WELLCOME TO RUTHKT'S BLOG : PLEASE LEAVE YOUR COMMENT,THANK YOU. HAVE A NICE DAY

Drinking party

Drinking party
3 months ago
IndoGlobal Adventure - Toraja, Sulawesi - Indonesia We organize Adventures : Trekking, Birding, Rafting, Diving, Sailing, Fishing and more...

Insurance

Financing

Selasa, 16 Desember 2008

Tips dan Trik Memindahkan (Import) Blog di Wordpress


28 November 2008 10:58:57 ( Sys Admin TSDC )
Bagi sebagian orang memiliki banyak blog adalah wajar-wajar saja, dengan alasan kemungkinan salah satu server blognya bisa saja down atau hilang begitu saja. Untuk itu para Blogger biasanya membuat back-up an blognya agar bisa juga di akses oleh semua orang di server atau alamat website yang berbeda.

Seberapa pentingkah hal ini dilakukan seorang Blogger? Pasti penting sekali, apalagi pembaca setia kita di manapun berada ingin setiap postingan kita itu bisa dibaca sama mereka tanpa harus adanya kejadian yang seperti itu. Ada juga beberapa alasan lain yang memungkinkan kita harus back up an atau memindahkan postingan kita ke alamat yang berbeda.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa dengan mudah untuk memindahkan Blog kita dari Blog lama ke Blog yang baru. Bagi pengguna Wordpress, berikut adalah salah satu Tipsnya :

*

Masuk ke halaman admin Blog Wordpress kamu yang akan kita pindahkan post-nya, biasanya halaman admin berada di folder /wp-admin.

*

Setelah muncul halaman log in, log in lah dengan username dan password kamu.

*

Kamu akan diarahkan ke Dashboard Blog Wordpress Kamu.

*

Pilihlan menu Manage -> Export. Untuk Wordpress versi 2.6 ke atas setelah diarahkan ke halaman Export klik Download Export File. Kamu akan di minta untuk save ke komputer, simpanlah dengan tanpa merubah nama filenya. Format file berupa XML

*

Tahap pertama sudah dilakukan, sekarang kamu menuju halaman admin Blog Wordpress baru kamu.

*

Lakukan seperti halnya langkah 1-3 di atas.

*

Pilih menu Manage -> Import -> Pilih Wordpress untuk web aplikasi yang akan kita import, karena sekarang kita sedang melakukan pemindahan blog dari wordpress ke wordpress.

*

Anda akan diarahkan ke halaman Import Wordpress. Browse file yang telah Kamu save di tahap satu (file XML yang telah kita save tadi) dan klik upload file and import.

*

Selesai. Anda telah berhasil memindahkan Post di Blog lama ke Blog yang baru.

Selamat mencoba.

Read More......
28 November 2008 10:58:57 ( Sys Admin TSDC )
Bagi sebagian orang memiliki banyak blog adalah wajar-wajar saja, dengan alasan kemungkinan salah satu server blognya bisa saja down atau hilang begitu saja. Untuk itu para Blogger biasanya membuat back-up an blognya agar bisa juga di akses oleh semua orang di server atau alamat website yang berbeda.

Seberapa pentingkah hal ini dilakukan seorang Blogger? Pasti penting sekali, apalagi pembaca setia kita di manapun berada ingin setiap postingan kita itu bisa dibaca sama mereka tanpa harus adanya kejadian yang seperti itu. Ada juga beberapa alasan lain yang memungkinkan kita harus back up an atau memindahkan postingan kita ke alamat yang berbeda.

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa dengan mudah untuk memindahkan Blog kita dari Blog lama ke Blog yang baru. Bagi pengguna Wordpress, berikut adalah salah satu Tipsnya :

*

Masuk ke halaman admin Blog Wordpress kamu yang akan kita pindahkan post-nya, biasanya halaman admin berada di folder /wp-admin.

*

Setelah muncul halaman log in, log in lah dengan username dan password kamu.

*

Kamu akan diarahkan ke Dashboard Blog Wordpress Kamu.

*

Pilihlan menu Manage -> Export. Untuk Wordpress versi 2.6 ke atas setelah diarahkan ke halaman Export klik Download Export File. Kamu akan di minta untuk save ke komputer, simpanlah dengan tanpa merubah nama filenya. Format file berupa XML

*

Tahap pertama sudah dilakukan, sekarang kamu menuju halaman admin Blog Wordpress baru kamu.

