara broker dengan investor bisa berubah menjadi hubungan pihak yang saling berlawanan. Karenanya fasilitas margin, sudah seharusnya diberikan dengan kriteria yang ketat.

Harga Rendah Tak Berarti Murah


by Tim BEI //mbs
"Saham apa yang sekarang murah?" begitu pertanyaan yang kerap muncul dari kalangan awam ketika mereka membahas soal pasar saham. Pertanyaan ini tampak sederhana, tapi untuk menjawabnya bukanlah perkara gampang. Apalagi konsekuensi dari jawaban pertanyaan semacam ini akan mempengaruhi keputusan investasi seseorang dalam belanja saham.

Pertanyaan semacam ini kadang-kadang menimbulkan kerancuan, termasuk di sebagian investor yang notabene-nya setiap hari berkutat jual beli saham. Tapi begitulah fakta yang ada di lapangan. Tidak sedikit pelaku pasar - terutama investor individu - yang menyamaartikan antara harga saham yang rendah dengan harga saham yang murah.

Terminologi harga rendah dan harga murah adalah satu hal berbeda. Secara objektif, dari sudut pandang manapun saham yang harganya rendah tidak berarti saham itu murah. Pun sebaliknya, saham yang harganya dibilang murah belum tentu di pasar rendah. Bisa-bisa saham yang dibilang murah, tapi tidak terjangkau oleh investor ritel.

Banyak contoh di pasar yang bisa dipakai untuk menjelaskan dua konsep berbeda yang sering salah kaprah ini. Harga saham emiten yang sudah mentok di batas terbawah, yakni Rp50 misalnya, selintas menunjukkan bahwa harga saham itu murah. Padahal yang benar adalah harga saham itu rendah, bukan murah. Makanya, bisa dimaklumi kendati cukup banyak emiten yang harga sahamnya sudah mentok di Rp50, tapi tidak menarik investor untuk membelinya. Ini karena investor beranggapan, harga Rp50 bukan harga yang murah. Sampai kini ada sekitar 30-an emiten yang harga sahamnya masih stagnan di Rp50.

Contoh lain bisa dilihat pada saham-saham perusahaan yang dinilai blue chips. Banyak analis maupun pengamat pasar yang menyebutkan saat ini harga saham beberapa emiten pertambangan yang dikenal sebagai saham blue chips harganya cukup murah, tapi mengapa banyak investor - terutama ritel -- yang tak kuasa untuk membelinya. Salah satu penyebabnya harga sahamnya tinggi.

Untuk lebih jelas tentang perbedaan terminologi harga saham rendah dan harga saham murah, berikut ilustrasinya. PT ABC Tbk dan PT XYZ Tbk, keduanya adalah perusahaan yang bergerak di sektor yang sama, memiliki asset yang sama, modal disetor yang sama, memiliki utang yang sama, pendapatan dan laba bersih yang sama. Pendek kata, dua perusahaan ini memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Satu-satunya hal yang berbeda adalah nilai nominal saham dan jumlah saham beredar.

Taruhlah kedua perusahaan itu memiliki modal disetor yang sama Rp100 miliar. Tapi nilai nominal saham PT ABC Tbk ditetapkan Rp1.000. Itu berarti total jumlah saham PT ABC Tbk mencapai 100 juta lembar. Sedangkan PT XYZ Tbk berpendapat nilai nominal tidak perlu besar, cukup Rp100 per saham. Itu berarti jumlah saham PT XYZ Tbk mencapai 1 miliar lembar.

Kita asumsikan harga saham di pasar sama dengan harga nilai nominalnya. Dari ilustrasi sederhana ini saja bisa dilihat satu (1) lembar saham PT ABC Tbk sama dengan sepuluh (10) lembar saham PT XYZ Tbk. Jika ditanya, mana lebih murah untuk satu (1) lembar saham PT ABC Tbk yang dijual di harga Rp1.000 dengan satu (1) lembar saham PT XYZ Tbk yang dijual di Rp100.

Jika hanya melihat dari sisi harga (tanpa membandingkan jumlah saham kedua perusahaan) maka akan menjawab saham PT XYZ Tbk lebih murah. Padahal sebenarnya tidak. Secara objektif kedua perusahaan memiliki kondisi fundamental yang sama.

Karena itu, dalam melakukan penilaian terhadap satu saham Anda tidak cukup hanya melihat dari sisi harga semata. Simaklah fundamentalnya secara detil, juga satuan analisa per saham. Istilah seperti price earning ratio (PER), earning per share (EPS) merupakan satuan analisa yang mengacu pada satu satuan saham. Kembali pada ilustrasi di atas, jika PT ABC Tbk maupun PT XYZ Tbk berhasil mencetak laba bersih Rp10 miliar, maka untuk PT ABC Tbk laba bersih per sahamnya Rp100. Tapi dari kacamata PT XYZ Tbk, laba bersih per saham cuma 10 rupiah saja. Namun, perhitungan PER tetap menunjukkan angka yang sama.

Sebagian investor di bursa saham, kadangkala kurang memperhatikan kondisi objektif seperti itu. Mereka hanya melihat harga saham A lebih rendah dari harga saham B dan langsung diterjemahkan harga saham A lebih murah dari saham B. Sikap seperti ini jelas berbahaya karena mengakibatkan investor berbuat salah dalam melakukan keputusan investasi.

Read More......
by Tim BEI //mbs
"Saham apa yang sekarang murah?" begitu pertanyaan yang kerap muncul dari kalangan awam ketika mereka membahas soal pasar saham. Pertanyaan ini tampak sederhana, tapi untuk menjawabnya bukanlah perkara gampang. Apalagi konsekuensi dari jawaban pertanyaan semacam ini akan mempengaruhi keputusan investasi seseorang dalam belanja saham.

Pertanyaan semacam ini kadang-kadang menimbulkan kerancuan, termasuk di sebagian investor yang notabene-nya setiap hari berkutat jual beli saham. Tapi begitulah fakta yang ada di lapangan. Tidak sedikit pelaku pasar - terutama investor individu - yang menyamaartikan antara harga saham yang rendah dengan harga saham yang murah.

Terminologi harga rendah dan harga murah adalah satu hal berbeda. Secara objektif, dari sudut pandang manapun saham yang harganya rendah tidak berarti saham itu murah. Pun sebaliknya, saham yang harganya dibilang murah belum tentu di pasar rendah. Bisa-bisa saham yang dibilang murah, tapi tidak terjangkau oleh investor ritel.

Banyak contoh di pasar yang bisa dipakai untuk menjelaskan dua konsep berbeda yang sering salah kaprah ini. Harga saham emiten yang sudah mentok di batas terbawah, yakni Rp50 misalnya, selintas menunjukkan bahwa harga saham itu murah. Padahal yang benar adalah harga saham itu rendah, bukan murah. Makanya, bisa dimaklumi kendati cukup banyak emiten yang harga sahamnya sudah mentok di Rp50, tapi tidak menarik investor untuk membelinya. Ini karena investor beranggapan, harga Rp50 bukan harga yang murah. Sampai kini ada sekitar 30-an emiten yang harga sahamnya masih stagnan di Rp50.

Contoh lain bisa dilihat pada saham-saham perusahaan yang dinilai blue chips. Banyak analis maupun pengamat pasar yang menyebutkan saat ini harga saham beberapa emiten pertambangan yang dikenal sebagai saham blue chips harganya cukup murah, tapi mengapa banyak investor - terutama ritel -- yang tak kuasa untuk membelinya. Salah satu penyebabnya harga sahamnya tinggi.

Untuk lebih jelas tentang perbedaan terminologi harga saham rendah dan harga saham murah, berikut ilustrasinya. PT ABC Tbk dan PT XYZ Tbk, keduanya adalah perusahaan yang bergerak di sektor yang sama, memiliki asset yang sama, modal disetor yang sama, memiliki utang yang sama, pendapatan dan laba bersih yang sama. Pendek kata, dua perusahaan ini memiliki kemiripan satu dengan yang lain. Satu-satunya hal yang berbeda adalah nilai nominal saham dan jumlah saham beredar.

Taruhlah kedua perusahaan itu memiliki modal disetor yang sama Rp100 miliar. Tapi nilai nominal saham PT ABC Tbk ditetapkan Rp1.000. Itu berarti total jumlah saham PT ABC Tbk mencapai 100 juta lembar. Sedangkan PT XYZ Tbk berpendapat nilai nominal tidak perlu besar, cukup Rp100 per saham. Itu berarti jumlah saham PT XYZ Tbk mencapai 1 miliar lembar.

Kita asumsikan harga saham di pasar sama dengan harga nilai nominalnya. Dari ilustrasi sederhana ini saja bisa dilihat satu (1) lembar saham PT ABC Tbk sama dengan sepuluh (10) lembar saham PT XYZ Tbk. Jika ditanya, mana lebih murah untuk satu (1) lembar saham PT ABC Tbk yang dijual di harga Rp1.000 dengan satu (1) lembar saham PT XYZ Tbk yang dijual di Rp100.

Jika hanya melihat dari sisi harga (tanpa membandingkan jumlah saham kedua perusahaan) maka akan menjawab saham PT XYZ Tbk lebih murah. Padahal sebenarnya tidak. Secara objektif kedua perusahaan memiliki kondisi fundamental yang sama.

Karena itu, dalam melakukan penilaian terhadap satu saham Anda tidak cukup hanya melihat dari sisi harga semata. Simaklah fundamentalnya secara detil, juga satuan analisa per saham. Istilah seperti price earning ratio (PER), earning per share (EPS) merupakan satuan analisa yang mengacu pada satu satuan saham. Kembali pada ilustrasi di atas, jika PT ABC Tbk maupun PT XYZ Tbk berhasil mencetak laba bersih Rp10 miliar, maka untuk PT ABC Tbk laba bersih per sahamnya Rp100. Tapi dari kacamata PT XYZ Tbk, laba bersih per saham cuma 10 rupiah saja. Namun, perhitungan PER tetap menunjukkan angka yang sama.

Sebagian investor di bursa saham, kadangkala kurang memperhatikan kondisi objektif seperti itu. Mereka hanya melihat harga saham A lebih rendah dari harga saham B dan langsung diterjemahkan harga saham A lebih murah dari saham B. Sikap seperti ini jelas berbahaya karena mengakibatkan investor berbuat salah dalam melakukan keputusan investasi.

Kondisi Pasar Modal 2009 Lebih Baik


by Whisnu Bagus /Sindo/ade
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kondisi pasar modal pada 2009 akan lebih baik dari 2008. Titik balik tersebut akan dimulai pada Januari tahun depan.

