WELLCOME TO RUTHKT'S BLOG : PLEASE LEAVE YOUR COMMENT,THANK YOU. HAVE A NICE DAY

Drinking party

Drinking party
3 months ago
IndoGlobal Adventure - Toraja, Sulawesi - Indonesia We organize Adventures : Trekking, Birding, Rafting, Diving, Sailing, Fishing and more...

Insurance

Financing

Kamis, 27 November 2008

Ragam Cara Mengawetkan Pangan


by HUMANHEALTH, Pebruari 2006
Menjadikan makanan tahan lama tidak melulu mesti menggunakan zat kimia. Dalam praktek pengolahan pangan, proses pengawetan makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Berikut beberapa di antaranya.
1.Pendinginan
Memperlambat pertumbuhan mikroba yang ada di dalam makanan.

2. Pembekuan
Udara yang beku mampu untuk mereduksi air yang terdapat dalam makanan.

3. Pengeringan
Mereduksi air sekaligus mencegah pertumbuhan mikrobial dalam makanan.

4. Vakum
Tingkat oksigen yang rendah dapat mencegah dan memperlambat mikroba yang tumbuh karena adanya oksigen.

5. Pengepakan Dengan Karbon Dioksida Yang Telah Di Modifikasi
Mencegah perkembangan mikro-organisme yang disebabkan oleh karbon dioksida.

6.Tambahan Asam (Acid)
Mereduksi nilai pH dan sekaligus mencegah penambahan asam lain.

7. Fermentasi Laktat (Lactic)
Mereduksi nilai pH dan sekaligus mencegah penambahan asam yang lain dan mencegah asam asetat.

8. Proses Penggulaan
Memasak dengan konsentrasi gula yang tinggi untuk menekan mikrobial yang masih hidup.

9.Proses Etanol
Proses memasak makanan dengan menggunakan Etanol yang bisa dikombinasikan dengan gula untuk mematikan mikrobial yang masih hidup.

10. Emulsifikasi
Pemisahan dan membatasi nutrisi dengan air.

Read More......
by HUMANHEALTH, Pebruari 2006
Menjadikan makanan tahan lama tidak melulu mesti menggunakan zat kimia. Dalam praktek pengolahan pangan, proses pengawetan makanan dapat dilakukan dengan berbagai cara.
Berikut beberapa di antaranya.
1.Pendinginan
Memperlambat pertumbuhan mikroba yang ada di dalam makanan.

2. Pembekuan
Udara yang beku mampu untuk mereduksi air yang terdapat dalam makanan.

3. Pengeringan
Mereduksi air sekaligus mencegah pertumbuhan mikrobial dalam makanan.

4. Vakum
Tingkat oksigen yang rendah dapat mencegah dan memperlambat mikroba yang tumbuh karena adanya oksigen.

5. Pengepakan Dengan Karbon Dioksida Yang Telah Di Modifikasi
Mencegah perkembangan mikro-organisme yang disebabkan oleh karbon dioksida.

6.Tambahan Asam (Acid)
Mereduksi nilai pH dan sekaligus mencegah penambahan asam lain.

7. Fermentasi Laktat (Lactic)
Mereduksi nilai pH dan sekaligus mencegah penambahan asam yang lain dan mencegah asam asetat.

8. Proses Penggulaan
Memasak dengan konsentrasi gula yang tinggi untuk menekan mikrobial yang masih hidup.

9.Proses Etanol
Proses memasak makanan dengan menggunakan Etanol yang bisa dikombinasikan dengan gula untuk mematikan mikrobial yang masih hidup.