*

Lakukan seperti halnya langkah 1-3 di atas.

*

Pilih menu Manage -> Import -> Pilih Wordpress untuk web aplikasi yang akan kita import, karena sekarang kita sedang melakukan pemindahan blog dari wordpress ke wordpress.

*

Anda akan diarahkan ke halaman Import Wordpress. Browse file yang telah Kamu save di tahap satu (file XML yang telah kita save tadi) dan klik upload file and import.

*

Selesai. Anda telah berhasil memindahkan Post di Blog lama ke Blog yang baru.

Selamat mencoba.

Mengenali File apa saja yang mudah terinfeksi virus


09 Desember 2008 11:26:53 ( Sys Admin TSDC )

Mungkin sebagian besar kita tahunya kalau virus itu hanya dari tipe file exe (application) saja, karena memang sebagian besar virus berupa file exe. Padahal banyak tipe file yang berpotensi terinfeksi virus dan bisa menyebarkannya ketika dijalankan. Sehingga sering kita tidak sadar bahwa file yang dijalankan ternyata bisa mengandung virus / bibit-bibit virus.

Dengan mengatahui beberapa tipe tersebut, semoga bisa lebih berhati-hati. Berikut beberapa tipe file yang sering/bisa terinfeksi virus dan sebagian bisa menyebarkannya kembali ketika file tersebut dijalankan :

Binary Executable Files
Binary Executable Files (Portable Executable / PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe di windows :

* EXE (Executable / Application)Tipe file ini merupakan file yang sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel di file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya menyebar dan menginfeksi komputer. Oleh karena itu, sebaiknya ketika kita memiliki master program, maka di zip saja atau di rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Beberapa virus yang menginfeksi EXE misalnya w32/Virut, Troxa, Sality dan lainnya.
* DLL (Dynamic Link Library) dan OCX yang formatnya sebenarnya sama dengan tipe EXE, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti EXE. Sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.
* SCR (Screensaver) File ini juga seperti format exe, hanya saja ber ekstensi scr, yang maksudnya adalah file screensaver. Sehingga ketika dijalankan, screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virus sering menduplikasi dirinya dengan tipe ini dan menempatkan dirinya sebagai screensaver, sehingga ketika screensaver aktif, sebenarnya virus itu yang aktif.
* COM file (Command File), bisa berupa Text atau Binary File yang dijalankan under DOS / MS-DOS. Generasi awal virus sepertinya berupa file COM ini.
* SYS (Device Driver), merupakan file Binary yang digunakan untuk Driver.

Read More......
09 Desember 2008 11:26:53 ( Sys Admin TSDC )

Mungkin sebagian besar kita tahunya kalau virus itu hanya dari tipe file exe (application) saja, karena memang sebagian besar virus berupa file exe. Padahal banyak tipe file yang berpotensi terinfeksi virus dan bisa menyebarkannya ketika dijalankan. Sehingga sering kita tidak sadar bahwa file yang dijalankan ternyata bisa mengandung virus / bibit-bibit virus.

Dengan mengatahui beberapa tipe tersebut, semoga bisa lebih berhati-hati. Berikut beberapa tipe file yang sering/bisa terinfeksi virus dan sebagian bisa menyebarkannya kembali ketika file tersebut dijalankan :

Binary Executable Files
Binary Executable Files (Portable Executable / PE) merupakan file yang isinya diterjemahkan sebagai program oleh komputer. File ini terdiri dari beberapa tipe di windows :