"Di awal tahun depan kondisinya diharapkan sudah lebih baik," kata Direktur Ekuitas, Perdagangan, Riset dan Pengembangan Bisnis BEI MS Sembiring, saat dihubungi, di Jakarta , Senin (29/12/2008).

Menurut dia, proyeksi membaiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun depan didasarkan pada batas bawah (support) keterpurukan indeks di 2008 yaitu di kisaran 1.100 poin. Di level ini menurut dia, investor sudah berpikir rasional untuk membeli kembali saham-saham yang valuasinya tergolong murah.

"Kalau kita lihat bursa kita, titik terendahnya itu kan di 1.100, setelah itu tidak pernah turun lagi. Dari data tersebut kita lihat IHSG kita sudah mencapai titik terendah," paparnya.

Sayangnya BEI belum dapat memproyeksikan hingga ke level mana IHSG dapat membaik di 2009. Sembiring hanya mengungkapkan, berdasarkan konsensus para analis, titik terendah bursa-bursa global dan regional, termasuk IHSG sudah terjadi di tahun 2008. "Jadi 2009 seharusnya lebih baik dari sekarang," katanya.

Menurut Sembiring, meski perekonomian global yang dimotori Amerika Serikat (AS) baru pulih (recovery) pada semester II-2009, namun pemulihan pasar modal tidak selalu berpatokan pada sektor riil.

"Pasar modal itu sering mendahului sehingga banyak orang dan pihak seperti Warren Buffet melihat sekarang ini adalah titik terendah. Kalau itu bisa kita jadikan patokan, keadaan bisa jauh lebih baik dari sekarang," katanya.

Pada 2009 BEI juga kembali merevisi target transaksi harian menjadi Rp2,75 triliun per hari dari target sebelumnya yang dipatok Rp3,5 triliun per hari. Target ini pun telah berubah dari Rp5 triliun seperti yang tercetus pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI beberapa waktu lalu. "2009 kita targetkan Rp2,75 triliun. Itu sudah kita revisi lagi," kata Sembiring.

Sembiring menambahkan, pada 2009 BEI tetap tidak merubah target emiten yang melakukan pencatatan saham perdana (listing) yaitu sebanyak 15 perusahaan atau turun dari realisasi 2008 sebanyak 19 perusahaan. Menurut dia, penurunan disebabkan kondisi pasar keuangan yang belum kondusif di tahun depan. Meski likuiditas dinilai sudah akan terjadi di semester I-2009, namun hal itu tidak serta merta membuat perusahaan langsung melakukan go publik. "Biasanya likuiditasnnya naik dulu, baru emitennya tertarik IPO," katanya.

Dia menilai, emiten yang akan go publik biasanya akan melihat kenaikan IHSG terlebih dahulu. Pasalnya, kenaikan indeks merupakan salah satu indikator untuk mengukut tingkat harga (price earning/PE). "Kalau indeks naik otomatis PE-nya bisa naik, yang dijual emiten itu kan perusahaannya," katanya.

Mengenai rendahnya perusahaan yang listing di 2009 Sembiring mengungkapkan, hal yang terpenting adalah komitmennya. Sejumlah perusahaan yang menunda rencana IPO-nya di 2008 lanjut dia, tetap berkomitmen dilakukan di 2009. "Mereka sebenarnya tetap ingin masuk di 2008, tapi karena kondisinya kurang kondusif kita tidak izinkan dulu. Jadi tidak ada alasan untuk tidak punya komitmen," katanya.

Menanggapi tidak tercapainya target IPO di 2008 Sembiring menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. "Ya itu normal saja, kita tidak bisa menerima semua meski banyak emiten yang mau masuk. PE market kan sekarang lagi drop-drop-nya. Jadi lebih baik mereka menunda dulu," katanya.

Read More......
by Whisnu Bagus /Sindo/ade
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kondisi pasar modal pada 2009 akan lebih baik dari 2008. Titik balik tersebut akan dimulai pada Januari tahun depan.

"Di awal tahun depan kondisinya diharapkan sudah lebih baik," kata Direktur Ekuitas, Perdagangan, Riset dan Pengembangan Bisnis BEI MS Sembiring, saat dihubungi, di Jakarta , Senin (29/12/2008).

Menurut dia, proyeksi membaiknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun depan didasarkan pada batas bawah (support) keterpurukan indeks di 2008 yaitu di kisaran 1.100 poin. Di level ini menurut dia, investor sudah berpikir rasional untuk membeli kembali saham-saham yang valuasinya tergolong murah.

"Kalau kita lihat bursa kita, titik terendahnya itu kan di 1.100, setelah itu tidak pernah turun lagi. Dari data tersebut kita lihat IHSG kita sudah mencapai titik terendah," paparnya.

Sayangnya BEI belum dapat memproyeksikan hingga ke level mana IHSG dapat membaik di 2009. Sembiring hanya mengungkapkan, berdasarkan konsensus para analis, titik terendah bursa-bursa global dan regional, termasuk IHSG sudah terjadi di tahun 2008. "Jadi 2009 seharusnya lebih baik dari sekarang," katanya.

Menurut Sembiring, meski perekonomian global yang dimotori Amerika Serikat (AS) baru pulih (recovery) pada semester II-2009, namun pemulihan pasar modal tidak selalu berpatokan pada sektor riil.

"Pasar modal itu sering mendahului sehingga banyak orang dan pihak seperti Warren Buffet melihat sekarang ini adalah titik terendah. Kalau itu bisa kita jadikan patokan, keadaan bisa jauh lebih baik dari sekarang," katanya.

Pada 2009 BEI juga kembali merevisi target transaksi harian menjadi Rp2,75 triliun per hari dari target sebelumnya yang dipatok Rp3,5 triliun per hari. Target ini pun telah berubah dari Rp5 triliun seperti yang tercetus pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BEI beberapa waktu lalu. "2009 kita targetkan Rp2,75 triliun. Itu sudah kita revisi lagi," kata Sembiring.

Sembiring menambahkan, pada 2009 BEI tetap tidak merubah target emiten yang melakukan pencatatan saham perdana (listing) yaitu sebanyak 15 perusahaan atau turun dari realisasi 2008 sebanyak 19 perusahaan. Menurut dia, penurunan disebabkan kondisi pasar keuangan yang belum kondusif di tahun depan. Meski likuiditas dinilai sudah akan terjadi di semester I-2009, namun hal itu tidak serta merta membuat perusahaan langsung melakukan go publik. "Biasanya likuiditasnnya naik dulu, baru emitennya tertarik IPO," katanya.

Dia menilai, emiten yang akan go publik biasanya akan melihat kenaikan IHSG terlebih dahulu. Pasalnya, kenaikan indeks merupakan salah satu indikator untuk mengukut tingkat harga (price earning/PE). "Kalau indeks naik otomatis PE-nya bisa naik, yang dijual emiten itu kan perusahaannya," katanya.

Mengenai rendahnya perusahaan yang listing di 2009 Sembiring mengungkapkan, hal yang terpenting adalah komitmennya. Sejumlah perusahaan yang menunda rencana IPO-nya di 2008 lanjut dia, tetap berkomitmen dilakukan di 2009. "Mereka sebenarnya tetap ingin masuk di 2008, tapi karena kondisinya kurang kondusif kita tidak izinkan dulu. Jadi tidak ada alasan untuk tidak punya komitmen," katanya.

Menanggapi tidak tercapainya target IPO di 2008 Sembiring menilai kondisi tersebut merupakan hal yang wajar. "Ya itu normal saja, kita tidak bisa menerima semua meski banyak emiten yang mau masuk. PE market kan sekarang lagi drop-drop-nya. Jadi lebih baik mereka menunda dulu," katanya.

Menunggu Holiday Effect atau January Effect


by Tim BEI
Tahun 2008 sudah ada di penghujung jalan. Tidak lama lagi liburan akan tiba. Anak sekolah bahkan, sudah memasuki masa libur akhir tahun. Begitupun dengan aktivitas di Pasar Modal. Tanggal 30 Desember ini merupakan perdagangan hari terakhir di BEI, selanjutnya pelaku pasar akan menikmati libur panjang hingga 5 Januari 2009.

Masa liburan biasanya selalu disambut dengan sukacita, gembira, dan senyum ceria. Setelah tenggelam dalam rutinitas harian selama satu tahun penuh, maka liburan panjang tutup tahun dan menjelang tahun baru adalah satu kesempatan istirahat yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik oleh investor maupun para profesional pengelola dana (fund manager).

Di pasar Wall Street, fenomena menjelang liburan ini akan semakin semarak. Pasalnya, setiap memasuki hari libur seringkali pasar saham di sana bergerak anomali. Seolah-olah ingin memberikan bekal uang saku bagi mereka yang akan berlibur, harga saham dan indeks harga saham di bursa Wall Street senantiasa bergerak naik cukup signifikan setiap kali akan memasuki hari libur besar seperti tahun baru, hari kemerdekaan (independen day), hari buruh (labour day) dan sebagainya. Begitu kerapnya fenomena ini berulang terjadi, hingga memunculkan sebuah istilah Holiday Effect atau efek liburan.

Fenomena ini menarik perhatian Prof Josef Lakonishok dari Univerisity of Illinois, Urbana Campaign dan Prof Seymour Smidt dari Cornell University, pakar investasi untuk melakukan sebuah penelitian. Melalui penelitian intensif dengan menggunakan data indeks Dow Jones (DJIA) dengan rentang waktu 90 tahun, keduanya sampai pada kesimpulan bahwa Holiday Effect merupakan anomali kedua setelah January Effect. Namun, tidak dijelaskan dengan detil bagaimana fenomena seperti itu bisa terjadi.

Masih dalam konteks Holiday Effect, di Indonesia juga pernah ada satu penelitian tentang fenomena Friday Effect atau Weekend Effect. Namun, fenomena yang terjadi justru agak berlawanan dengan Holiday Effect. Fenomena Weekend Effect di bursa saham Indonesia memperlihatkan adanya kecenderungan terjadinya koreksi pasar.

Dari penelitian itu dijelaskan bahwa kecenderungan terjadinya koreksi pasar menjelang libur akhir pekan disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak merata (asimetris information). Penjelasannya begini. Perubahan atau naik turunnya harga saham di pasar selalu dipengaruhi oleh informasi penting dan relevan. Saat hari Sabtu dan Minggu - dimana pasar libur tidak ada transaksi - pelaku pasar kuatir ada perkembangan informasi yang bisa mengakibatkan turunnya harga saham. Karena itu untuk menghindari ketidakpastian informasi dan mengurangi risiko, pelaku pasar bersikap lebih baik tidak memegang barang (saham, red) saat liburan. Akibatnya mereka melepas saham sehingga harganya di pasar terkoreksi.