10. Emulsifikasi
Pemisahan dan membatasi nutrisi dengan air.

JURUS BEBAS H2C


by. Erma Dwi Kusumastuti
Sindroma H2C (alias Harap-Harap Cemas) biasa menghinggapi para pekerja kontrak. Masalahnya apalagi kalau bukan soal uang. Bagaimana caranya agar hidup tetap aman dan tentram ?
Masalah utama yang menjadi sumber kegelisahan pekerja kontrak adalah soal keuangan yang tentu saja berpengaruh pada kesejahteraan. Ditambah ketidakpastian apakah kontrak kita akan diperpanjang atau tidak. Pikiran sering dihantui ketakutan-ketakutan seperti 'bagaimana kalau saya sakit?', 'bagaimana kalau kontrak tidak diperpanjang ?'. Yah, hal-hal semacam itulah.
Dilihat secara sepintas, kondisi itu memang menyulitkan. Toh, banyak pula orang survive dengan sistem kerja seperti itu. Bahkan memiliki preferensi bekerja sebagai 'orang kontrakan'. Prinsip yang dianut oleh tipe seperti ini biasanya 'yang penting bukan soal tetap atau tidaknya. Tapi perkara besar kecilnya'. Artinya bila anda dengan sadar memilih atau terpaksa bekerja dengan sistem kontrak, anda perlu lebih pandai mengatur keuangan.

SIAPKAN DANA CADANGAN
Untuk mengatasi rasa was-was tersebut, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menyiapkan dana cadangan. Dana cadangan ini nantinya bisa digunakan untuk menopang biaya hidup bila kontrak berakhir dan anda belum mendapatkan proyek baru.
Berapa besar dana cadangan ini ? Minimal tiga kali dari pengeluaran biaya hidup rutin per bulan. Jadi misalkan biaya hidup sebesar Rp.2 juta, maka dana cadangan yang sebaiknya selalu disimpan di dalam tabungan adalah Rp.6 juta (3 x Rp.2 juta). Nah, jika kontrak baru saja diperbarui, maka dalam setahun harus menabung minimal sebesar Rp.500 ribu (Rp.6 juta : 12 bulan).
Jika dana cadangan harus dibentuk lebih cepat, sebaiknya mulailah mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tidak terlalu perlu dan perbesar dana untuk ditabung. Dengan kata lain, cobalah pisahkan antara keinginan dan kebutuhan, lalu utama kebutuhan, baru jika ada dana lebih bisa mewujudkan keinginan. Belajarlah hidup irit sementara waktu.

JANGAN LUPA IKUT ASURANSI
Salah satu yang membedakan pekerja tetap dengan pekerja kontrak adalah soal fasilitas atau tunjangan-tunjangan. Perusahaan yang menerapkan sistem kontrak biasanya memang tidak memberikan fasilitas seperti asuransi jiwa, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan dan semacamnya. Meski ada pula yang memiliki kebijakan khusus untuk itu.
Untuk mengantisipasi hal ini, anda perlu pun menyisihkan dana untuk membeli produk asuransi. Misalnya saja asuransi kesehatan, asuransi jiwa bahkan simpanan pensiun. Jadi anda tetap terlindungi bila terjadi hal-hal yang sifatnya darurat.

NABUNG : JALAN TERUS
Meski dana cadangan dan asuransi sudah dimiliki, sebaiknya anda tetap menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Toh menabung termasuk pos pengeluaran wajib setelah biaya hidup, cicilan utang dan asuransi. Bahkan disarankan menabung di awal terima gaji, agar uang tak habis dengan keperluan lain.
Bagi pekerja kontrak yang kelangsungan kerjanya ditentukan oleh kondite si pekerja dan kebutuhan perusahaan akan SDM, ada baiknya menabung lebih dari nilai minimal. Jika normalnya minimal tabungan 10% dari penghasilan, maka untuk pekerja kontrak sebaiknya dilebihkan 20-30% dari penghasilan. Misalnya, pendapatan anda Rp.3 juta/bulan, maka uang yang harus anda tabung minimal Rp.600 ribu (20% x Rp.3 juta).
Agar dana tabungan tidak diutak-atik, masukkan ke rekening lain yang terpisah dari rekening tempat anda menerima gaji tiap bulan atau membiayai hidup bulanan. Dana cadangan juga bisa anda gabungkan ke dalam rekening tabungan ini.