* EXE (Executable / Application)Tipe file ini merupakan file yang sering terinfeksi virus dan sebagian besar virus juga berupa exe. Banyak virus yang bisa menempel di file ini dan begitu dijalankan, virus aslinya menyebar dan menginfeksi komputer. Oleh karena itu, sebaiknya ketika kita memiliki master program, maka di zip saja atau di rename untuk mengurangi resiko terinfeksi virus. Beberapa virus yang menginfeksi EXE misalnya w32/Virut, Troxa, Sality dan lainnya.
* DLL (Dynamic Link Library) dan OCX yang formatnya sebenarnya sama dengan tipe EXE, hanya saja tidak langsung dijalankan, melainkan digunakan oleh file lain seperti EXE. Sehingga virus juga bisa menginfeksi tipe file ini.
* SCR (Screensaver) File ini juga seperti format exe, hanya saja ber ekstensi scr, yang maksudnya adalah file screensaver. Sehingga ketika dijalankan, screensaver akan tampil. Oleh karena itu, virus sering menduplikasi dirinya dengan tipe ini dan menempatkan dirinya sebagai screensaver, sehingga ketika screensaver aktif, sebenarnya virus itu yang aktif.
* COM file (Command File), bisa berupa Text atau Binary File yang dijalankan under DOS / MS-DOS. Generasi awal virus sepertinya berupa file COM ini.
* SYS (Device Driver), merupakan file Binary yang digunakan untuk Driver.

Menyembunyikan user account pada Windows XP


Sumber: sugara.wordpress.com
Saat Anda mulai memakai komputer maka akan muncul welcome screen dan akan tampil semua user account pada komputer tersebut. Dengan tips di bawah ini Anda dapat menyembunyikan user account yang Anda inginkan.

Key :
HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftWindows NTCurrentVersionWinlogonSpecialAccountsUserList

Value Name :
(nama user account yang akan disembunyikan)

Data Type :
REG_DWORD (DWORD Value)

Data :
0 untuk menyembunyikan dan 1 untuk menampilkan kembali.

Walaupun user account tersebut tidak kelihatan pada welcome screen, tetapi Anda tetap dapat login dengan user account tersebut, caranya dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del dua kali. Kesalahan penggunaan tip dan trik ini merupakan tanggung jawab anda


Read More......
Sumber: sugara.wordpress.com
Saat Anda mulai memakai komputer maka akan muncul welcome screen dan akan tampil semua user account pada komputer tersebut. Dengan tips di bawah ini Anda dapat menyembunyikan user account yang Anda inginkan.

Key :
HKEY_LOCAL_MACHINESOFTWAREMicrosoftWindows NTCurrentVersionWinlogonSpecialAccountsUserList

Value Name :
(nama user account yang akan disembunyikan)

Data Type :
REG_DWORD (DWORD Value)

Data :
0 untuk menyembunyikan dan 1 untuk menampilkan kembali.

Walaupun user account tersebut tidak kelihatan pada welcome screen, tetapi Anda tetap dapat login dengan user account tersebut, caranya dengan menekan tombol Ctrl + Alt + Del dua kali. Kesalahan penggunaan tip dan trik ini merupakan tanggung jawab anda


Membersihkan print head yang mengering dan tersumbat


Sumber : virtualcomp.wordpress.com
Kejadian ini sering kita alami malah kemungkinan yang mempunyai printer jenis inkjet pernah atau mungkin suatu saat akan mengalami juga. Ini sering dikenal dengan Clogged print head atau istilahnya head print mengering atau tersumbat.

Sebelum melangkah lebih lanjut emang seharusnya kita ekstra hati-hati dengan print head. Sangat bijaksana kalau kita sering mengecek kondisi print head secara periodik untuk masalah seperti ini. Jika masalah head seperti ini mulai nampak sebaiknya mulai siap-siap kita antisipasi sebelum semakin parah lama-kelamaan.

Head printer bisa mengering dan tersumbat jika suatu saat dalam jangka waktu agak lama printer tidak pernah atau jarang kita gunakan. Ini disebabkan tinta yang mengering dan menyumbat lubang di head printer. Untuk masalah ini kita bisa berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi maslah ini :

Beberapa tipe printer model baru dilengkapi dengan fasilitas Cleaning system. Coba lakukan dengan fasilitas bawaan ini yakni dengan melakukan test printer berulang-ulang. Atau juga ada yang telah dilengkapi dengan fasilitas untuk membersihkan head (cleening head). Fasilitas ini bisa digunakan untuk membersihkan head. Cara ini hanya berguna jika sumbatan pada head tak terlalu parah. Biasanya untuk head tersumbat yang padah cara ini jarang berhasilnya. Dan jika proses cleaning head menggunakan fasilitas tersebut anda lakukan berulang-ulang mungkin 15 sampai 20 kali maka itu akan menyebabkan boros tinta. Atau bahkan bisa menyebabkan “Waste ink tank full” sehingga perlu di reset.