Fenomena Holiday Effect di Indonesia ternyata bertolak belakang dengan fenomena yang terjadi di bursa Wall Street. Jika di Wall Street, menjelang masuk liburan harga saham naik, tapi di Indonesia sebaliknya. Namun, penelitian seperti ini agaknya perlu dilakukan lebih intensif sehingga menghasilkan penjelasan yang lebih lugas dan bisa menjadi pegangan bagi pelaku pasar.

Agak berbeda dengan Holiday Effect, fenomena Januari Effect lebih memiliki penjelasan. Anomali harga atau kenaikan harga saham yang sering terjadi di awal Januari bisa dijelaskan sebagai berikut. Fenomena ini masih terkait dengan perlakuan perpajakan.

Menjelang tutup tahun, pada hari-hari terakhir kegiatan transaksi fund-fund manager akan merealisasikan kerugian untuk saham-saham yang dinilai tidak prospektif dalam jangka pendek dan harganya terkoreksi terus. Dengan merealisasi kerugian berarti fund manager memiliki faktor pengurang pajak pendapatan. Fund manager akan membeli kembali (buy back) saham yang dilepasnya pada tahun baru sehingga harganya meloncat kembali.

Penjelasan ini memang agak bertolak belakang dengan penjelasan yang melatarbelakangi terjadinya anomaly window dressing, yakni fenomena naiknya harga saham menjelang berakhirnya tutup buku yang bersamaan dengan tutup tahun. Dalam fenomena window dressing, dikatakan bahwa fund manager sengaja melakukan pembelian saham agar harga saham naik dan nilai portofolionya menjadi lebih indah. Akibatnya harga saham akan naik ketika menjelang tutup tahun.

Jika dirunut lagi, berbagai anomali yang terjadi di pasar apakah itu Holiday Effect ataupun Januari Effect memilih logika yang tidak seirama. Tapi itulah fakta yang kerap terjadi di pasar. Faktanya terjadi, tapi tidak dibangun dengan logika yang memuaskan. Di sisi lain, pelaku pasar selalu inovatif dan penuh inspirasi dengan melahirkan berbagai istilah keren agar enak dinikmati. Selanjutnya terserah Anda menyikapinya: apakah akan menunggu Holiday Effect atau January Effect.

Read More......
by Tim BEI
Tahun 2008 sudah ada di penghujung jalan. Tidak lama lagi liburan akan tiba. Anak sekolah bahkan, sudah memasuki masa libur akhir tahun. Begitupun dengan aktivitas di Pasar Modal. Tanggal 30 Desember ini merupakan perdagangan hari terakhir di BEI, selanjutnya pelaku pasar akan menikmati libur panjang hingga 5 Januari 2009.

Masa liburan biasanya selalu disambut dengan sukacita, gembira, dan senyum ceria. Setelah tenggelam dalam rutinitas harian selama satu tahun penuh, maka liburan panjang tutup tahun dan menjelang tahun baru adalah satu kesempatan istirahat yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, baik oleh investor maupun para profesional pengelola dana (fund manager).

Di pasar Wall Street, fenomena menjelang liburan ini akan semakin semarak. Pasalnya, setiap memasuki hari libur seringkali pasar saham di sana bergerak anomali. Seolah-olah ingin memberikan bekal uang saku bagi mereka yang akan berlibur, harga saham dan indeks harga saham di bursa Wall Street senantiasa bergerak naik cukup signifikan setiap kali akan memasuki hari libur besar seperti tahun baru, hari kemerdekaan (independen day), hari buruh (labour day) dan sebagainya. Begitu kerapnya fenomena ini berulang terjadi, hingga memunculkan sebuah istilah Holiday Effect atau efek liburan.

Fenomena ini menarik perhatian Prof Josef Lakonishok dari Univerisity of Illinois, Urbana Campaign dan Prof Seymour Smidt dari Cornell University, pakar investasi untuk melakukan sebuah penelitian. Melalui penelitian intensif dengan menggunakan data indeks Dow Jones (DJIA) dengan rentang waktu 90 tahun, keduanya sampai pada kesimpulan bahwa Holiday Effect merupakan anomali kedua setelah January Effect. Namun, tidak dijelaskan dengan detil bagaimana fenomena seperti itu bisa terjadi.

Masih dalam konteks Holiday Effect, di Indonesia juga pernah ada satu penelitian tentang fenomena Friday Effect atau Weekend Effect. Namun, fenomena yang terjadi justru agak berlawanan dengan Holiday Effect. Fenomena Weekend Effect di bursa saham Indonesia memperlihatkan adanya kecenderungan terjadinya koreksi pasar.

Dari penelitian itu dijelaskan bahwa kecenderungan terjadinya koreksi pasar menjelang libur akhir pekan disebabkan oleh penyebaran informasi yang tidak merata (asimetris information). Penjelasannya begini. Perubahan atau naik turunnya harga saham di pasar selalu dipengaruhi oleh informasi penting dan relevan. Saat hari Sabtu dan Minggu - dimana pasar libur tidak ada transaksi - pelaku pasar kuatir ada perkembangan informasi yang bisa mengakibatkan turunnya harga saham. Karena itu untuk menghindari ketidakpastian informasi dan mengurangi risiko, pelaku pasar bersikap lebih baik tidak memegang barang (saham, red) saat liburan. Akibatnya mereka melepas saham sehingga harganya di pasar terkoreksi.

Fenomena Holiday Effect di Indonesia ternyata bertolak belakang dengan fenomena yang terjadi di bursa Wall Street. Jika di Wall Street, menjelang masuk liburan harga saham naik, tapi di Indonesia sebaliknya. Namun, penelitian seperti ini agaknya perlu dilakukan lebih intensif sehingga menghasilkan penjelasan yang lebih lugas dan bisa menjadi pegangan bagi pelaku pasar.

Agak berbeda dengan Holiday Effect, fenomena Januari Effect lebih memiliki penjelasan. Anomali harga atau kenaikan harga saham yang sering terjadi di awal Januari bisa dijelaskan sebagai berikut. Fenomena ini masih terkait dengan perlakuan perpajakan.

Menjelang tutup tahun, pada hari-hari terakhir kegiatan transaksi fund-fund manager akan merealisasikan kerugian untuk saham-saham yang dinilai tidak prospektif dalam jangka pendek dan harganya terkoreksi terus. Dengan merealisasi kerugian berarti fund manager memiliki faktor pengurang pajak pendapatan. Fund manager akan membeli kembali (buy back) saham yang dilepasnya pada tahun baru sehingga harganya meloncat kembali.

Penjelasan ini memang agak bertolak belakang dengan penjelasan yang melatarbelakangi terjadinya anomaly window dressing, yakni fenomena naiknya harga saham menjelang berakhirnya tutup buku yang bersamaan dengan tutup tahun. Dalam fenomena window dressing, dikatakan bahwa fund manager sengaja melakukan pembelian saham agar harga saham naik dan nilai portofolionya menjadi lebih indah. Akibatnya harga saham akan naik ketika menjelang tutup tahun.

Jika dirunut lagi, berbagai anomali yang terjadi di pasar apakah itu Holiday Effect ataupun Januari Effect memilih logika yang tidak seirama. Tapi itulah fakta yang kerap terjadi di pasar. Faktanya terjadi, tapi tidak dibangun dengan logika yang memuaskan. Di sisi lain, pelaku pasar selalu inovatif dan penuh inspirasi dengan melahirkan berbagai istilah keren agar enak dinikmati. Selanjutnya terserah Anda menyikapinya: apakah akan menunggu Holiday Effect atau January Effect.

Aset Pasar Modal Tergerus 42%


by Whisnu Bagus /Sindo/rhs
JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan penurunan total aset pasar modal yang tersimpan per 24 Desember 2008 sebesar 42 persen atau setara Rp551,6 triliun menjadi Rp764,64 triliun dibanding posisi per 28 Desember 2007 sebesar Rp1.288 triliun. Penurunan tersebut terjadi akibat pengaruh krisis finansial global.

Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada aset saham, yang turun dari Rp1.191,33 triliun menjadi Rp646,53 triliun. "Penurunan berikutnya dialami oleh aset berupa obligasi korporasi dan waran," kata Ananta.

Lebih lanjut dijelaskan Ananta, aset waran turun menjadi Rp1,585 triliun dari posisi per 28 Desember 2007 sebesar Rp10,375 triliun. Obligasi korporasi tercatat turun menjadi Rp70,442 triliun dari posisi sebelumnya Rp79,666 triliun.

Hal yang sama terjadi pada hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) turun menjadi Rp1,821 miliar dari sebelumnya Rp8,114 miliar dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang turun menjadi Rp490 miliar dari posisi sebelumnya Rp1,394 triliun. "Secara umum penurunan ini akibat krisis finansial yang menyebabkan investor menahan dulu investasinya," kata Ananta.

Meski begitu, ada beberapa aset yang justru naik seperti obligasi pemerintah dari Rp10,67 triliun menjadi Rp15,27 triliun. Selain itu, obligasi syariah (sukuk) naik dari Rp1,025 triliun menjadi Rp3,3 triliun dan reksadana (mutual fund) naik dari Rp578 miliar menjadi Rp725,5 miliar.

Berdasarkan total aset saham yang tercatat di The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) , kepemilikannya didominasi investor asing dengan jumlah Rp436,3 triliun atau 67 persen. Sedangkan investor lokal hanya menguasai 33 persen atau Rp210,23 triliun. "Jumlah kepemilikan masing-masing aset tersebut turun satu persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

Pada aset obligasi korporasi yang tercatat di C-BEST mayoritas merupakan milik investor lokal, yaitu Rp 67,74 triliun (96 persen). Sedangkan aset obligasi korporasi milik investor asing hanya Rp 2,71 triliun (4 persen).

Mengenai banyak investor asing pada aset saham Ananta mengungkapkan, bahwa hal itu merupakan fakta yang wajar. Pasalnya, porsi kepemilikan asing pada pasar modal di emerging market, termasuk Indonesia sangat mendominasi. "Main drive di kita ya memang asing," katanya.

Ananta juga membantah bahwa pada 2009 investor asing akan keluar besar-besaran dari pasar modal Indonesia. Menurut dia, meskipun tahun depan sejumlah pengamat memproyeksikan asing akan keluar, namun hal itu tidak berlangsung lama. "Asing bisa saja keluar, tapi kan yang lain masuk juga," katanya.