JANGAN MUDAH TERGODA !
Perlu diperhatikan, total uang Rp.6 juta atau lebih yang ada ditabungan anda sebagai dana cadangan, bukanlah uang yang bisa dipakai begitu saja jika ada kebutuhan atau keinginan anda yang kurang terpenuhi. Jika ternyata untuk biaya hidup sehari-hari anda merasa kurang ada yang kurang, belajarlah untuk mengurangi pengeluaran dengan menurunkan gaya hidup.
Uang ini sebisanya tidak dipakai kecuali untuk kepentingan darurat seperti sakit mendadak dan klinik tempat anda berobat belum bekerja sama dengan asuransi yang anda ikuti atau keluarga dan orangtua butuh dana mendadak. Jika terpakai itupun harus segera anda ganti. Ingat, dana cadangan itu adalah penjamin kelangsungan hidup anda jika anda tak lagi bekerja di tempat sekarang sampai anda menemukan pekerjaan baru. Jadi, hati-hati dalam menggunakan uang ya.

Read More......
by. Erma Dwi Kusumastuti
Sindroma H2C (alias Harap-Harap Cemas) biasa menghinggapi para pekerja kontrak. Masalahnya apalagi kalau bukan soal uang. Bagaimana caranya agar hidup tetap aman dan tentram ?
Masalah utama yang menjadi sumber kegelisahan pekerja kontrak adalah soal keuangan yang tentu saja berpengaruh pada kesejahteraan. Ditambah ketidakpastian apakah kontrak kita akan diperpanjang atau tidak. Pikiran sering dihantui ketakutan-ketakutan seperti 'bagaimana kalau saya sakit?', 'bagaimana kalau kontrak tidak diperpanjang ?'. Yah, hal-hal semacam itulah.
Dilihat secara sepintas, kondisi itu memang menyulitkan. Toh, banyak pula orang survive dengan sistem kerja seperti itu. Bahkan memiliki preferensi bekerja sebagai 'orang kontrakan'. Prinsip yang dianut oleh tipe seperti ini biasanya 'yang penting bukan soal tetap atau tidaknya. Tapi perkara besar kecilnya'. Artinya bila anda dengan sadar memilih atau terpaksa bekerja dengan sistem kontrak, anda perlu lebih pandai mengatur keuangan.

SIAPKAN DANA CADANGAN
Untuk mengatasi rasa was-was tersebut, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menyiapkan dana cadangan. Dana cadangan ini nantinya bisa digunakan untuk menopang biaya hidup bila kontrak berakhir dan anda belum mendapatkan proyek baru.
Berapa besar dana cadangan ini ? Minimal tiga kali dari pengeluaran biaya hidup rutin per bulan. Jadi misalkan biaya hidup sebesar Rp.2 juta, maka dana cadangan yang sebaiknya selalu disimpan di dalam tabungan adalah Rp.6 juta (3 x Rp.2 juta). Nah, jika kontrak baru saja diperbarui, maka dalam setahun harus menabung minimal sebesar Rp.500 ribu (Rp.6 juta : 12 bulan).
Jika dana cadangan harus dibentuk lebih cepat, sebaiknya mulailah mengurangi pengeluaran-pengeluaran yang mungkin tidak terlalu perlu dan perbesar dana untuk ditabung. Dengan kata lain, cobalah pisahkan antara keinginan dan kebutuhan, lalu utama kebutuhan, baru jika ada dana lebih bisa mewujudkan keinginan. Belajarlah hidup irit sementara waktu.

JANGAN LUPA IKUT ASURANSI
Salah satu yang membedakan pekerja tetap dengan pekerja kontrak adalah soal fasilitas atau tunjangan-tunjangan. Perusahaan yang menerapkan sistem kontrak biasanya memang tidak memberikan fasilitas seperti asuransi jiwa, tunjangan keluarga, tunjangan kesehatan dan semacamnya. Meski ada pula yang memiliki kebijakan khusus untuk itu.
Untuk mengantisipasi hal ini, anda perlu pun menyisihkan dana untuk membeli produk asuransi. Misalnya saja asuransi kesehatan, asuransi jiwa bahkan simpanan pensiun. Jadi anda tetap terlindungi bila terjadi hal-hal yang sifatnya darurat.