Cara yang lainya adalah tinggal mengganti cartidge. Cara ini bisa dilakukan jika cartidge dan head menyatu. Cara ini memang cepat dan gampang, namun memakan biaya yang lumayan merogoh kocek kita. Coba bayangkan jika kejadian ini sering anda alami.Boro-boro mau hemat. saya hanya menganjurkan ini untuk pilihan terakhir.

Dan terakhir ini salah satu cara yang bisa kita coba. Kita coba bersihkan sendiri head printer. Yaitu dengan merendam atau memasukan head printer kedalam cairan/air boleh ditambahkan alkohol atau ammoniac kedalamnya (ingat yang dimasukan ke cairan hanya bagian head-nya saja, bukan semuanya). Atau kalau perlu anda membeli cairan khusus untuk membersihkan head printer yang mengering ini (cartridge flush solution), namun cairan ini lumayan juga harganya. Silahkan anda lakukan langkah ini sekitar 10 menit atau kalau perlu seharian juga tidak masalah. Langkah ini bisa mencirkan lagi tinta yang mengering. Dengan cairnya tinta kering tersebut diharapkan bisa untuk mencetak dengan bagus lagi.


Read More......
Sumber : virtualcomp.wordpress.com
Kejadian ini sering kita alami malah kemungkinan yang mempunyai printer jenis inkjet pernah atau mungkin suatu saat akan mengalami juga. Ini sering dikenal dengan Clogged print head atau istilahnya head print mengering atau tersumbat.

Sebelum melangkah lebih lanjut emang seharusnya kita ekstra hati-hati dengan print head. Sangat bijaksana kalau kita sering mengecek kondisi print head secara periodik untuk masalah seperti ini. Jika masalah head seperti ini mulai nampak sebaiknya mulai siap-siap kita antisipasi sebelum semakin parah lama-kelamaan.

Head printer bisa mengering dan tersumbat jika suatu saat dalam jangka waktu agak lama printer tidak pernah atau jarang kita gunakan. Ini disebabkan tinta yang mengering dan menyumbat lubang di head printer. Untuk masalah ini kita bisa berusaha dengan berbagai cara untuk mengatasi maslah ini :

Beberapa tipe printer model baru dilengkapi dengan fasilitas Cleaning system. Coba lakukan dengan fasilitas bawaan ini yakni dengan melakukan test printer berulang-ulang. Atau juga ada yang telah dilengkapi dengan fasilitas untuk membersihkan head (cleening head). Fasilitas ini bisa digunakan untuk membersihkan head. Cara ini hanya berguna jika sumbatan pada head tak terlalu parah. Biasanya untuk head tersumbat yang padah cara ini jarang berhasilnya. Dan jika proses cleaning head menggunakan fasilitas tersebut anda lakukan berulang-ulang mungkin 15 sampai 20 kali maka itu akan menyebabkan boros tinta. Atau bahkan bisa menyebabkan “Waste ink tank full” sehingga perlu di reset.

Cara yang lainya adalah tinggal mengganti cartidge. Cara ini bisa dilakukan jika cartidge dan head menyatu. Cara ini memang cepat dan gampang, namun memakan biaya yang lumayan merogoh kocek kita. Coba bayangkan jika kejadian ini sering anda alami.Boro-boro mau hemat. saya hanya menganjurkan ini untuk pilihan terakhir.

Dan terakhir ini salah satu cara yang bisa kita coba. Kita coba bersihkan sendiri head printer. Yaitu dengan merendam atau memasukan head printer kedalam cairan/air boleh ditambahkan alkohol atau ammoniac kedalamnya (ingat yang dimasukan ke cairan hanya bagian head-nya saja, bukan semuanya). Atau kalau perlu anda membeli cairan khusus untuk membersihkan head printer yang mengering ini (cartridge flush solution), namun cairan ini lumayan juga harganya. Silahkan anda lakukan langkah ini sekitar 10 menit atau kalau perlu seharian juga tidak masalah. Langkah ini bisa mencirkan lagi tinta yang mengering. Dengan cairnya tinta kering tersebut diharapkan bisa untuk mencetak dengan bagus lagi.