Untuk itu lanjut dia, pihaknya bersama Self Regulation Organization (SRO) lainnya berupaya untuk membangun basis investor lokal. Sehingga jika sewaktu-waktu asing keluar, maka fundamental pasar modal Indonesia tidak akan mengalami penurunan yang signifikan. "Seperti di China, investor ritelnya kan cukup besar, jadi krisis ini menjadi pengamalam buat kita," kata Ananta.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengungkapkan, pada 2009 investor asing di pasar modal Indonesia diproyeksikan akan berkurang menjadi 30-40 persen dari saat ini sebesar 67 persen. "Kemungkinan akan turun," katanya.

Menurut dia, turunnya investor asing di 2009 disebabkan tergerusnya devisa negara-negara di dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) guna membiayai pemulihan (recovery) krisis di negaranya. Untuk meningkatkan cadangan devisanya, mereka harus menjual surat utang pemerintah yang diinvestasikan di emerging market, termasuk Indonesia. "Kalau di Indonesia, saya pikir mereka tetap akan mempertahankan tidak kurang dari 30 persen," katanya.


Read More......
by Whisnu Bagus /Sindo/rhs
JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatatkan penurunan total aset pasar modal yang tersimpan per 24 Desember 2008 sebesar 42 persen atau setara Rp551,6 triliun menjadi Rp764,64 triliun dibanding posisi per 28 Desember 2007 sebesar Rp1.288 triliun. Penurunan tersebut terjadi akibat pengaruh krisis finansial global.

Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo mengatakan, penurunan terbesar terjadi pada aset saham, yang turun dari Rp1.191,33 triliun menjadi Rp646,53 triliun. "Penurunan berikutnya dialami oleh aset berupa obligasi korporasi dan waran," kata Ananta.

Lebih lanjut dijelaskan Ananta, aset waran turun menjadi Rp1,585 triliun dari posisi per 28 Desember 2007 sebesar Rp10,375 triliun. Obligasi korporasi tercatat turun menjadi Rp70,442 triliun dari posisi sebelumnya Rp79,666 triliun.

Hal yang sama terjadi pada hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) turun menjadi Rp1,821 miliar dari sebelumnya Rp8,114 miliar dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) yang turun menjadi Rp490 miliar dari posisi sebelumnya Rp1,394 triliun. "Secara umum penurunan ini akibat krisis finansial yang menyebabkan investor menahan dulu investasinya," kata Ananta.

Meski begitu, ada beberapa aset yang justru naik seperti obligasi pemerintah dari Rp10,67 triliun menjadi Rp15,27 triliun. Selain itu, obligasi syariah (sukuk) naik dari Rp1,025 triliun menjadi Rp3,3 triliun dan reksadana (mutual fund) naik dari Rp578 miliar menjadi Rp725,5 miliar.

Berdasarkan total aset saham yang tercatat di The Central Depository and Book Entry Settlement System (C-BEST) , kepemilikannya didominasi investor asing dengan jumlah Rp436,3 triliun atau 67 persen. Sedangkan investor lokal hanya menguasai 33 persen atau Rp210,23 triliun. "Jumlah kepemilikan masing-masing aset tersebut turun satu persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

Pada aset obligasi korporasi yang tercatat di C-BEST mayoritas merupakan milik investor lokal, yaitu Rp 67,74 triliun (96 persen). Sedangkan aset obligasi korporasi milik investor asing hanya Rp 2,71 triliun (4 persen).

Mengenai banyak investor asing pada aset saham Ananta mengungkapkan, bahwa hal itu merupakan fakta yang wajar. Pasalnya, porsi kepemilikan asing pada pasar modal di emerging market, termasuk Indonesia sangat mendominasi. "Main drive di kita ya memang asing," katanya.

Ananta juga membantah bahwa pada 2009 investor asing akan keluar besar-besaran dari pasar modal Indonesia. Menurut dia, meskipun tahun depan sejumlah pengamat memproyeksikan asing akan keluar, namun hal itu tidak berlangsung lama. "Asing bisa saja keluar, tapi kan yang lain masuk juga," katanya.

Untuk itu lanjut dia, pihaknya bersama Self Regulation Organization (SRO) lainnya berupaya untuk membangun basis investor lokal. Sehingga jika sewaktu-waktu asing keluar, maka fundamental pasar modal Indonesia tidak akan mengalami penurunan yang signifikan. "Seperti di China, investor ritelnya kan cukup besar, jadi krisis ini menjadi pengamalam buat kita," kata Ananta.

Pengamat pasar modal Yanuar Rizky mengungkapkan, pada 2009 investor asing di pasar modal Indonesia diproyeksikan akan berkurang menjadi 30-40 persen dari saat ini sebesar 67 persen. "Kemungkinan akan turun," katanya.

Menurut dia, turunnya investor asing di 2009 disebabkan tergerusnya devisa negara-negara di dunia, khususnya Amerika Serikat (AS) guna membiayai pemulihan (recovery) krisis di negaranya. Untuk meningkatkan cadangan devisanya, mereka harus menjual surat utang pemerintah yang diinvestasikan di emerging market, termasuk Indonesia. "Kalau di Indonesia, saya pikir mereka tetap akan mempertahankan tidak kurang dari 30 persen," katanya.


Produk Baru BEI Diluncurkan April 2009


by Juni Triyanto /Sindo/rhs
JAKARTA - Produk baru Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan siap diluncurkan pada April 2009. Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan saat ini, pihaknya tengah menyempurnakan sistem pada sejumlah produk baru, antara lain revitalisasi KOS (Kontrak Opsi Saham), revitalisasi LQ45 Index Futures dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) index futures.

"Untuk produk KOS dan index futures, kemungkinan April 2009 bisa kita luncurkan. Saat ini masih dalam tahap penyempurnaan sistem," terang Erry.

Awalnya, produk-produk tersebut akan diluncurkan pada Desember 2008, namun karena sistemnya belum seluruhnya siap, BEI menunda hingga awal kuartal II-2009. Sistem yang belum siap itu terdapat pada DTS (Derivative Trading System), yang masih butuh waktu untuk penyempurnaan. Selain itu BEI juga terus melakukan pengembangan dalam remote trading untuk AB (anggota bursa).

Erry menjelaskan, pengembangan produk derivatif BEI diharapkan bisa menunjang likuiditas di pasar modal. Jadi, lanjut Erry, jika IHSG jatuh maka investor punya alternatif untuk melakukan hedging (lindung nilai). "Seperti sekarang ini, kalau indeks jatuh maka bursa akan ikut jatuh semua, tetapi kalau ada LQ45 Futures, maka orang bisa melakukan hedging," kata Erry.

Produk derivatif merupakan produk turunan dari produk utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Produk derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini biasanya disebut sebagai underlying assets.

Secara spesifik derivatif diartikan sebagai kontrak finansial antara dua pihak atau lebih guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset atau komiditas yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga sudah disepakati bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di pasar spot.

Saat ini BEI sudah memiliki lima produk derivatif. Kelima produk derivatif BEI yaitu, kontrak opsi saham, kontrak berjangka indeks (LQ 45 Futures), mini LQ 45 Futures, LQ45 Futures Periodik dan Japan Futures.

Dari lima produk tersebut, kata Erry, BEI saat sedang melakukan revitalisasi terhadap dua produk derivatif untuk kontrak saham dan LQ45 Futures.

Revitalisasi yang dimaksud adalah dengan menerapkan remote trading dan sejumlah aturan lainnya yang akan lain. Dengan sistem remote artinya tidak ada report sama seperti perdagangan saham.

Remote trading merupakan sistem perdagangan jarak jauh yang dapat dilakukan oleh anggota bursa tanpa tanpa melalui lantao bursa. Sistem ini memberikan kemudahan kepada anggota bursa dapat langsung bertransaksi dari manapun dan tidak perlu lagi mengirimkan order kepada pialang perwakilannya di lantai bursa. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah produk lainnya, seperti REIT (Real Estate Investment Trusts), Structured Warants serta SSF (Single Stock Futures). Ketiganya juga masih dalam proses penyempurnaan.

Untuk REIT, Erry mengatakan masih dalam tahap rules-making-rules untuk draft aturannya. "Sekarang masih di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal)," terangnya.

Sementara untuk Structured Warants tengah memasuki penyusunan spesifikasi bisnis. Sedangkan untuk SSF, saat ini memasuki tahap market research dan penyusunan spesifikasi produk. "Diharapkan ini juga bisa selesai secepatnya," tegas Erry.

Read More......
by Juni Triyanto /Sindo/rhs
JAKARTA - Produk baru Bursa Efek Indonesia (BEI) baru akan siap diluncurkan pada April 2009. Direktur Utama BEI Erry Firmansyah mengatakan saat ini, pihaknya tengah menyempurnakan sistem pada sejumlah produk baru, antara lain revitalisasi KOS (Kontrak Opsi Saham), revitalisasi LQ45 Index Futures dan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) index futures.

"Untuk produk KOS dan index futures, kemungkinan April 2009 bisa kita luncurkan. Saat ini masih dalam tahap penyempurnaan sistem," terang Erry.

Awalnya, produk-produk tersebut akan diluncurkan pada Desember 2008, namun karena sistemnya belum seluruhnya siap, BEI menunda hingga awal kuartal II-2009. Sistem yang belum siap itu terdapat pada DTS (Derivative Trading System), yang masih butuh waktu untuk penyempurnaan. Selain itu BEI juga terus melakukan pengembangan dalam remote trading untuk AB (anggota bursa).

Erry menjelaskan, pengembangan produk derivatif BEI diharapkan bisa menunjang likuiditas di pasar modal. Jadi, lanjut Erry, jika IHSG jatuh maka investor punya alternatif untuk melakukan hedging (lindung nilai). "Seperti sekarang ini, kalau indeks jatuh maka bursa akan ikut jatuh semua, tetapi kalau ada LQ45 Futures, maka orang bisa melakukan hedging," kata Erry.

Produk derivatif merupakan produk turunan dari produk utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Produk derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini biasanya disebut sebagai underlying assets.

Secara spesifik derivatif diartikan sebagai kontrak finansial antara dua pihak atau lebih guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual aset atau komiditas yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga sudah disepakati bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di pasar spot.

Saat ini BEI sudah memiliki lima produk derivatif. Kelima produk derivatif BEI yaitu, kontrak opsi saham, kontrak berjangka indeks (LQ 45 Futures), mini LQ 45 Futures, LQ45 Futures Periodik dan Japan Futures.

Dari lima produk tersebut, kata Erry, BEI saat sedang melakukan revitalisasi terhadap dua produk derivatif untuk kontrak saham dan LQ45 Futures.