NABUNG : JALAN TERUS
Meski dana cadangan dan asuransi sudah dimiliki, sebaiknya anda tetap menyisihkan sebagian uang untuk ditabung. Toh menabung termasuk pos pengeluaran wajib setelah biaya hidup, cicilan utang dan asuransi. Bahkan disarankan menabung di awal terima gaji, agar uang tak habis dengan keperluan lain.
Bagi pekerja kontrak yang kelangsungan kerjanya ditentukan oleh kondite si pekerja dan kebutuhan perusahaan akan SDM, ada baiknya menabung lebih dari nilai minimal. Jika normalnya minimal tabungan 10% dari penghasilan, maka untuk pekerja kontrak sebaiknya dilebihkan 20-30% dari penghasilan. Misalnya, pendapatan anda Rp.3 juta/bulan, maka uang yang harus anda tabung minimal Rp.600 ribu (20% x Rp.3 juta).
Agar dana tabungan tidak diutak-atik, masukkan ke rekening lain yang terpisah dari rekening tempat anda menerima gaji tiap bulan atau membiayai hidup bulanan. Dana cadangan juga bisa anda gabungkan ke dalam rekening tabungan ini.

JANGAN MUDAH TERGODA !
Perlu diperhatikan, total uang Rp.6 juta atau lebih yang ada ditabungan anda sebagai dana cadangan, bukanlah uang yang bisa dipakai begitu saja jika ada kebutuhan atau keinginan anda yang kurang terpenuhi. Jika ternyata untuk biaya hidup sehari-hari anda merasa kurang ada yang kurang, belajarlah untuk mengurangi pengeluaran dengan menurunkan gaya hidup.
Uang ini sebisanya tidak dipakai kecuali untuk kepentingan darurat seperti sakit mendadak dan klinik tempat anda berobat belum bekerja sama dengan asuransi yang anda ikuti atau keluarga dan orangtua butuh dana mendadak. Jika terpakai itupun harus segera anda ganti. Ingat, dana cadangan itu adalah penjamin kelangsungan hidup anda jika anda tak lagi bekerja di tempat sekarang sampai anda menemukan pekerjaan baru. Jadi, hati-hati dalam menggunakan uang ya.

Kesan Terbaik, Kunci Sukses Wawancara Kerja


Posted: 25 Nov 2008 10:57 AM CST
Banyak hal telah berubah dalam dunia pencarian kerja. Namun, ada satu yang tetap sama, yakni tentang bagaimana Anda harus menampilkan diri pada saat wawancara. Anda bisa saja mengirimkan lamaran via email, atau direkomendasikan oleh teman yang sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang Anda inginkan. Namun, Anda belum akan di-hire sampai pimpinan perusahaan bertemu langsung dan berbicara dengan Anda. Wawancara. Sejauh ini, itulah momok bagi para pencari kerja.
Dalam proses rekrutmen dan seleksi, wawancara merupakan tahapan yang penting ketika perusahaan dihadapkan pada lebih dari seorang kandidat yang memiliki kriteria dan latar belakang yang kurang-lebih sama. Atau, tahapan ini menjadi demikian menentukan ketika posisi yang lowong membutuhkan calon yang memiliki keterampilan-keterampilan interpersonal dan komunikasi, dengan kualifikasi teknis tertentu.
Chairman dan CEO Robert Half International, perusahaan spesialis penempatan tenaga kerja pertama dan terbesa di dunia, Max Messmer yang menulis buku laris Job Hunting for Dummies menegaskan, kunci sukses wawancara terletak pada kesan pertama yang Anda tinggalkan kepada pihak perusahaan.
Messmer mencontohkan, banyak kandidat yang melakukan “kesalahan” dengan memperlihatkan aksi yang lebih menarik perhatian ketimbang jawaban-jawaban yang diberikannya selama wawancara. “Ada kandidat yang ketika menunggu di lobi sambil makan, ada yang memain-mainkan pupennya selama wawancara dan ada yang mengenakan pakaian dan tas dalam warna dan ukuran yang mencolok,” rinci dia.
Menurut Messmer, persiapan mutlak diperlukan jika Anda hendak menjalani wawancara kerja.
1. Do the research
Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang memadai tentang calon perusahaan Anda, sejarahnya, industrinya dan sebagainya. Jika memungkinkan, cari tahu juga tentang orang yang akan mewawancarai Anda. Dengan bekal itu, Anda akan memberikan kesan yang lebik baik dalam wawancara nanti.
2. Clarify your objectives
Sebelum melamar sebuah posisi yang ditawarkan, pastikan terlebih dahulu minat dan tujuan karir Anda. Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa Anda menginginkan posisi itu, dan Andalah orang yang cocok.
3. Get your questions ready
Jadilah partisipan yang aktif selama wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang relevan, berdasarkan hasil riset yang telah Anda lakukan.
4. Don’t forget the “small” things
Perhatikan posisi duduk, membuat kontak mata, tidak berbicara terlalu cepat…kedengarannya sepele, tapi bukankah Anda ingin pewawancara fokus pada apa yang Anda katakan, dan bukan apa yang Anda lakukan?
5. Dress smart
Jangan anggap remeh kekuatan dari penampilan profesional. Ini adalah saat pertama pihak perusahaan melihat Anda, suka atau tidak, apa yang Anda kenakan bisa mempengaruhi proses berikutnya.