Memproteksi Flashdisk


Sumber : virtualcomp.wordpress.com
1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.

* Memiliki Flashdisk berkapasitas besar (diatas 1 GB) disarankan membuat partisi lebih dari satu. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan fatal baik disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya, kita masih bisa menyelamatkan data disalah satu partisi seandainya jalan terakhir ‘memformat’ flashdisk harus dilakukan. Dalam membuat partisi format dengan NTFS (support windows 2000/2003/XP) bukan FAT32.
* Buat satu bagian yang aman (kita harus memasukkan password untuk dapat mengakses bagian flashdisk yang aman –secure-), dan 1 bagian lagi yang bisa diakses umum. Jika kita menggunakan Windows XP Pro (bukan home edition) dan format winnya NTFS kita dapat membuat password pada sebuah folder dengan langkah-langkah sbb:
Control panel >> Folder Options >> View >> Lihat checkbox bawah sendiri >> hilangkan tanda centang >> OK. Kemudian, Klik kanan folder yang mau di proteksi >> Properties >> Security >> beri tanda cek semua pada kolom deny. >> OK. Folder yang bersangkutan akan berubah menjadi 0 byte.

2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.

Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:

* File Protektor
* Folder Guard
* Folder Lock
* Mysecretfolder
* Usbdiskguard
* Carryit
* Easy file Pro
* Dll

Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.

* Easyfilepro bisa didownload disini http://www.softstack.com/fileprotpro.html
* Mysecretfolder http://winability.com/mysecretfolder/
* CarryitEasy http://www.cososys.com/download/cie/1-0-0-0/CarryItEasy.exe

3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.

Read More......
Sumber : virtualcomp.wordpress.com
1. Membuat partisi Flashdisk jadi 2 bagian atau lebih.

* Memiliki Flashdisk berkapasitas besar (diatas 1 GB) disarankan membuat partisi lebih dari satu. Ini untuk mengantisipasi jika terjadi kerusakan fatal baik disebabkan oleh virus atau penyebab lainnya, kita masih bisa menyelamatkan data disalah satu partisi seandainya jalan terakhir ‘memformat’ flashdisk harus dilakukan. Dalam membuat partisi format dengan NTFS (support windows 2000/2003/XP) bukan FAT32.
* Buat satu bagian yang aman (kita harus memasukkan password untuk dapat mengakses bagian flashdisk yang aman –secure-), dan 1 bagian lagi yang bisa diakses umum. Jika kita menggunakan Windows XP Pro (bukan home edition) dan format winnya NTFS kita dapat membuat password pada sebuah folder dengan langkah-langkah sbb:
Control panel >> Folder Options >> View >> Lihat checkbox bawah sendiri >> hilangkan tanda centang >> OK. Kemudian, Klik kanan folder yang mau di proteksi >> Properties >> Security >> beri tanda cek semua pada kolom deny. >> OK. Folder yang bersangkutan akan berubah menjadi 0 byte.

2. Menggunakan tool/aplikasi untuk memproteksi USB Flashdisk.

Ada banyak sekali tool yang berfungsi untuk melindungi folder maupun file yang ada dalam storage device seperti:

* File Protektor
* Folder Guard
* Folder Lock
* Mysecretfolder
* Usbdiskguard
* Carryit
* Easy file Pro
* Dll

Dari semua tool tersebut pada dasarnya mempunyai fungsi yang sama yaitu memproteksi folder atau file dengan password sehingga orang lain tidak bisa mengakses folder tersebut atau virus tidak bisa menginfeksi folder atau file yang bersangkutan.

* Easyfilepro bisa didownload disini http://www.softstack.com/fileprotpro.html
* Mysecretfolder http://winability.com/mysecretfolder/
* CarryitEasy http://www.cososys.com/download/cie/1-0-0-0/CarryItEasy.exe

3. Meng’kompres’ data maupun Meng’enskripsi’ data
Biasanya setiap USB Flashdisk selalu disertai CD driver bawaannya, biasanya pula dalam CD driver tersebut ada tool untuk “Compression Support” maupun “Encription Support”. Namun jika kita tidak mendapatkan tool yang dimaksud kita dapat menggunakan tool lain seperti WinRar untuk melakukan kompresi dan memberikan password pada data yang dikompresi tersebut.