Revitalisasi yang dimaksud adalah dengan menerapkan remote trading dan sejumlah aturan lainnya yang akan lain. Dengan sistem remote artinya tidak ada report sama seperti perdagangan saham.

Remote trading merupakan sistem perdagangan jarak jauh yang dapat dilakukan oleh anggota bursa tanpa tanpa melalui lantao bursa. Sistem ini memberikan kemudahan kepada anggota bursa dapat langsung bertransaksi dari manapun dan tidak perlu lagi mengirimkan order kepada pialang perwakilannya di lantai bursa. Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan sejumlah produk lainnya, seperti REIT (Real Estate Investment Trusts), Structured Warants serta SSF (Single Stock Futures). Ketiganya juga masih dalam proses penyempurnaan.

Untuk REIT, Erry mengatakan masih dalam tahap rules-making-rules untuk draft aturannya. "Sekarang masih di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal)," terangnya.

Sementara untuk Structured Warants tengah memasuki penyusunan spesifikasi bisnis. Sedangkan untuk SSF, saat ini memasuki tahap market research dan penyusunan spesifikasi produk. "Diharapkan ini juga bisa selesai secepatnya," tegas Erry.

Tren Akuisisi & Merger Warnai Pasar Modal di Kuartal II-2009


by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Memasuki kuartal II-2009, diperkirakan akan banyak emiten melakukan aksi merger, akuisisi, atau joint venture dengan investor asing.� Hal ini dilakukan sebagai tren pasar modal dalam negeri.

Selain sebagai tren, ada peluang ter-cover-nya kondisi ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut yang akan segera dimanfaatkan oleh investor asing.

"Membaiknya pertumbuhan ekonomi emerging market dibandingkan negara maju, memberikan peluang bagi investor asing untuk investasi kerja sama," kata pengamat pasar modal PT Bali Sekuritas Ketut Tri Bayuna, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (2/1/2009).

Menurutnya, kondisi ke depan yang juga dihadapkan dengan situasi Pemilu akan lebih membuat para investor fokus konsolidasi menunggu keadaan lebih baik.

Konsolidasi yang dilakukan investor dalam negeri diwujudkan dengan merger atau akuisisi dan patnership dengan investor asing yang memiliki dana besar sebagai upaya mengamankan investasi masa depan.

Setidaknya aksi merger atau akuisisi dan patnership akan lebih dilirik investor, bilamana pasarnya mempunyai basis yang kuat, menjanjikan untuk keutungan besar dan layak sebagai investasi jangka panjang.

Ketut mengatakan, tren merger atau akuisisi akan banyak dilakukan di empat sektor, yakni perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan energi. "Telekomunikasi yang paling lebih menonjol trennya, seperti perusahaan Fren yang akan diakuisisi perusahaan lokal," paparnya.

Sama halnya dengan sektor telekomunikasi, sektor komoditas juga akan ramai dengan tren seperti ini. Karena bagaimanapun juga sektor komoditas akan banyak terserap di infrastruktur yang sedang maraknya digenjot pemerintah.

Sedangkan di sektor properti, kata Ketut di Indonesia pasarnya belum menjanjikan dan basisnya belum kuat. Namun kendatipun demikian, tetap layak dan akan dilirik investor asing kedepannya.

Namun sayangnya dia belum mau menyebutkan, sudah berapa emiten yang melakukan aksi merger atau akuisisi.

Read More......
by Ahmad Nabhani
JAKARTA - Memasuki kuartal II-2009, diperkirakan akan banyak emiten melakukan aksi merger, akuisisi, atau joint venture dengan investor asing.� Hal ini dilakukan sebagai tren pasar modal dalam negeri.

Selain sebagai tren, ada peluang ter-cover-nya kondisi ekonomi Indonesia pada kuartal tersebut yang akan segera dimanfaatkan oleh investor asing.

"Membaiknya pertumbuhan ekonomi emerging market dibandingkan negara maju, memberikan peluang bagi investor asing untuk investasi kerja sama," kata pengamat pasar modal PT Bali Sekuritas Ketut Tri Bayuna, saat dihubungi okezone, di Jakarta, Jumat (2/1/2009).

Menurutnya, kondisi ke depan yang juga dihadapkan dengan situasi Pemilu akan lebih membuat para investor fokus konsolidasi menunggu keadaan lebih baik.

Konsolidasi yang dilakukan investor dalam negeri diwujudkan dengan merger atau akuisisi dan patnership dengan investor asing yang memiliki dana besar sebagai upaya mengamankan investasi masa depan.

Setidaknya aksi merger atau akuisisi dan patnership akan lebih dilirik investor, bilamana pasarnya mempunyai basis yang kuat, menjanjikan untuk keutungan besar dan layak sebagai investasi jangka panjang.

Ketut mengatakan, tren merger atau akuisisi akan banyak dilakukan di empat sektor, yakni perbankan, telekomunikasi, komoditas, dan energi. "Telekomunikasi yang paling lebih menonjol trennya, seperti perusahaan Fren yang akan diakuisisi perusahaan lokal," paparnya.

Sama halnya dengan sektor telekomunikasi, sektor komoditas juga akan ramai dengan tren seperti ini. Karena bagaimanapun juga sektor komoditas akan banyak terserap di infrastruktur yang sedang maraknya digenjot pemerintah.

Sedangkan di sektor properti, kata Ketut di Indonesia pasarnya belum menjanjikan dan basisnya belum kuat. Namun kendatipun demikian, tetap layak dan akan dilirik investor asing kedepannya.

Namun sayangnya dia belum mau menyebutkan, sudah berapa emiten yang melakukan aksi merger atau akuisisi.

Mendongkrak Daya Tarik Pasar


By Tim BEI//mbs

Krisis finansial sepanjang 2008 telah merontokkan harga-harga saham di pasar. Selama 2008, IHSG BEI terpangkas 50,64 persen dari 2.745,83 poin pada akhir 2007 menjadi 1.355,41 poin pada akhir 2008. Indeks saham unggulan LQ 45 juga merosot 54,95 persen dari 599,82 poin menjadi 270,23 poin.

Koreksi pasar terhadap indeks baik IHSG maupun LQ45 memang cukup fantastis. Ketika IHSG menyentuh di titik 1.111, 390 pelaku pasar serentak ambil sikap: memborong saham yang telah terkoreksi amat tajam. Investor memilih saham-saham yang secara tehnikal turun tajam, padahal secara fundamental masih bagus.

Investor yang berani mengambil inisiatif lebih awal untuk membeli ketika IHSG sudah turun drastis - kini sudah bisa merasakan nikmatnya capital gain. Simak saja, bagaimana perkembangan yang terjadi selanjutnya di pasar. IHSG bergerak naik, semakin hari semakin jauh dari titik terendah yang pernah dicapai 2008. Pada transaksi Selasa (6/1/2009) lalu, IHSG ditutup di titik 1.435,54, dan indeks LQ45 di titik 290,352 .

Jika dihitung dari titik terendah 2008 yang terjadi pada 28 Oktober, maka dalam waktu dua bulan IHSG tumbuh 29,2 persen dan indeks LQ45 tumbuh 40,52 persen. Itu artinya, secara rata-rata jika dihitung sejak 28 Oktober 2008 pasar telah memberikan keuntungan 29,2 persen. Dan kelompok saham unggulan telah memberikan keuntungan sebesar 40,52 persen.

Peluang Masih Terbuka

Mengutip pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam temu wicara dengan pelaku Pasar Modal usai pembukaan transaksi 2009, Senin (5/1/2009) lalu yang menyebutkan bahwa 2009 pelaku pasar masih menghadapi tantangan berat. ''Tapi kita harus yakin bisa mengatasi dan menangani tantangan itu,'' ucap Presiden.

Nah, bicara soal keyakinan berarti bicara soal mentalitas dan optimisme. Dibutuhkan mental yang kuat dan tahan uji untuk menghadapi perkembangan ke depan Tanpa adanya mentalitas yang kuat, pelaku pasar tidak bakal berani masuk pasar dan mengambil posisi beli. Tapi dengan mental yang kuat dan siap untuk investasi jangka panjang, investor bisa mulai mempertimbangkan untuk segera masuk ke pasar. Mental seperti ini jika ditularkan secara merata ke setiap investor dan pelaku pasar bisa menjelma sebagai kekuatan yang mampu mendongkrak daya tarik pasar.

Meski saat ini jika dihitung dari indeks terendah 2008 IHSG maupun LQ45 telah mengalami pertumbuhan cukup tinggi, namun peluang untuk tetap bisa menggaet untung masih terbuka cukup lebar.

Read More......
By Tim BEI//mbs

Krisis finansial sepanjang 2008 telah merontokkan harga-harga saham di pasar. Selama 2008, IHSG BEI terpangkas 50,64 persen dari 2.745,83 poin pada akhir 2007 menjadi 1.355,41 poin pada akhir 2008. Indeks saham unggulan LQ 45 juga merosot 54,95 persen dari 599,82 poin menjadi 270,23 poin.

Koreksi pasar terhadap indeks baik IHSG maupun LQ45 memang cukup fantastis. Ketika IHSG menyentuh di titik 1.111, 390 pelaku pasar serentak ambil sikap: memborong saham yang telah terkoreksi amat tajam. Investor memilih saham-saham yang secara tehnikal turun tajam, padahal secara fundamental masih bagus.

Investor yang berani mengambil inisiatif lebih awal untuk membeli ketika IHSG sudah turun drastis - kini sudah bisa merasakan nikmatnya capital gain. Simak saja, bagaimana perkembangan yang terjadi selanjutnya di pasar. IHSG bergerak naik, semakin hari semakin jauh dari titik terendah yang pernah dicapai 2008. Pada transaksi Selasa (6/1/2009) lalu, IHSG ditutup di titik 1.435,54, dan indeks LQ45 di titik 290,352 .

Jika dihitung dari titik terendah 2008 yang terjadi pada 28 Oktober, maka dalam waktu dua bulan IHSG tumbuh 29,2 persen dan indeks LQ45 tumbuh 40,52 persen. Itu artinya, secara rata-rata jika dihitung sejak 28 Oktober 2008 pasar telah memberikan keuntungan 29,2 persen. Dan kelompok saham unggulan telah memberikan keuntungan sebesar 40,52 persen.

Peluang Masih Terbuka

Mengutip pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam temu wicara dengan pelaku Pasar Modal usai pembukaan transaksi 2009, Senin (5/1/2009) lalu yang menyebutkan bahwa 2009 pelaku pasar masih menghadapi tantangan berat. ''Tapi kita harus yakin bisa mengatasi dan menangani tantangan itu,'' ucap Presiden.