Read More......
Posted: 25 Nov 2008 10:57 AM CST
Banyak hal telah berubah dalam dunia pencarian kerja. Namun, ada satu yang tetap sama, yakni tentang bagaimana Anda harus menampilkan diri pada saat wawancara. Anda bisa saja mengirimkan lamaran via email, atau direkomendasikan oleh teman yang sudah lebih dulu bekerja di perusahaan yang Anda inginkan. Namun, Anda belum akan di-hire sampai pimpinan perusahaan bertemu langsung dan berbicara dengan Anda. Wawancara. Sejauh ini, itulah momok bagi para pencari kerja.
Dalam proses rekrutmen dan seleksi, wawancara merupakan tahapan yang penting ketika perusahaan dihadapkan pada lebih dari seorang kandidat yang memiliki kriteria dan latar belakang yang kurang-lebih sama. Atau, tahapan ini menjadi demikian menentukan ketika posisi yang lowong membutuhkan calon yang memiliki keterampilan-keterampilan interpersonal dan komunikasi, dengan kualifikasi teknis tertentu.
Chairman dan CEO Robert Half International, perusahaan spesialis penempatan tenaga kerja pertama dan terbesa di dunia, Max Messmer yang menulis buku laris Job Hunting for Dummies menegaskan, kunci sukses wawancara terletak pada kesan pertama yang Anda tinggalkan kepada pihak perusahaan.
Messmer mencontohkan, banyak kandidat yang melakukan “kesalahan” dengan memperlihatkan aksi yang lebih menarik perhatian ketimbang jawaban-jawaban yang diberikannya selama wawancara. “Ada kandidat yang ketika menunggu di lobi sambil makan, ada yang memain-mainkan pupennya selama wawancara dan ada yang mengenakan pakaian dan tas dalam warna dan ukuran yang mencolok,” rinci dia.
Menurut Messmer, persiapan mutlak diperlukan jika Anda hendak menjalani wawancara kerja.
1. Do the research
Pastikan Anda memiliki pengetahuan yang memadai tentang calon perusahaan Anda, sejarahnya, industrinya dan sebagainya. Jika memungkinkan, cari tahu juga tentang orang yang akan mewawancarai Anda. Dengan bekal itu, Anda akan memberikan kesan yang lebik baik dalam wawancara nanti.
2. Clarify your objectives
Sebelum melamar sebuah posisi yang ditawarkan, pastikan terlebih dahulu minat dan tujuan karir Anda. Bersiaplah untuk menjelaskan mengapa Anda menginginkan posisi itu, dan Andalah orang yang cocok.
3. Get your questions ready
Jadilah partisipan yang aktif selama wawancara dengan mengajukan pertanyaan yang relevan, berdasarkan hasil riset yang telah Anda lakukan.
4. Don’t forget the “small” things
Perhatikan posisi duduk, membuat kontak mata, tidak berbicara terlalu cepat…kedengarannya sepele, tapi bukankah Anda ingin pewawancara fokus pada apa yang Anda katakan, dan bukan apa yang Anda lakukan?
5. Dress smart
Jangan anggap remeh kekuatan dari penampilan profesional. Ini adalah saat pertama pihak perusahaan melihat Anda, suka atau tidak, apa yang Anda kenakan bisa mempengaruhi proses berikutnya.