Nah, bicara soal keyakinan berarti bicara soal mentalitas dan optimisme. Dibutuhkan mental yang kuat dan tahan uji untuk menghadapi perkembangan ke depan Tanpa adanya mentalitas yang kuat, pelaku pasar tidak bakal berani masuk pasar dan mengambil posisi beli. Tapi dengan mental yang kuat dan siap untuk investasi jangka panjang, investor bisa mulai mempertimbangkan untuk segera masuk ke pasar. Mental seperti ini jika ditularkan secara merata ke setiap investor dan pelaku pasar bisa menjelma sebagai kekuatan yang mampu mendongkrak daya tarik pasar.

Meski saat ini jika dihitung dari indeks terendah 2008 IHSG maupun LQ45 telah mengalami pertumbuhan cukup tinggi, namun peluang untuk tetap bisa menggaet untung masih terbuka cukup lebar.

Selasa, 27 Januari 2009

Perlindungan Investor Selalu Jadi Prioritas


Investasi, dimanapun selalu bertujuan memaksimalkan profit. Uang Rp100 juta ditanam dan dikembangkan, sehingga satu tahun kemudian menjadi Rp115 juta, Rp120 juta, atau Rp 130 juta, bahkan kalau bisa lebih besar dari itu. Karena itu bisa dimaklumi dimana ada instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi, selalu dikejar dan diburu pemilik dana.

Begitu antusiasnya pemilik dana untuk menyabet keuntungan tinggi seringkali mengabaikan faktor keamanan, dan kenyamanan dalam investasi. Para pemilik dana (baca: investor) seringkali main sikat begitu ada instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan aduhai. Kasus-kasus penipuan dengan kedok investasi sudah terlalu sering terjadi, tapi toh kasus serupa selalu saja muncul dengan modus yang sama.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Semangat mengembangbiakkan uang seyogianya tidak mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan. Keamanan berarti, uang yang diinvestasikan aman seribu persen, tidak bakal ''menguap'' atau hilang diambil orang. Nyaman berarti pemilik dana bisa mengambil atau mencairkan dananya dengan gampang tanpa prosedur berbelit-belit. Jika investor merasa aman dan nyaman, mereka akan merasa dilindungi.

Pemerintah, melalui Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal menekankan pentingnya perlindungan terhadap investor. Ketentuan tentang sanksi pidana yang termuat dalam Bab XV Undang-Undang Pasar Modal merupakan bentuk perlindungan yang dilakukan otoritas Pasar Modal terhadap investor. Berbagai Peraturan Bapepam-LK dan juga peraturan yang dibuat oleh self regulatory organization (SRO) juga dimaksudkan untuk terciptanya sistem Pasar Modal yang sehat, wajar dan efisien sehingga bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap investor.

Dari kacamata ini, sudah semestinya jika semua pihak terutama perusahaan sekuritas untuk mendukung dan memprioritaskan perlindungan terhadap investor. Untuk itulah, semua pihak yang berhubungan langsung dengan kalangan investor dibutuhkan peranannya dalam memberikan perlindungan kepada investor. Regulator maupun SRO akan bertindak tegas terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran di Pasar Modal, demi perlindungan kepada investor dan menjaga kepercayaan pasar.

Read More......
Investasi, dimanapun selalu bertujuan memaksimalkan profit. Uang Rp100 juta ditanam dan dikembangkan, sehingga satu tahun kemudian menjadi Rp115 juta, Rp120 juta, atau Rp 130 juta, bahkan kalau bisa lebih besar dari itu. Karena itu bisa dimaklumi dimana ada instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi, selalu dikejar dan diburu pemilik dana.

Begitu antusiasnya pemilik dana untuk menyabet keuntungan tinggi seringkali mengabaikan faktor keamanan, dan kenyamanan dalam investasi. Para pemilik dana (baca: investor) seringkali main sikat begitu ada instrumen investasi yang menjanjikan keuntungan aduhai. Kasus-kasus penipuan dengan kedok investasi sudah terlalu sering terjadi, tapi toh kasus serupa selalu saja muncul dengan modus yang sama.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Semangat mengembangbiakkan uang seyogianya tidak mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan. Keamanan berarti, uang yang diinvestasikan aman seribu persen, tidak bakal ''menguap'' atau hilang diambil orang. Nyaman berarti pemilik dana bisa mengambil atau mencairkan dananya dengan gampang tanpa prosedur berbelit-belit. Jika investor merasa aman dan nyaman, mereka akan merasa dilindungi.

Pemerintah, melalui Undang-Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal menekankan pentingnya perlindungan terhadap investor. Ketentuan tentang sanksi pidana yang termuat dalam Bab XV Undang-Undang Pasar Modal merupakan bentuk perlindungan yang dilakukan otoritas Pasar Modal terhadap investor. Berbagai Peraturan Bapepam-LK dan juga peraturan yang dibuat oleh self regulatory organization (SRO) juga dimaksudkan untuk terciptanya sistem Pasar Modal yang sehat, wajar dan efisien sehingga bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap investor.

Dari kacamata ini, sudah semestinya jika semua pihak terutama perusahaan sekuritas untuk mendukung dan memprioritaskan perlindungan terhadap investor. Untuk itulah, semua pihak yang berhubungan langsung dengan kalangan investor dibutuhkan peranannya dalam memberikan perlindungan kepada investor. Regulator maupun SRO akan bertindak tegas terhadap siapapun yang melakukan pelanggaran di Pasar Modal, demi perlindungan kepada investor dan menjaga kepercayaan pasar.

Michael Schumacher



Michael Schumacher born January 3, 1969, in Hürth Hermülheim, Germany is a former Formula One driver, and seven-time world champion. According to the official Formula One website, he is "statistically the greatest driver the sport has ever seen".He is the first German to win the Formula One World championship and is credited with popularising Formula One in Germany.In a 2006 FIA survey, Michael Schumacher was voted the most popular driver among Formula One fans.

After winning two championships with Benetton, Schumacher moved to Ferrari in 1996 and won five consecutive drivers' titles with them from 2000-2004. Schumacher holds many records in Formula One, including most drivers' championships, race victories, fastest laps, pole positions, points scored and most races won in a single season. Schumacher is the first and only Formula One driver to have an entire season of podium finishes (2002). His driving sometimes created controversy: he was twice involved in collisions that determined the outcome of the world championship, most notably his disqualification from the 1997 championship for causing a collision with Jacques Villeneuve.After the 2006 Formula One season Schumacher retired from race driving.He was an assistant to Scuderia Ferrari CEO Jean Todt for the 2007 Formula One season.

Off the track, Schumacher is an ambassador for UNESCO and a spokesman for driver safety. He has been involved in numerous humanitarian efforts throughout his life.He is the elder brother of former Formula One driver Ralf Schumacher.

Read More......

Michael Schumacher born January 3, 1969, in Hürth Hermülheim, Germany is a former Formula One driver, and seven-time world champion. According to the official Formula One website, he is "statistically the greatest driver the sport has ever seen".He is the first German to win the Formula One World championship and is credited with popularising Formula One in Germany.In a 2006 FIA survey, Michael Schumacher was voted the most popular driver among Formula One fans.

After winning two championships with Benetton, Schumacher moved to Ferrari in 1996 and won five consecutive drivers' titles with them from 2000-2004. Schumacher holds many records in Formula One, including most drivers' championships, race victories, fastest laps, pole positions, points scored and most races won in a single season. Schumacher is the first and only Formula One driver to have an entire season of podium finishes (2002). His driving sometimes created controversy: he was twice involved in collisions that determined the outcome of the world championship, most notably his disqualification from the 1997 championship for causing a collision with Jacques Villeneuve.After the 2006 Formula One season Schumacher retired from race driving.He was an assistant to Scuderia Ferrari CEO Jean Todt for the 2007 Formula One season.

Off the track, Schumacher is an ambassador for UNESCO and a spokesman for driver safety. He has been involved in numerous humanitarian efforts throughout his life.He is the elder brother of former Formula One driver Ralf Schumacher.

JOB INFO


Yang mempunyai Kakak, Adik, Saudara, Om, atau tetangga yang saat ini sedang menghadapi atau mendekati saat-saat akan berakhirnya kontrak kerja, ada info job di perusahaan konsultan nasional, untuk posisi:

1. Cost Control utk proyek oil & gas, lokasi di Jkt & NTT.
2. Electrical Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
3. Civil Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
4. Mechanical Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
5. Lead Legal & Administration utk proyek pembangkit listrik.
6. Instrument Engineer utk proyek pembangkit.
7. Transmission Line Engineer utk proyek pembangkit di Jawa.

SYARAT:
1. S-1 pada bidangnya.
2. Pengalaman kerja posisi yang sama diatas 10 tahun.
3. CV & sertifikat tidak lebih dari 200 kb dikirimkan ke hrconsult77@ yahoo.co. id.

Salam,
HR Consult

Dear Moderator & Teman-Teman,

Read More......
Yang mempunyai Kakak, Adik, Saudara, Om, atau tetangga yang saat ini sedang menghadapi atau mendekati saat-saat akan berakhirnya kontrak kerja, ada info job di perusahaan konsultan nasional, untuk posisi:

1. Cost Control utk proyek oil & gas, lokasi di Jkt & NTT.
2. Electrical Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
3. Civil Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
4. Mechanical Engineer utk proyek pembangkit listrik di Jawa.
5. Lead Legal & Administration utk proyek pembangkit listrik.
6. Instrument Engineer utk proyek pembangkit.
7. Transmission Line Engineer utk proyek pembangkit di Jawa.

SYARAT:
1. S-1 pada bidangnya.
2. Pengalaman kerja posisi yang sama diatas 10 tahun.
3. CV & sertifikat tidak lebih dari 200 kb dikirimkan ke hrconsult77@ yahoo.co. id.

Salam,
HR Consult

Dear Moderator & Teman-Teman,

RONALDO: I'M A FOOTBALLING FERRARI Bagikan


[Courtesy: http://www.express.co.uk/]
SMASH HIT: Ronaldo's Ferrari may not be in good shape, but the Manchester United star says he's one

CRISTIANO Ronaldo believes footballers are like cars when it comes to value – the sleeker and more sophisticated the model, the higher the price.

Ronaldo may have written off his Ferrari recently, but the World Player of the Year believes he is in the “supercar” bracket of players who are worth £100million.

Manchester City’s abortive £91m bid for Kaka provoked huge controversy about whether such exorbitant fees can be justified, especially in a global recession.

Ronaldo, however, argues that it is a case of supply and demand for players who put bums on stadium seats and win matches with a split-second of brilliance.

When asked if any player is worth £100m, he replied: “Special players are maybe worth that. I agree with that. When you are good, when you are a special player, you are more expensive than the other ones. That’s normal.

“It’s like cars. Some cars are better than others, that is why they’re more expensive. It’s the same with players. But this is only my opinion.”

If last season looked a dream drive from start to finish for Ronaldo as he helped Manchester United roar to a Premier League and Champions League double, scored 42 goals and completed a clean sweep of the individual awards, he still believes he can find another gear.

“How do I rate last season? I can't say 10 out of 10, so nine. I can improve all the time.

“Ten is the maximum and I haven’t reached the maximum yet, so I’d give myself nine. I hope 10 out of 10 is to come. I believe it will.

“My challenge is always to be better and better. You have to try for that. If you don’t try, you won’t win anything. I’ll try to be as good as I was last season, but it’s hard.”

So far, this season’s journey for Ronaldo has been a cold start followed by spluttering attempts to fire on all cylinders. His summer ankle operation meant a belated entry into United’s campaign and although 11 goals is respectable, it is still way short of the 23 he had at the same stage last season.

In an interview with ITV Sport, he added: “This season I’d give myself eight out of 10. Some circumstances have gone against me, like at the start of the season when I was injured, but I don’t want to think about that. My form is coming back and the team are winning. That’s the most important thing.

“Me scoring is not important, as long as the team wins. If that happens, I win too. I know if I keep working hard and doing the right things, my form is going to get better and better. So I don’t worry.” Ronaldo insists winning the domestic, European and World Player of the Year awards has neither diminished his hunger or distracted his focus.

“Being the World Player of the Year is a great feeling. But it doesn’t change anything in my personality, my character, my ambition. I’m still the same. I want to win games, help United to win trophies. This is my ambition.

“If you relax it’s not good. Maybe sometimes you relax automatically, but I don’t want that. In my head, I know and I am always thinking, ‘Cristiano you have won nothing’ and I want to carry on like that.

“Sometimes I put pressure on myself, but I’m more mature now, more experienced. The games you play give you experience and winning titles gives you these things. I know what I have to do, I know the right things for me.

“That is why I’m playing at the right club, one of the biggest in the world, and winning things with my colleagues and friends.

“I built a house and I made a nice space for all the awards. It’s pretty full, but I have space for more things. I have the Champions League award – a replica – but I want another one. The feeling of winning that trophy was great. I want to win it again.

“My dream is also to win the World Cup and the Euros. I want to win more things for the club. The cups, the Premier League, Ballon D’Or, World Player of the Year, I want to win them all again.”

While most people focus on Ronaldo’s brilliant ball skills, Sir Alex Ferguson has often emphasised another quality in his game – the courage to keep wanting the ball and running at defenders despite the ever more desperate attempts to stop him.

“Sir Alex has helped me with many things in my short career, which I do appreciate.

“But in specific terms, maybe the most important thing he ever said comes down to this one word – courage. Keep going on with what you’re doing and be brave.

“Both courage and skill are very important. If you don’t have courage, you can’t do the skills. It’s difficult to choose between the two, because both are so important.

“If you don’t have courage, you don’t do skills. This is why I think courage is more important.

“Maybe teams target me more now. For one reason it’s good, for another it’s not. I have to respect these things, but it doesn’t change anything in my mind.

“I don’t think it’s malicious play from defenders. Maybe one or two, but 99 per cent of the players are fair, in my opinion.

“I don't fear anyone. Sometimes you have a good game or a bad game, but I don’t fear anyone.

“I don’t know who my toughest opponent is, but the teams are the biggest opponent, such as Liverpool, Chelsea and Arsenal.”

His performances over the last three seasons underline that Ronaldo has struck the right balance between entertaining fans and being an effective team player after accusations in his early career that he was a show pony.

“I try to make people happy with the way I play. When people come to the stadium to watch you, they want to enjoy themselves and I try to make that happen for them.

“I like to give the fans some happy moments in games. But my first priority is always to win.

“Winning is the most important thing. When you win, everything is good. Winning, scoring and beating defenders – that’s the order in which I like it.”

Read More......
[Courtesy: http://www.express.co.uk/]
SMASH HIT: Ronaldo's Ferrari may not be in good shape, but the Manchester United star says he's one

CRISTIANO Ronaldo believes footballers are like cars when it comes to value – the sleeker and more sophisticated the model, the higher the price.

Ronaldo may have written off his Ferrari recently, but the World Player of the Year believes he is in the “supercar” bracket of players who are worth £100million.

Manchester City’s abortive £91m bid for Kaka provoked huge controversy about whether such exorbitant fees can be justified, especially in a global recession.

Ronaldo, however, argues that it is a case of supply and demand for players who put bums on stadium seats and win matches with a split-second of brilliance.

When asked if any player is worth £100m, he replied: “Special players are maybe worth that. I agree with that. When you are good, when you are a special player, you are more expensive than the other ones. That’s normal.

“It’s like cars. Some cars are better than others, that is why they’re more expensive. It’s the same with players. But this is only my opinion.”

If last season looked a dream drive from start to finish for Ronaldo as he helped Manchester United roar to a Premier League and Champions League double, scored 42 goals and completed a clean sweep of the individual awards, he still believes he can find another gear.

“How do I rate last season? I can't say 10 out of 10, so nine. I can improve all the time.

“Ten is the maximum and I haven’t reached the maximum yet, so I’d give myself nine. I hope 10 out of 10 is to come. I believe it will.

“My challenge is always to be better and better. You have to try for that. If you don’t try, you won’t win anything. I’ll try to be as good as I was last season, but it’s hard.”

So far, this season’s journey for Ronaldo has been a cold start followed by spluttering attempts to fire on all cylinders. His summer ankle operation meant a belated entry into United’s campaign and although 11 goals is respectable, it is still way short of the 23 he had at the same stage last season.

In an interview with ITV Sport, he added: “This season I’d give myself eight out of 10. Some circumstances have gone against me, like at the start of the season when I was injured, but I don’t want to think about that. My form is coming back and the team are winning. That’s the most important thing.

“Me scoring is not important, as long as the team wins. If that happens, I win too. I know if I keep working hard and doing the right things, my form is going to get better and better. So I don’t worry.” Ronaldo insists winning the domestic, European and World Player of the Year awards has neither diminished his hunger or distracted his focus.

“Being the World Player of the Year is a great feeling. But it doesn’t change anything in my personality, my character, my ambition. I’m still the same. I want to win games, help United to win trophies. This is my ambition.

“If you relax it’s not good. Maybe sometimes you relax automatically, but I don’t want that. In my head, I know and I am always thinking, ‘Cristiano you have won nothing’ and I want to carry on like that.

“Sometimes I put pressure on myself, but I’m more mature now, more experienced. The games you play give you experience and winning titles gives you these things. I know what I have to do, I know the right things for me.

“That is why I’m playing at the right club, one of the biggest in the world, and winning things with my colleagues and friends.

“I built a house and I made a nice space for all the awards. It’s pretty full, but I have space for more things. I have the Champions League award – a replica – but I want another one. The feeling of winning that trophy was great. I want to win it again.

“My dream is also to win the World Cup and the Euros. I want to win more things for the club. The cups, the Premier League, Ballon D’Or, World Player of the Year, I want to win them all again.”

While most people focus on Ronaldo’s brilliant ball skills, Sir Alex Ferguson has often emphasised another quality in his game – the courage to keep wanting the ball and running at defenders despite the ever more desperate attempts to stop him.

“Sir Alex has helped me with many things in my short career, which I do appreciate.

“But in specific terms, maybe the most important thing he ever said comes down to this one word – courage. Keep going on with what you’re doing and be brave.

“Both courage and skill are very important. If you don’t have courage, you can’t do the skills. It’s difficult to choose between the two, because both are so important.

“If you don’t have courage, you don’t do skills. This is why I think courage is more important.

“Maybe teams target me more now. For one reason it’s good, for another it’s not. I have to respect these things, but it doesn’t change anything in my mind.

“I don’t think it’s malicious play from defenders. Maybe one or two, but 99 per cent of the players are fair, in my opinion.

“I don't fear anyone. Sometimes you have a good game or a bad game, but I don’t fear anyone.

“I don’t know who my toughest opponent is, but the teams are the biggest opponent, such as Liverpool, Chelsea and Arsenal.”

His performances over the last three seasons underline that Ronaldo has struck the right balance between entertaining fans and being an effective team player after accusations in his early career that he was a show pony.

“I try to make people happy with the way I play. When people come to the stadium to watch you, they want to enjoy themselves and I try to make that happen for them.

“I like to give the fans some happy moments in games. But my first priority is always to win.

“Winning is the most important thing. When you win, everything is good. Winning, scoring and beating defenders – that’s the order in which I like it.”

Manchester United ace Scholes snubs Cantona & Ronaldo!


There is no place for Eric Cantona or Cristiano Ronaldo is Paul Scholes’ Manchester United Football Club dream XI made up from players he has played alongside.

Scholes has won eight Premier League titles, three FA Cup’s and a UEFA Champions League since breaking into the Reds side in 1993/94.

The former England international has established himself as one of the most popular players in the club’s history, and he has played with some huge talent over the years.

But when picking his personal pick of his team-mates past and present, there is no place for fan’s favourite Cantona or current World Player of the Year Ronaldo.

“Cristiano Ronaldo won’t be happy to hear it but he’s a substitute,” said Scholes, whose team is: Schmeichel, G Neville, Ferdinand, Brown, Irwin, Beckham, Keane, Robson, Giggs, Van Nistelrooy, and Sheringham.

Read More......
There is no place for Eric Cantona or Cristiano Ronaldo is Paul Scholes’ Manchester United Football Club dream XI made up from players he has played alongside.

Scholes has won eight Premier League titles, three FA Cup’s and a UEFA Champions League since breaking into the Reds side in 1993/94.

The former England international has established himself as one of the most popular players in the club’s history, and he has played with some huge talent over the years.

But when picking his personal pick of his team-mates past and present, there is no place for fan’s favourite Cantona or current World Player of the Year Ronaldo.

“Cristiano Ronaldo won’t be happy to hear it but he’s a substitute,” said Scholes, whose team is: Schmeichel, G Neville, Ferdinand, Brown, Irwin, Beckham, Keane, Robson, Giggs, Van Nistelrooy, and Sheringham.

Beasiswa studi ke China 2009 (s1, s2,s3,bahasa dan guru)


By kalenderbeasiswa. com
Chinese Government Scholarship scheme is established by the Ministry of Education of China (hereinafter referred to as MOE) inaccordance with educational exchange agreements or understandingsreach ed between Chinese government and governments of other countries,organizat ions, education institutions and relevant internationalorgani zations to provide both full scholarships and partialscholarships to international students and scholars. MOE entrusts China Scholarship Council (hereinafter referred to as CSC)to handle the enrollment of international students and carry out theroutine management of Chinese Government Scholarship Programs.

CATEGORIES

1. Undergraduate
2. Master degree
3. Doctoral degree
4. Chinese langauage student
5. General scholar
6. Senior scholar

Note:

1. Accordingto the regulation stipulated by MOE, all the undergraduate programs areinstructed in Chinese. Applicants with no command of Chinese aregenerally required to take Chinese language courses for 1-2 yearsbefore starting their academic programs. Applicants who apply for studyin science, engineering, agriculture, medicine (western medicine),economics , management and law are required to take Chinese languagecourses for 1 year. Applicants who apply for study in literature,history, philosophy, and medicine (traditional Chinese medicine,Chinese herb medicine) are required to take Chinese language coursesfor 2 years.
2. Some courses setfor general scholars, senior scholars and postgraduate students in someuniversities can be conducted in English. Please refer to Directoryof Chinese Higher Institutions Admitting International Students underChinese Government Scholarship Program and Academic Programs or the website of CSC (http://www.csc.edu. cn/Lianhua) for details.
3. Duration for scholarship specified at the time of admission can NOT be extended in principle.


APPLICATION

The applicants shall apply to Chinese diplomaticmissions or the competent authorities in their home countries betweenJanuary and April every year. Applicants may refer to the relevant authorities for details.
ELIGIBILITY

* Applicants must be non-Chinese citizens in good health.
* Education background and age limit:
o Applicantsfor undergraduate programs must have senior high school diploma withgood academic performance and be under the age of 25.
o Applicants for master degree programs must have bachelor's degree and be under the age of 35.
o Applicants for Doctoral degree programs must have master's degree and be under the age of 40.
o Chinese language students must have senior high school diploma and beunder the age of 35, will study Chinese language program in China.
o General scholar candidates must have completed at least two years ofundergraduate studies and be under the age of 45, may study all majorsbesides Chinese language.
o Senior scholar candidates must have master's degree or above, or holdacademic titles of associate professor or above, and be under the ageof 50.

DETAILS OF THE SCHOLARSHIP

The scholarships are divided into categories,

Full scholarship:

* Exempt from registration fee, tuitionfee, fee for laboratory experiment, fee for internship, fee for basiclearning materials and accommodation on campus;
* Living allowance;
* One-off settlement subsidy after registration;
* Fee for outpatient medical service, Comprehensive Medical Insurance and Benefit Plan for International Students in China;
* One-off inter-city travel subsidy.

Partial scholarship

One or some items of the full scholarship (not including one-off settlement subsidy and one-off inter-city travel allowance).

APPLICATION MATERIALS

The materials should reach CSC by April 30th 2009 via either theChinese diplomatic mission in the applicant's home country or theembassy of the applicant's home country in China. Individualapplicati ons will not be accepted by CSC. Application materials willnot be returned regardless of the result of application.

CSC will send the List of Accepted Students, Admission Notice and Visa Application Form for Study In China (JW201) to the relevant dispatching authorities by July 31, who will forward the documents to the students.
FURTHER INFORMATION

For details please refer to www.en.csc.edu. cn



Read More......
By kalenderbeasiswa. com
Chinese Government Scholarship scheme is established by the Ministry of Education of China (hereinafter referred to as MOE) inaccordance with educational exchange agreements or understandingsreach ed between Chinese government and governments of other countries,organizat ions, education institutions and relevant internationalorgani zations to provide both full scholarships and partialscholarships to international students and scholars. MOE entrusts China Scholarship Council (hereinafter referred to as CSC)to handle the enrollment of international students and carry out theroutine management of Chinese Government Scholarship Programs.

CATEGORIES

1. Undergraduate
2. Master degree
3. Doctoral degree
4. Chinese langauage student
5. General scholar
6. Senior scholar

Note:

1. Accordingto the regulation stipulated by MOE, all the undergraduate programs areinstructed in Chinese. Applicants with no command of Chinese aregenerally required to take Chinese language courses for 1-2 yearsbefore starting their academic programs. Applicants who apply for studyin science, engineering, agriculture, medicine (western medicine),economics , management and law are required to take Chinese languagecourses for 1 year. Applicants who apply for study in literature,history, philosophy, and medicine (traditional Chinese medicine,Chinese herb medicine) are required to take Chinese language coursesfor 2 years.
2. Some courses setfor general scholars, senior scholars and postgraduate students in someuniversities can be conducted in English. Please refer to Directoryof Chinese Higher Institutions Admitting International Students underChinese Government Scholarship Program and Academic Programs or the website of CSC (http://www.csc.edu. cn/Lianhua) for details.
3. Duration for scholarship specified at the time of admission can NOT be extended in principle.


APPLICATION

The applicants shall apply to Chinese diplomaticmissions or the competent authorities in their home countries betweenJanuary and April every year. Applicants may refer to the relevant authorities for details.
ELIGIBILITY

* Applicants must be non-Chinese citizens in good health.
* Education background and age limit:
o Applicantsfor undergraduate programs must have senior high school diploma withgood academic performance and be under the age of 25.
o Applicants for master degree programs must have bachelor's degree and be under the age of 35.
o Applicants for Doctoral degree programs must have master's degree and be under the age of 40.
o Chinese language students must have senior high school diploma and beunder the age of 35, will study Chinese language program in China.
o General scholar candidates must have completed at least two years ofundergraduate studies and be under the age of 45, may study all majorsbesides Chinese language.
o Senior scholar candidates must have master's degree or above, or holdacademic titles of associate professor or above, and be under the ageof 50.

DETAILS OF THE SCHOLARSHIP

The scholarships are divided into categories,

Full scholarship:

* Exempt from registration fee, tuitionfee, fee for laboratory experiment, fee for internship, fee for basiclearning materials and accommodation on campus;
* Living allowance;
* One-off settlement subsidy after registration;
* Fee for outpatient medical service, Comprehensive Medical Insurance and Benefit Plan for International Students in China;
* One-off inter-city travel subsidy.

Partial scholarship

One or some items of the full scholarship (not including one-off settlement subsidy and one-off inter-city travel allowance).

APPLICATION MATERIALS

The materials should reach CSC by April 30th 2009 via either theChinese diplomatic mission in the applicant's home country or theembassy of the applicant's home country in China. Individualapplicati ons will not be accepted by CSC. Application materials willnot be returned regardless of the result of application.

CSC will send the List of Accepted Students, Admission Notice and Visa Application Form for Study In China (JW201) to the relevant dispatching authorities by July 31, who will forward the documents to the students.
FURTHER INFORMATION

For details please refer to www.en.csc.edu. cn



Biography Ludwig van Beethoven


Ludwig van Beethoven, né à Bonn le 16 ou le 17 décembre 1770 et mort à Vienne le 26 mars 1827, était un compositeur allemand dont l’Å“uvre s’étend chronologiquement de la période classique aux débuts du romantisme.

Dernier grand représentant du classicisme viennois (après Gluck, Haydn et Mozart), Beethoven prépara l’évolution vers le romantisme en musique et influença la musique occidentale pendant une grande partie du XIXe siècle. Inclassable (« Vous me faites l’impression d’un homme qui a plusieurs têtes, plusieurs cÅ“urs, plusieurs âmes » lui dit Haydn vers 1793), son art s’exprima dans tous les genres, et bien que sa musique symphonique soit la principale source de sa popularité universelle, c’est dans l’écriture pianistique et dans la musique de chambre que son impact fut le plus considérable.

Surmontant à force de volonté les épreuves d’une vie marquée par le drame de la surdité, célébrant dans sa musique le triomphe de l’héroïsme et de la joie quand le destin lui prescrivait l’isolement et la misère, il a mérité cette affirmation de Romain Rolland : « Il est bien davantage que le premier des musiciens. Il est la force la plus héroïque de l’art moderne ». Expression d’une inaltérable foi en l’homme et d’un optimisme volontaire, consacrant la création musicale comme action d’un homme libre et indépendant, l’Å“uvre de Beethoven a fait de lui une des figures les plus marquantes de l’histoire de la musique.

Read More......
Ludwig van Beethoven, né à Bonn le 16 ou le 17 décembre 1770 et mort à Vienne le 26 mars 1827, était un compositeur allemand dont l’Å“uvre s’étend chronologiquement de la période classique aux débuts du romantisme.

Dernier grand représentant du classicisme viennois (après Gluck, Haydn et Mozart), Beethoven prépara l’évolution vers le romantisme en musique et influença la musique occidentale pendant une grande partie du XIXe siècle. Inclassable (« Vous me faites l’impression d’un homme qui a plusieurs têtes, plusieurs cÅ“urs, plusieurs âmes » lui dit Haydn vers 1793), son art s’exprima dans tous les genres, et bien que sa musique symphonique soit la principale source de sa popularité universelle, c’est dans l’écriture pianistique et dans la musique de chambre que son impact fut le plus considérable.

Surmontant à force de volonté les épreuves d’une vie marquée par le drame de la surdité, célébrant dans sa musique le triomphe de l’héroïsme et de la joie quand le destin lui prescrivait l’isolement et la misère, il a mérité cette affirmation de Romain Rolland : « Il est bien davantage que le premier des musiciens. Il est la force la plus héroïque de l’art moderne ». Expression d’une inaltérable foi en l’homme et d’un optimisme volontaire, consacrant la création musicale comme action d’un homme libre et indépendant, l’Å“uvre de Beethoven a fait de lui une des figures les plus marquantes de l’histoire de la musique.

Senin, 26 Januari 2009

My Mother


"There are many things in heaven and earth."-
But nothing is more beautiful and special then my mother.
My mother is the most precious person on earth. Everyone's mother is. If anyone ask me what I want,heaven or a minute with my mom,I'll take the second one.


Do you love your mother?
What kind of question is that....that's what you are thinking.

But do you care about your mother?
This is for express our feelings about our mother.
How much we love her, how much we care, how much
we miss her..

feel free to express your feelings about your mother here.

I love you mom.

Read More......
"There are many things in heaven and earth."-
But nothing is more beautiful and special then my mother.
My mother is the most precious person on earth. Everyone's mother is. If anyone ask me what I want,heaven or a minute with my mom,I'll take the second one.


Do you love your mother?
What kind of question is that....that's what you are thinking.

But do you care about your mother?
This is for express our feelings about our mother.
How much we love her, how much we care, how much
we miss her..

feel free to express your feelings about your mother here.

I love you mom.